
"Sayang ayo udah siap belum?" tanya Iqbal melihat sang istri.
"Iya mas sabar dong, aku kan lagi dandan" ucap Zahra.
"Gak usah dandan udah cantik kok" ucap Iqbal mendekati sang istri.
"Makasih mas" ucap Zahra membalikan badannya melihat sang suami.
"Ayo kita pergi sekarang" ajak Iqbal.
"Ayo" jawab Zahra.
Iqbal mengandeng tangan sang istri keluar dari kamar, turun ke lantai bawa.
"Sayang kalian mau ke mana?" tanya bunda.
"Mau jalan-jalan ke taman bunda" ucap Iqbal.
"Bunda nitip boleh gak?" tanya bunda.
"Boleh lah bunda, bunda mau nitip apa" hanya Iqbal.
"Ayam saja nak, bisa kan" tanya bunda.
"Bisa bunda, tapi gak papa kan kalau kita datangnya agak sedikit telat" ucap Iqbal.
"Gak papa nak, lagian ayam nya, mau bunda masak besok pagi kok" ucap bunda.
"Ya sudah kalau gitu kita pamit ya bunda" ucap Iqbal dan Zahra.
"Iya sayang, hati-hati ya" ucap bunda.
"Siap bunda" ucap Zahra.
Bunda tersenyum melihat putri dan menantunya berlalu dari ruang tengah.
"Silahkan masuk istriku" ucap Iqbal membukakan pintu untuk sang istri.
"Makasih ya mas" ucap Zahra.
"Iya sama-sama" ucap Iqbal, memutari mobil dan masuk dan duduk di kursi kemudi.
Iqbal memasang kan sabut pengaman untuk sang istri, lalu mobil pun ke luar dari halaman rumah itu.
"Mas nanti aku mau makan bakso, somay sama batagor ya" ucap Zahra.
"Iya sayang ku, kamu boleh makan apa aja" ucap Iqbal sambil tersenyum melihat sang istri.
"Adek, ayah baik ya mau ikutin kemauan mita" ucap Zahra mengelus perutnya dengan lembut.
"Ayah akan turutin semau kemauan kalian sayang" ucap iqbal.
Zahra tersenyum me lihat sang suami, Zahra sangat bersyukur bisa memiliki suami yang baik seperti Iqbal.
Tak berselang lama, mobil yang di kendarai oleh Iqbal memasuki parkiran taman yang ada di jalan xx.
Zahra melihat suasana taman sangat ramai oleh para pengunjung, Iqbal lalu membukakan pintu untuk sang istri.
"Ayo sayang kita turun" ajak Iqbal.
"Langsung makan apa jalan-jalan dulu?" tanya Iqbal.
"Jalan-jalan aja mas" ucap Zahra.
"Oke, ayo" ajak Iqbal mengandeng mesra tangan sang istri.
"Mas duduk di bangku situ yuk" ajak Zahra.
Iqbal dan Zahra duduk di salah satu bangku kosong, di dekat mereka terlihat keluarga kecil sedang bermain.
"Ayo sayang tangkap bolanya" ucap si wanita, mama dari balita laki-laki yang sedang bermain.
"Oleh atu isa antap olah ma, ma" ucap anak kecil itu dengan suara cadelnya.
"Mas lucu ya" ucap Zahra melihat ke arah anak laki-laki itu.
"Iya sayang, bikin gemes" ucap Iqbal.
"Ma atu au tu don" ucap anak laki-laki itu lagi.
"Iya sayang, ayo kita beli" ajak kedua orang tua balita itu.
Semua itu tak luput dari pandangan Zahra, juga Iqbal, Zahra melihat ke samping yang terdapat penjual bakso tusuk.
"Mas, mai itu" tunjuk Zahra ke arah penjual bakso.
"Tunggu di sini ya biar mas belikan" ucap Iqbal.
"Iya mas" jawab Zahra.
Iqbal mendekati penjual bakso tusuk itu, Iqbal membelikan bakso tusuk untuk sang istri, terlihat banyak juga pembeli yang sedang mengantri untuk membeli bakso tusuk.
"Ini mas baksonya" ucap si penjual memberikan pada Iqbal.
"Makasih ya pak, kembalian ambil aja" ucap Iqbal.
"Alhamdulillah,, makasih ya mas" ucap pak penjual.
"Sama-sam pak" ucap Iqbal, lalu kembali mendekati bangku yang di duduki oleh sang istri.
"Ini sayang" Iqbal memberikan bungkusan bakso tusuk pada sang istri.
"Makasih ya mas" ucap Zahra.
"Iya, ayo makan, apa mau mas suapin?" tanya Iqbal.
"Gak usah mas, aku bisa sendiri kok" ucap Zahra.
Iqbal mengusap kepala sang istri yang tertutup oleh hijab, membuat Zahra tersenyum melihat sang suami.
"Enak gak?" tanya Iqbal.
"Enak banget mas" ucap Zahra.
Zahra menghabiskan bakso tusuk yang di belikan oleh Iqbal, tak hanya itu Zahra juga meminta jajan yang lain, dan Iqbal dengan senang hati memenuhi permintaan sang istri.
Saat ini mereka sedang berada di depan gerobak somay, Zahra dan Iqbal sedang menunggu pesanan somay pesanan milik Zahra.
"Ini neng pesannya gak pedas ya seperti yang neng mau" ucap pak penjual.
"Iya pak, terimakasih banyak ya pak" ucap Zahra.
"Iya neng sama-sama" ucap pak penjual.
Iqbal lalu mengajak sang istri ke salah satu bangku kosong, Zahra menikmati somay nya dengan begitu lahap, mungkin karena sedang mengidam juga sehingga membaut Zahra menjadi banyak makan.
Next...
***Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya....
Terimakasih***...