
Suasana ruang makan di kediaman Gunawan, terlihat papi Mario, mami Sisil, Iqbal juga Zahra sedang sarapan bersama saat ini.
"Sayang jadi hari ini periksa kandungan?" tanya mami Sisil.
"Iya ma nanti nanti siang kita ke rumah sakit" ucap Iqbal memegang tangan sang istri.
"Pagi ini Iqbal akan ke kantor, kalau udah siang Iqbal pulang" ucap Iqbal melihat sang papi.
"Iya nak" ucap papi Mario.
"Mas golong ambilkan buah apel dong" ucap Zahra.
"Mas kupasin dulu ya" ucap Iqbal.
"Iya mas makasih ya" ucap Iqbal.
Iqbal mengupas buah untuk sang istri, papi Mario dan mami Sisil melihat sang putra yang sangat perhatian pada istri dan calon anak mereka.
"Ini sayang" ucap Iqbal memberikan buah yang selesai ia kupas.
"Makasih ya mas" ucap Zahra tersenyum.
"Iya sama-sama" ucap Iqbal.
Zahra memakan buah yang di kupas oleh sang suami, sedangkan Iqbal meminum susunya sampai sampai habis, lalu Iqbal melihat sang istri.
"Sayang mau apa lagi" tanya Iqbal.
"Udah gak mas" jawab Zahra.
"Nak papi ke kantor bareng kamu ya" ucap papi Mario.
"Iya pi" jawab Iqbal.
Selesai sarapan, Iqbal dan papi Mario pamit ke kantor, sebelum pamit Iqbal mencium kening sang istri dan Zahra mencium punggung tangan sang suami. Iqbal lalu mendekati perut sang istri dan berkata.
"Nak papa ke kantor dulu ya, jangan bikin bunda kamu susah ya sayang" ucap Iqbal mengusap dengan lembut perut sang istri.
Setelah itu Iqbal dan papi Mario pun berangkat ke kantor, Zahra melihat mami Sisil yang sedang duduk di salah satu sofa.
"Mi" panggil Zahra.
"Iya sayang ada apa" tanya mami Sisil.
"Zahra ke kamar dulu ya mi" ucap Zahra.
"Iya sayang" ucap mami Sisil.
Zahra pergi ke kamarnya dan sang suami di lantai atas, Zahra menyiapkan pakaian yang akan ia kenakan ke dokter sebentar siang, setelah itu Zahra berbaring sejenak.
☘☘☘☘
Terlihat bocah kecil sedang membuntuti sang kaka kemanapun sang kaka pergi, bocah kecil itu setia mengikutinya.
"Dek kenapa si ngikutin kaka terus?" tanya Erik.
"Kaka kan udah janji mau ajak Emon pergi jalan-jalan" ucap bocah kecil itu.
"Aku gak mau kak, kaka bohong sama Emon aku gak mau berteman sama kaka" ucap bocah kecil itu berlari keluar, membuat Erik merasa bersalah.
Erik pun menyusul sang adik, dan Erik melihat sang adik sedang menangis di bangku taman belakang.
"Dek, ayo ikut kaka, kita jemput kaka cantik ya" ucap Erik membujuk sang adik.
"Emon gak mau sama kaka" ucap bocah kecil itu.
"Yakin gak mau ikut kaka, kita jemput kaka cantik loh" ucap Erik membujuk sang adik lagi.
"Benar kak, aku boleh ikut" ucap bocah kecil itu.
"Iya, ayo ganti baju" ajak Erik.
Dengan antusias Emon mengikuti sang kaka masuk ke dalam, untuk menganti pakaiannya.
"Kak ayo aku udah siap nih" ucap Emon yang sudah rapi dengan celana jeans hitam dan sweater warnah hijau botol.
"Wih adek kaka emang keren" ucap Erik.
"Iya dong kak, ayo?" ajak Emon mengandeng tangan sang kaka.
Kaka beradik itu masuk ke dalam mobil, Erik di kursi kemudi sedangkan sang adik di kursi samping Erik, setelah siap Erik pun menjalankan mobilnya keluar dari halaman rumah mereka.
Erik dan Emon akan menjemput Tiara, karena hari ini Erik sudah janji akan mengajak Tiara jalan-jalan.
☘☘☘☘
Zaki keluar dari ruangannya, lalu melihat sang kekasih yang sedang mengatur berkas-berkas di atas meja kerjanya.
"Sudah siap?" tanya Zaki membuat Mutiara melihat ke arah Zaki.
"Sudah bos" ucap Mutiara.
"Kita ke ruangan meeting sekarang" ucap Zaki.
"Baik" ucap Mutiara.
Mutiara mengikuti Zaki ke ruangan meeting, hari ini ada meeting bersama para petinggi perusahaan yang akan di pimpin oleh Zaki langsung.
Zaki masuk kedalam ruang meeting di ikuti oleh Mutiara di belakangnya, Zaki langsung menempati kursi paling depan, dan Mutiara duduk di kursi samping.
"Bisa kita mulai rapatnya?" tanya Zaki.
"Silahkan pak Zaki" ucap salah satu rekan kerja mereka.
Zaki pun mulai memimpin meeting nya, sedangkan Mutiara yang duduk di dekat Zaki mencatat poin-poin yang ada dalam meeting.
Zaki terlihat sangat gaga memimpin meeting kali ini, bahkan Mutiara sesekali melirik pria itu, membuat Zaki juga sesekali melihat sang kekasih.
Sedangkan Ayah Adrian duduk di kursi, ke dua dari sang putra, beliau hanya menyimak apa yang di katakan oleh sang putra dalam meeting kali ini.
Next...
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys....