
Mobil Iqbal baru saja memasuki parkiran rumah sakit, Iqbal akan mengantar Zahra dan bunda untuk bergantian menjaga ayah.
Sedangkan Zaki akan pergi ke kantor, Zahra, bunda dan Iqbal keluar dari dalam mobil.
Bunda membawa sarapan untuk Zaki, sedangkan Zahra membawa baju ganti abangnya.
Tiba di depan pintu ruang rawat ayah Adrian, bunda langsung membuka pintu dan melihat Zaki duduk di sofa.
"Assalamualaikum nak" ucap bunda.
"Waalaikumsalam salam bunda" jawab Zaki dan langsung mencium punggung tangan sang bunda.
"Zahra sama Iqbal mana bunda?" tanya Zaki, karena tak melihat adik dan juga adik iparnya.
"Ada nak, bentar lagi masuk kok" ucap bunda.
Dan benar saja, tak lama kemudian Zahra dan juga Iqbal masuk.
"Assalamualaikum" ucap Zahra dan juga Iqbal.
"Waalaikumsalam" ucap Zaki.
"Nak, ini sarapan buat kamu, kamu sarapan dulu ya, terus mandi" ucap banda.
"Iya bunda" ucap Zaki.
Bunda menyiapkan sarapan untuk sang putra, sedangkan Zahra dan Iqbal sedang duduk di sisi ranjang sang ayah.
"Bang, gimana keadaan ayah?x" tanya Zahra.
"Ayah udah lebih baik dek, kata dokter tadi besok atau lusa, ayah sudah bisa pulang" ucap Zaki.
"Alhamdulillah,, Zahra senang dengar nya" ucap Zahra.
Begitu pun dengan bunda, selesai sarapan Zaki langsung masuk ke dalam kamar mandi. Dengan membawa pakaian kantor miliknya.
Iqbal merasa ponsel nya bergetar, ia pun pamit pada istri dan juga bunda untuk mengangkat telpon dari Dimas di luar.
Sedangkan Zahra dan bunda duduk di dekat ayah, bunda mengusap kepala sang suami dengan lembut.
"Bunda sama Zahra udah dateng?" tanya Ayah yang baru saja bangun.
"Iqbal mana nak" tanya Ayah.
"Mas Iqbal lagi di luar ayah, nerima telpon dari mas Dimas" ucap Zahra.
Tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka, Zaki keluar dengan pakaian kantor miliknya, Zaki melihat sang ayah sudah bangun.
"Nak, kamu mau ke kantor?" tanya Ayah.
"Iya ayah, nanti pulang kantor Zaki ke sini lagi" ucap Zaki.
"Makasih ya nak" ucap ayah Adrian.
"Iya ayah" ucap Zaki.
Iqbal kembali masuk lagi selesai menerima telpon dari Dimas, rupanya Iqbal harus segera ke kantor karena ada pekerjaan penting.
"Sayang, mas harus segera ke kantor ada pekerjaan penting" ucap Iqbal.
"Iya mas, mas hati-hati ya" ucap Zahra.
"Iya sayang, mas pamit ya, bunda, ayah, bang aku pamit ke kanor dulu ya" ucap Iqbal.
"Iya nak, hati-hati ya" ucap bunda sama ayah.
Setelah mengalami punggung tangan bunda, ayah dan bang Zaki, Iqbal langsung keluar dari ruangan itu.
Setalah Zaki dan Iqbal pamit ke kantor, kini tinggalkan Zahra, bunda dan juga ayah di ruangan itu.
☘☘☘☘
Erik tiba di depan rumah Tiara, pria itu akan menjemput Tiara dan mengantar gadis itu ke kampus, lalu Erik baru ke kantor.
Setelah melewati drama pagi bersama sang adik, akhirnya Erik bisa membujuk bocah kecil itu untuk pergi ke sekolah.
Erik si sambut oleh mam Tiara dengan baik, bahkan mama Tiara juga mengajak Erik sarapan, tapi pria itu menolak karena ia sudah sarapan dari rumah.
"Kamu udah kerja di kantor?" tanya papa Tiara.
"Iya om" jawab Erik.
"Kamu harus kerja keras, buat menikahi anak om" ucap papa Tiara.
"Om udah merestui aku sama Tiara?" tanya Erik.
"Ooh belum, kamu harus jadi orang sukses dulu" ucap papa Tiara.
Erik kembali murung, ia kira sudah mendapat restu dari papa Tiara, ternyata belum nunggu sukses dulu.
"Pa kasian loh nak Erik" bisik mama Tiara.
"Gak papa ma, biarin aja" ucap papa Tiara balas berbisik.
Sedangkan mama Tiara hanya menggeleng kepala melihat tingkah sang suami yang kebangetan.
Tak lama kemudian Tiara menuruni tangga menuju lantai bawa, gadis itu terlihat sangat cantik dan segar pagi-pagi.
"Pa, ma" panggil Tiara.
"Sayang kamu udah siap?" tanya mama Tiara.
"Udah dong mama" ucap Taira.
"Kak kita berangkat sekarang?" ajak Tiara.
"Boleh ayo" ucap Erik.
"Pa, ma aku sama kak Erik berangkat dulu ya" ucap Tiara.
"Iya hati-hati ya" ucap mama Tiara.
"Iya ma" ucap Tiara.
"Om, tante kami pamit dulu ya" ucap Erik.
"Iya, anterin anak om ya" ucap papa Tiara.
"Siap om" ucap Erik.
Setelah pamitan pada papa Tiara dan mama Tiara, Erik dan Tiara langsung masuk ke dalam mobil Erik yang terparkir di halaman rumah Tiara.
"Kak gak papa anter aku ke kampus dulu?" tanya Tiara.
"Gak papa ko, ayo masuk" ajak Erik setelah membukakan pintu untuk Tiara.
"Makasih ya" ucap Tiara.
Mobil Erik pun keluar dari halaman rumah Tiara.
Bersambung...