Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
ZahraTul Syita



Zaki melihat sang istri yang sedang fokus dengan lap top yang ada di atas meja, Zaki lalu melihat jam yang menggantung di dinding ruangannya.


Sekarang sudah jam pulang kantor, ia harus mengajak Mutiara pulang, karena mereka akan mampir ke swalayan untuk berbelanja barang dapur.


"Sayang" panggil Zaki.


"Kenapa bang, aku lagi sibuk nih" ucap Mutiara masi melihat layar lap top miliknya.


Zaki lalu berdiri dari kursi kerjanya, lalu berjalan mendekati Mutiara yang sedang fokus bekerja.


Zaki dengan jahil langsung menutup lap top sang istri, membaut Mutiara menatap sang suami dengan kesal karena kerjaannya di ganggu oleh sang suami.


"Bang kok lap top aku di tutup sih?" tanya Mutiara melihat sang suami.


"Sekarang siap-siap kita pulang sekarang" ucap Zaki.


"Kamu liat jam sekarang, sudah menunjukan jam pulang kantor sayang" ucap Zaki.


"Oke, kalau gitu aku simpan file yang aku ketik tadi dulu" ucap Mutiara.


"Iya aku juga mau, siap-siap" ucap Zaki kembali ke meja kerjanya.


Selesai bersiap-siap, Zaki langsung mengajak sang istri pulang. Mereka masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka ke lantai bawa.


"Sayang kita mampir swalayan dekat perempuan belok me rumah aja ya" ucap Zaki saat ini mereka sudah keluar dari dalam mobil.


"Iya bang" ucap Mutiara.


Zaki membukakan pintu untuk sang istri, lalu ia memutari mobil dan masuk langsung duduk di kursi kemudi.


Mutiara yang kesusahan memakai sabuk pengaman, membaut Zaki membantu sang istri memasang kan nya.


"Makasih ya bang" ucap Mutiara.


"Iya sayang" jawab Zaki dan mobil pun keluar dari lobby kantor.


Mobil yang di kendarai oleh Zaki melaju dengan kendaraan yang di jalan yang lumayan padat itu.


☘☘☘☘


Zahra dan Iqbal saat ini masi berada di tempa penjual batagor, Iqbal melihat sang istri yang dengan lahapnya memakan batagor pesanannya.


"Habis enak si mas" ucap Zahra sambil melihat sang suami.


"Iya tapi ini minum dulu ya" ucap Iqbal.


"Iya mas" ucap Zahra, lalu mengambil air yang di sodorkan sang suami.


"Makasih ya mas" ucap Zahra.


"Mas aku boleh nambah lagi gak, aku masi pengen" ucap Zahra dengan wajah memohon.


"Iya boleh kok, asal gak makan pedas" ucap Iqbal mengusap kepala sang istri dengan sayang.


"Bang pesan satu lagi ya" ucap Iqbal memesan satu batagor lagi untuk sang istri.


"Siap mas tunggu ya" ucap abang penjual.


"Mas" panggil Zahra.


"Iya sayang ada apa?" tanya Iqbal.


"Besok aku boleh gak ngajak Tiara main di rumah, besok dia libur kuliah jadi aku pengen ngajak dia ke rumah" ucap Zahra.


"Iya sayang, gak papa kok mas senang kalau Tiara main ke rumah, biar kamu ada temannya" ucap Iqbal.


"Makasih ya mas" ucap Zahra.


"Iya sayang" jawab Iqbal.


Bang penjual lalu datang membawa sepiring batagor lagi, meletakan di meja dekat Iqbal dan Zahra.


"Silahkan neng Zahra" ucap bang penjual.


"Makasih ya bang" ucap Zahra.


"Iya neng" ucap bang penjual, lalu kembali lagi ke depan gerobak.


Zahra kembali memakan batagor yang baru saja di letakan abang penjual di atas meja, sedangkan Iqbal hanya tersenyum melihat sang istri, semenjak hamil Zahra memang banyak makan.