
Makan malam sudah siap tertata dengan rapi, tinggal hanya menunggu semuanya untuk menyantapnya.
"Bun, aku panghilin mas Iqbal dulu ya" ucap Zahra.
"Iya sayang, bunda juga mau panggil ayah kamu" ucap bunda tersenyum.
Zahra pergi ke kamar untuk memanggil sang suami, Zahra melihat Iqbal sedang berkutat dengan lap top miliknya, karena ada pekerjaan yang harus Iqbal selesaikan.
"Mas" panggil Zahra melangkah mendekati sang suami.
"Iya sayang" jawab Iqbal, tapi masi fokus pada lap top miliknya.
"Kerjaannya belum selesai ya?" tanya Zahra duduk di samping sang suami.
"Udah kok sayang, ini mas tinggal ngerapihin aja" ucap Iqbal melihat sang istri.
"Makan malam yuk, semuanya udah siap loh" ucap Zahra.
"Iya sayang" jawab Iqbal dan langsung menutup lap top miliknya.
Pasangan suami dan istri itu keluar dari kamar, lalu melangkah menuju ruang makan. Terlihat di sana sudah ada bunda dan ayah yang menunggu.
"Ayo sayang, kita makan malam" ajak bunda.
Iqbal dan Zahra duduk di kursi berdekatan, sedangkan ayah duduk di kursi paling depan. dan bunda duduk di samping ayah.
Selesai ayah memimpin doa makan, bunda langsung melayani piring sang suami, begitu pun dengan Zahra, yang mengambilkan menu makan malam untuk sang suami.
Mereka makan malam dengan nikmat, karena ayah dan bunda kedatangan putri dan menantunya, jadi rumah kembali ramai.
"Mas mau tambah, ayam apa ikan bakar?" tanya Zahra melihat lauk sang suami yang mulai habis.
"Ikan bakar aja sayang" jawab Iqbal.
Zahra pun mengambilkan Iqbal bakar untuk sang suami, bunda dan ayah melihat itu begitu senang, karena saat ini putri tersayang mereka sudah hidup bahagia dengan sang suami.
☘☘☘☘
Seorang gadis saat ini baru saja keluar dari pusat perbelanjaan bersama sang mama, ya gadis itu adalah Tiara.
"Sayang tolong bukain bagasi mobil ya" ucap mama Tiara.
"Iya ma" ucap Tiara.
Mama Tiara dan Tiara menaruh barang bahan mereka ke dalam, setelah di rasa sudah rapi keduanya pun masuk ke dalam mobil.
Kedua mata Tiara tak sengaja melihat ke arah luar dari balik kaca, Tiara melihat seseorang yang ia kenal sedang membagikan sesuatu pada anak-anak jalan yang sedang mengamen.
Tiara membuka sedikit kaca mobil dan bisa mendengar obrolan pria itu dan anak-anak itu.
"Ini buku buat kalian, belajar yang rajin ya" ucap pria itu yang tak lain adalah Erik.
"Makasih ya kak, kaka selalu baik sama kita, udah di kasih makan di kasi buku lagi" ucap seorang anak laki-laki.
"Dia gak ikut kak, lagi bantuin ibunya" ucap salah satu temannya.
"Gak papa, ini nanti kalian kasi sama teman kalian ya" ucap Erik memberikan sesuatu.
"Kak gak takut nanti kalau misalkan kita gak kasi ke dia gimana" tanya seorang anak laki-laki.
"Kaka percaya kok sama kalian" ucap Erik mengusap kepala anak-anak itu sambil tersenyum.
"Kita cuma bercanda kok kak, ini pasti kita kasi ke teman kita" ucap anak laki-laki.
"Oke, sekarang kalian pulang ya udah malam" ucap Erik.
"Oke kak" ucap anak-anak itu berlalu dari hadapan Erik.
Erik melihat punggung anak-anak itu yang mulai menjauh, sudah lama erik sering membantu mereka, bahkan kedua sahabatnya gak tau kalau ia sering turun ke jalan membantu anak-anak itu.
Seulas senyum terbit di bibir Tiara, ia tak menyangka pria yang terkenal playboy itu memiliki hati yang luar biasa.
"Ayo sayang jalan" ucap mama Tiara.
"Iya ma" jawab Tiara, dan mobil pun keluar dari pusat perbelanjaan itu.
Erik masuk kedalam mobilnya, tujuannya saat ini adalah ke apartemen sang sahabat ya itu Aldo.
Setibanya di sana Erik langsung memarkirkan mobilnya, lalu ia turun dan masuk ke dalam lift yang akan membawanya ke unit sang sahabat di lantai 7.
Tingg....
Erik keluar dari lift berjalan ke unit sang sahabat, karena Erik tau sandi pintu pun langsung menekan angka dan masuk ke dalam.
Erik tak mendapatkan sang sahabat di sana, ia pun mencari keberadaan Aldo ke kamar.
Clekk..
"Kaya hantu aja loh nongol kaget-kaget" ucap Aldo melihat ke arah pintu.
Aldo baru saja selesai mengerjakan tugas diskripsi nya, dan akan bersedia memesan makanan online.
"Habisnya apartemen loh sepi kaya kuburan" ucap Erik yang langsung berbaring di ranjang king size milik Aldo.
"Gue numpang mandi ya" ucap Erik.
"Kalau mau mandi ya mandi aja, nanti tagihan air kita bayar patungan" ucap Aldo masi mengotak atik ponselnya memesan makanan online untuknya dan Erik.
Erik tak menghiraukan perkataan sang sahabat, karena ia tau Aldo hanya bercanda. Karena itu hal biasa dalam kamus mereka.
Bersambung...
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya...