Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
ZahraTul Syita



Tak terasa hari pernikahan Erik dan Tiara pun tiba. Acara pernikahan akan di adakan di salah satu hotel milik keluarga Erik.


Tiara sudah di dandani begit cantik di salah satu kamar, dengan di temani Zahra sang sahabat dan Suci calon istri dari Aldo.


"Ra, cantik, foto dulu dong kita," ucap Zahra.


Ketiga wanita itu pun berselfie, Tiara terlihat begitu cantik dengan balutan kebawa berwarna puti tulang, jangan lupakan mahkota bunga melatih di kepala Tiara.


"Kak Tiara cantik banget, kaya bidadari," ucap Suci juga.


"Aduh kalian ini, dari tadi gak berhenti-berhenti deh mujinya," ucap Tiara sambil tersenyum geli.


"Pasti deh kak Erik kaget liat kak Tiara," ucap Suci lagi.


"Kok kaget sih dek?" tanya Tiara.


"Ya kan kak Tiara berubah menjadi bidadari," ucap Suci.


Obrolan ketiga wanita itu terhenti, pada saat pintu kamar hotel itu terbuka, dan masuklah mama Tiara dan Mama Erik, jangan lupakan bocah kecil yang sedang membawa ponsel milik sang papa.


"Ma, kok ajak Emon ke sini sih, katanya mau aja liat kaka cantik," ucap Emon setelah masuk ke dalam kamar itu, karena bocah kecil itu tak melihat kaka cantik berada di sana.


"Sekarang kita udah di kamar kaka cantik sayang," ucap mama Erik.


Membuat Emon menatap sang mama dengan heran, jelas-jelas di dalam situ Emon tidak melihat Tiara.


"Mama, Emon gak bodoh ma, terus mana kaka cantik gak ada," ucap Emon lagi.


Membaut semua yang ada di dalam situ tertawa, bagaimana tidak Emon tidak mengenali Tiara yang sudah di rias secantik mungkin, dan mengunakan baju pengantin.


"Coba liat itu," tunjuk mama Erik pada Tiara yang duduk di meja rias sambil melihat mereka.


"Itu siapa ma?" tanya Emon penasaran.


"Kaka cantik, itu kak Tiara sayang," ucap mama Erik.


Membuat Emon menatap Tiara dengan bingung, lalu kembali melihat sang mama.


"Bukan ma, mama gak liat ya wajahnya gak sama sama kaka cantik ma, ayo kita keluar aja dari sini ya, emon pengen foto sama kaka cantik ma," ucap Emon hendak berbalik, tapi Tiara memanggilnya.


"Emon, sini sama kaka," panggil Tiara, membuat langkah bocah kecil itu terhenti, dan berbalik.


"Sini sama kaka, ini kak Tiara," ucap Tiara.


"Iya sayang ini kak Tiara," ucap Zahra juga.


"Kok wajahnya berubah sih, aku lebih suka wajah kaka cantik yang dulu," ucap Emon dengan polosnya.


"Cuma sebentar kok, kak cantik sama kak Erik kan mau nikah sayang," ucap mama Tiara.


"Tapi wajah kaka cantik nanti bisa kembali kaya dulu lagi kan ma," tanya bocah kecil itu.


"Bisa dong sayang, ayo foto katanya pengen foto sama kaka cantik," ucap ucap mama Erik.


Erik dan Tiara pun berfoto banyak gaya, Zahra juga membantu keduanya berfoto bersama mama Tiara dan mama Erik.


"Udah nih, fotonya bagus," ucap Zahra memberikan hp milik Emon.


"Makasih ya kak Zahra," ucap Emon.


"Sama-sama sayang," ucap Zahra mengusap kepala bocah kecil itu.


"Sayang kamu sudah siap?" tanya mama Erik.


"Udah ma," jawab Tiara.


Tinggal beberapa menit lagi acara akad nikah akan segera di mulai. Di ballroom hotel juga terlihat para tamu undangan sudah mulai banyak berdatangan, dari sahabat, saudara dan para rekan bisnis yang lain.


Erik sudah di minta oleh pak penghulu menempati tempat akad yang sudah di sediakan, dengan di dampingi Aldo dan Iqbal sang sahabat, Erik keluar dari salah satu ruangan dan langsung menuju tempat akad yang sudah di siapa kan.


"Santai aja bro, jangan tegang gitu," ucap Iqbal berbisik pada sang sahabat.


"Kayak loh gak tegang juga waktu nikahin istri loh," ucap Erik dengan nama kesal.


Membuat Aldo yang mendengar itu menyembunyikan tawanya, karena saat ini mereka berdua di tengah banyaknya pada tamu undangan.


Di sebuah kamar, Tiara juga di ajak keluar oleh mama Erik, mama Tiara, Zahra dan Suci. Tiara berjalan di tengah Zahra dan Suci menuju tempat akad nikah.


Para tamu undangan berdiri untuk melihat sang calon pengantin wanita yang baru saja tiba, Erik yang berdiri di tempat akad nikah pun menatap calon istrinya tak berkedip sama sekali.


Sampai Tiara di antar oleh Zahra dan Suci ke dekat Erik, tapi Erik masi engan melepas tatapan dari calon istrinya itu.


"Ya saudara Erik, dan saudari Tiara, di persilahkan duduk," ucap pembawa acara.


"Kak duduk," bisik Tiara, karena Erik masi menatapnya tampa berkedip.


"Aa iiya," ucap Erik dengan gugup.


Sedangkan Iqbal, Aldo dan yang lain tertawa geli melihat kelakuan Erik, saat ini Zahra jug sudah bersama sang suami. Sedangkan Aldo bersama Suci.


Dan Akad nikah pun akan segera di mulai, pak penghulu juga sudah duduk di depan kedua calon pengantin.