Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
Besok Ke Rumah Bunda & Ayah



Selesai makan malam, semua tim yang lain membubarkan diri masing-masing kembali ke kamar, sedangkan Mutiara masi berada di kursi yang ia duduki, karena Zaki memintanya untuk tinggal. Salma sudah kembali ke kamar nya di tempati oleh Salma dan Mutiara.


"Ikut aku yuk" ajak Zaki.


"Mau ke mana" tanya Mutiara.


"Jalan-jalan cari angin" ucap Zaki.


Mutiara pun berdiri dari duduknya mengikuti pria yang ada di depannya itu, Zaki membawa Mutiara ke taman hotel, di mana lampu-lampu menghias taman itu.


"Kita duduk di situ yuk" ajak Zaki menunjuk bangku yang ada di dekat lampu besar, agar Mutiara tidak merasa risi di lihat orang.


Karena biar bagaimana pun Zaki tau kalau sang kekasih adalah wanita yang berhijab, jadi tak baik kalau mengobrol di tempat yang minim cahaya.


Mutiara duduk di bangku itu, begitu pun dengan Zaki. Banyak pasangan yang lain juga menikmati angin malam di taman itu.


"Angin malamnya sejuk ya" ucap Zaki.


"Iya" jawab Mutiara tersenyum.


"Sayang" panggil Zaki, membuat pipi Mutiara bersemu merah.


"Kok wajahnya merah gitu sih" tanya Zaki menggoda sang kekasih.


"Gak papa kok, mungkin hanya kedinginan saja" ucap Mutiara.


"Anginnya sejuk kok, gak dingin-dingin banget" ucap Zaki lagi.


"Buat kamu, buat aku gak" ucap Mutiara.


"Kamu lucu deh kalau lagi cemberut gini" ucap Zaki.


"Kamu tuh kenapa sih suka banget jahil in aku" ucap Mutiara.


"Habisnya kamu lucu" ucap Zaki.


Zaki dan Mutiara mengobrol cukup lama, malam sudah semakin larut angin juga semakin kencang, membuat Mutiara memeluk dadanya sendiri.


"Kamu pake ini" ucap Zaki mengeluarkan jaket miliknya.


"Terus kamu gimana" tanya Mutiara.


"Udah aku gak papa kok" ucap Zaki.


Zaki melihat jam yang sudah menunjukan pukul 10 malam, Zaki mengajak Mutiara masuk takutnya gadis itu akan masuk angin.


Zaki mengandeng tangan gadis itu beranjak dari sana, suasana taman bukan semakin sepi tapi malahan semakin ramai.


Zaki mengajak sang kekasih masuk, Zaki juga mengantar Mutiara sampai ke depan pintu kamar Salma dan Mutiara.


☘☘☘☘


Iqbal saat ini baru saja menyelesaikan pekerjaan kantornya yang ia bawa ke rumah, Iqbal melihat sang istri yang sedang bermain ponsel di atas ranjang mereka.


"Sayang kok belum tidur sih?" tanya Iqbal mendekati sang istri.


"Aku nungguin mas" jawab Zahra melihat sang suami.


"Sama abang Zaki Mas, abang kan sekarang lagi di luar kota" ucap Zahra.


"Iya di rapat kemarin abang bilang katanya ada pekerjaan ke luar kota" ucap Iqbal.


Zahra melihat sang suami cukup lama, hal itu membuat Iqbal mengernyit kening nya heran melihat sang istri.


"Kenapa liatin mas gitu?" tanya Iqbal.


"Mas, besok kita nginap di rumah bunda sama ayah ya, aku kangen sama bunda dan ayah" ucap Zahra.


"Iya istriku, apapun buat kamu pasti mas turutin" ucap Iqbal membawa sang istri ke dalam pelukannya.


"Makasih ya mas" ucap Zahra balas memeluk sang suami.


"Iya sama-sama, sekarang tidur ya udah telat besok kan harus ke kampus" ucap Iqbal.


"Siap suamiku" ucap Zahra.


Sebelum tidur Iqbal mencium kening sang istri terlebih dahulu, lalu pasangan suami istri itu tidur, karena besok akan kembali beraktivitas seperti biasa.


☘☘☘☘


Keesokan harinya, di kediaman ayah Adrian.


"Ayo ayah sarapannya sudah siap" panggi bunda.


"Iya bunda" ucap Ayah.


Pasangan suami istri itu duduk di kursi meja makan, ruang makan yang kemarin sangat berisik oleh celotehan putri mereka Zahra, kini tak ada lagi.


"Sepi ya bun, gak ada anak-anak" ucap ayah.


"Iya yah, Zahra kan udah bersuami jadi harus ikut sama suaminya" ucap Bunda melayani sarapan sang suami.


"Iya bun" jawab ayah.


Pasangan suami istri itu mulai sarapan mereka, sesekali keduanya mengobrol agar tidak merasakan kesunyian.


Zahra tidak memberitahu kedua orang tuanya kalau akan datang menginap di sana, karena Zahra dan Iqbal akan memberikan kejutan untuk bunda dan ayahnya.


Selesai sarapan ayah Adrian pamit pada sang istri ke kantor, karena sang putra Zaki sedang berada di luar kota meninjau proyek bersama tim yang lain.


"Bun, ayah pamit ya" ucap ayah.


"Iya ayah, hati-hati ya" ucap bunda mencium punggung tangan sang suami.


"Iya sayang" ucap ayah Adrian, sebelum pergi mencium kening sang istri.


Bunda mengantar ayah Adrian ke halaman depan, ayah masuk ke dalam mobil. Dan sekarang tinggal bunda sendiri di rumah rasanya sangat sunyi, bunda kembali masuk ke dalam dan menutup pintu.


Bersambung....


Jangan lupa Like, komen sama Vote ya guys...