Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
ZahraTul Syita



Suasana kediaman Mutiara saat ini sedang ramai, karena besok adalah hari pernikahan Mutiara dan juga Zaki.


Mutiara dengan Vani saat ini sedang berada di dalam kamar Mutiara, saat ini kedua gadis itu sedang mengobrol saring bertukar cerita.


"Ra, kamu besok akan menjadi istri orang, aku jadi gak bisa lagi deh datang dan tidur sama kamu lagi" ucap Vani memasang wajah sedihnya.


Mutiara tersenyum melihat sang sahabat yang sedang cemberut, hari ini Vani akan tidur bersama Mutiara, karena nanti Vani sudah tidak bisa lagi bersama seperti ini dengan Mutiara.


"Udah jangan sedih, kan nanti kita masi bisa ketemu Van" ucap Mutiara.


"Iya tapi udah gak bisa curhatan lama, karen a kamu sekarang akang menjadi istri orang" ucap Vani.


Mutiara gemas dengan sang sahabat, Sahabat yang sudah terjalin dari jaman SMA itu sampai saat ini, Mutiara sudah menganggap Vani sebagai saudara.


"Udah yang pasti kamu jangan sedih ya, aku kan mau nikah masa iya kamu sedih gini sih" ucap Mutiara.


"Aku doain kamu juga cepat dapat jodoh dan nikah" ucap Mutiara.


"Aminn" ucap Vani.


Kedua gadis itu mengobrol, sedangkan di luar sana orang-orang sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing, karena besok adalah hari yang sangat spesial buat Mutiara dan juga Zaki.


☘☘☘☘


Zaki sedang duduk bersama kedua orang guanya di ruang tengah, ayah Adrian dan juga bunda menasehati sang putra yang akan segera menjadi suami.


Zaki mendengar nasehat kedua orang guanya dengan baik, karena ia juga mau seperti sang ayah, mencintai sang bunda dengan sepenuh hati.


"Bunda sama ayah yakin pasti kamu dan istri kamu akan bisa melalui semua masalah yang akan menerpa rumah tangga kalian nanti" ucap bunda.


"Iya bunda, ayah, Zaki akang selalu mendengar nasehat kalian, terimakasih" ucap Zaki.


"Iya nak, sekarang anak bunda sama ayah, sudah berumah tangga semua, kami berdua tinggal menimang cucu saja" ucap bunda.


"Adek kan udah hamil bunda, bunda udah punya cucu" ucap Zaki.


"Iya tapi bunda dan ayah, juga mau cucu dari kamu dan istri kamu" ucap Ayah.


"Iya apa yang di katakan ayah kamu benar sayang" ucap bunda.


"Insya Allah bunda, ayah, doain Zaki ya" ucap Zaki.


"Pasti sayang" ucap bunda.


"Ayo sekarang kita istirahat, besok harus bersiap-siap pergi ke rumah calon istri kamu, ayah juga harus banyak istirahat" ucap bunda.


"Iya bunda, sama ayah juga istirahat ya" ucap Zaki.


"Iya nak" ucap bunda.


Zaki lalu pamit ke kamar, karena ia juga belum mengabari calon istrinya, sepulang dari kantor Zaki langsung membersihkan diri dan lupa mengabari Mutiara.


Sesampainya di kamar, Zaki langsung menghubungi Mutiara me lalui telpon.


☘☘☘☘


"Sayang kamu lagi buat apa?" tanya Iqbal.


"Mas, kamu bikin kaget aku aja" ucap Zahra.


"Maaf sayang habis mas cariin kamu di kamar gak ada sih" ucap Iqbal.


"Maaf mas, aku pengen banget makan naget jadi aku ke dapur dan liat ada di kulkas goreng deh" ucap Zahra.


"Kok gak minta bibi sayang" tanya Iqbal.


"Aku pengen makan masakan aku sendiri mas, gak pengen orang lain" ucap Zahra melihat sang suami.


"Kalau masakan mas mau gak" ucap Iqbal.


"Memangnya mas bisa masak, kan di rumah bunda kemari aku yang masak" ucap Iqbal.


"Kalau cuma goreng naget si mas bisa sayang" ucap Iqbal.


"Ya udah boleh, tapi jangan sampai gosong ya mas" ucap Zahra.


"Siap nyonya Gunawan" ucap Iqbal, menggantikan sang istri menggoreng naget.


Zahra duduk di kursi, melihat sang sang suami yang sedang asik memasak.


Mami Sisil yang akan mengambil air pun melihat putra dan menantunya sedang berada di dapur.


"Sayang kalian lagi ngapain di sini?" tanya mami Sisil.


"Lagi masak mi, istri aku pengen makan naget goreng" ucap Iqbal.


"Ini mama gak salah liat kan, kamu masak sayang" tanya mami Sisil sambil tersenyum.


"Ia lah ma, gak liat ini Iqbal lagi goreng" ucap Iqbal.


"Ati-ati loh sayang, nanti gosong" ucap mami Sisil sambil tersenyum.


"Mami tenang aja kalau cuma goreng Iqbal bisa kok" ucap Iqbal.


"Mami mau apa?" tanya Zahra.


"Mami mau ambil air sayang" ucap mami Sisil, mengambil gelas kosong.


Naget yang di goreng oleh Iqbal pun masak, Iqbal membawa naget itu ke depan sang istri.


"Ini sayang, udah masak" ucap Iqbal meletakan piring naget di depan sang istri.


"Wah mateng nya padas mas aku suka" ucap Zahra.


Iqbal tersenyum melihat wajah bahagia sang istri, Iqbal dan Zahra lalu memakan naget yang di goreng oleh Iqbal.


Bersambung...