
Setelah mampir ke kantor sang suami, Zahra langsung menetap di sana bersama dengan Iqbal sang suami.
Zahra menemani sang suami yang sedang sibuk bekerja, mami Sisil sudah kembali sedari sejam yang lalu bersama pak sopir. Karena mau ada arisan bersama teman-temannya.
Zahra melihat jam yang ada di layar ponsel miliknya, saat ini baru jam 3 sore Zahra lalu melihat sang suami yang masi sibuk dengan berkas-berkas di atas meja.
"Mas" panggil Zahra.
"Kya sayang" jawab Iqbal melihat ke arah sang istri.
"Aku jalan-jalan sebentar ya keluar ruangan kamu" ucap Zahra menatap sang suami.
"Iya tapi jangan terlalu jauh ya, cukup di depan saja" ucap Iqbal.
"Iya mas, aku cepat balik kok cuma mau liat-liat aja" ucap Zahra.
"Iya sayang" ucap Iqbal.
Zahra lalu keluar dari ruangan Iqbal, Zahra berjalan di depan ruangan sang suami melihat-lihat ruangan-ruangan yan ada di sana.
Pandangan tertuju pada suatu ruangan yang sedang terbuka, Zahra mendengar seseorang mengobrol di sana.
"Itu kan Dimas sama siapa?" ucap Zahra seorang diri.
"Udah ya Dim aku udah gak tahan dengan hubungan ini, lebih baik kita putus saja oke" ucap wanita itu.
"Sayang dengerin aku dulu, aku bukan gak mau nikah tapi kamu tau kan ada sedang menabung buat melamar kamu nanti" ucap Dimas dengan raut wajah sedih.
"Udah aku gak mau lagi dengar apapun dari kamu, sekarang kita sudah gak punya hubungan lagi oke" ucap wanita itu lalu pergi dari sana meninggalkan Dimas sendiri.
Sedang Zahra dengan cepat bersembunyi dari wanita yang akan keluar itu, sedangkan Dimas masi berada di ruangan itu dengan pandangan kosong melihat ke laur jendela.
"Kasian mas Dimas" ucap Zahra melihat Dimas.
"Lebih baik aku kembali saja deh ke ruangan mas Iqbal nanti dia kuatir lagi" ucap Zahra seorang diri.
"Sayang udah balik? kok cepat sih?" tanya Iqbal.
"Iya mas, tadi aku gak sengaja dengar obrolan Mas Dimas sama seorang perempuan mas" ucap Zahra menatap sang suami.
Membuat Iqbal menatap serius ke arah sang istri, membuat Zahra mendekat ke arah Iqbal.
"Maksud kamu apa sayang" tanya Iqbal.
"Aku tadi dengar mas Dimas ngomong sama perempuan sepertinya itu pacarnya mas Dimas" ucap Zahra.
"Pacar, memangnya Dimas punya pacar?" tanya Iqbal.
"Iya mas, tapi tadi aku dengar perempuan itu putusin mas Dimas" ucap Zahra lagi.
"Tapi kok aku gak tau ya kalau Dimas punya pacar" ucap Iqbal mengangguk-angguk kepalanya.
"Sepertinya juga karyawan kantor mas" ucap Zahra.
"Nanti mas coba tanya Dimas deh sayang" ucap Iqbal.
"Iya mas kasian loh mas Dimas sedih" ucap Zahra.
"Sayang nguping ya?" tanya Iqbal tersenyum geli melihat sang istri.
"Gak nguping mas, cuma gak sengaja dengar" ucap Zahra.
"Sama aja itu ma" ucap Iqbal sambil terkekeh geli melihat wajah sang istri.
"Udah deh lebih baik mas cepat selesain itu kerjaannya biar kita bisa cepat pulang" ucap Zahra.
"Iya-iya siap istriku sayang" ucap Iqbal kembali melanjutkan pekerjaannya.
Sedangkan Zahra kembali duduk di sofa sambil melihat pesan yang baru saja di kirim oleh sang sahabat.