
Iqbal terus menenangkan Zahra yang terus menangis, Iqbal mengusap lagi air mata Zahra.
"Kamu gak usah takut lagi ada aku di sini" ucap Iqbal memegang kedua pipi Zahra.
Zahra tersenyum menganggu kan kepalanya, membuat Iqbal tersenyum melihat itu.
Di luar para preman sedang bertarung bersama Erik dan Aldo, untung saja mereka berdua mempunyai bakat bela diri sehingga dengan mudah melawan para preman itu.
Iqbal membawa Zahra keluar dari dalam kamar itu, pada saat sudah di depan pintu salah satu permen ada yang melihat mereka.
"Hey, berhenti" ucap preman itu dan langsung menghajar Iqbal.
"Zah, kamu menjauh biar aku yang hadapin mereka" ucap Iqbal pada Zahra.
Zahra hanya menganggu kan kepala nya lalu berlari menjauh.
Iqbal dan kedua sahabatnya melawan para preman itu, satu per satu preman-preman itu mulai kealahan melawan Iqbal, Erik dan Aldo.
Zahra yang melihat semua itu dari ke jauh an menjadi semakin takut tangannya mulai gemetar terus.
Salah satu preman membekap mulut Zahra dan membawanya pergi, Zahra terus memberontak Iqbal yang melihat Zahra di bawa oleh salah satu preman berusaha mengejarnya tapi preman yang satu memukulnya membuat Iqbal terjatuh.
Erik dan Aldo yang melihat Iqbal akan di pukuli lagi oleh preman itu langsung menghajar preman itu dengan membabi buta sampai membuat preman itu tidak sadarkan diri.
Zahra terus di seret paksa oleh preman itu sampai ke tengah-tengah hutan.
"Lepaskan saya, saya mohon" ucap Zahra lirih
"Aku tidak akan melepaskan mu sebelum aku menjalankan tugasku" ucap si preman itu.
"Ttoollooonggg...." Zahra berteriak dengan keras dia berharap Iqbal akan datang menolongnya.
Iqbal dan kedua sahabatnya berhasil melumpuhkan preman-preman itu, kini ketiga pria itu mengejar Zahra ke tenga-tenga hutan.
Iqbal terus memangil-manggil nama Zahra, Iqbal terlihat kuatir.
******
Di sisi lain kini ayahnya Zahra sedang menelpon polisi untuk melaporkan putrinya yang di culik. Sementara bunda tidak pernah berhenti menangis, setelah Tiara mendapat telpon dari Erik sahabat Iqbal memberi tau kalau Zahra di culik Tiara langsung datang ke rumah Zahra untuk memberi tau kedua orang tua Zahra.
"Bunda taku Zahra di jahati sama penculiknya ayah" ucap bunda di selah tangisannya.
"Tante yang tenang ya teman-teman Zahra dan Tiara udah nolongin Zahra ko" ucap Tiara menenangkan bunda.
Zahra yang saat ini berusaha di lecehkan oleh preman itu menjadi sangat ketakutan air matanya mengalir begitu saja.
Zahra berusaha menghindari si preman yang akan menciumnya tiba-tiba ada sebuah tangan yang memukul preman. Iqbal langsung membawa Zahra pergi.
"Bal, bawa Zahra pergi biar preman ini menjadi urusan kita" ucap Erik.
Iqbal membawa Zahra pergi menuju mobilnya, Zahra terus memeluk Iqbal karena ketakutan tiba di mobil Iqbal langsung membawa Zahra kedalam mobil.
Iqbal melihat Zahra yang sangat berantakan Iqbal memegang kedua tangan Zahra lalu berkata.
"I love you" ucap Iqbal melihat wajah Zahra.
Zahra hanya diam mematung memandang wajah tampan Iqbal, Zahra merasa seperti mimpi Iqbal mengungkapkan perasaannya.
Iqbal berdecak kesal melihat kedua sahabatnya.
"Mengganggu saja" ucap Iqbal
"Loh main nyosor aja anak gadis orang" kata Erik menjahili Iqbal.
"Diam loh berdua" ucap Iqbal datar.
Zahra yang melihat ketiga pria di depannya sedang adu mulut memili diam.
"Kita antar kamu pulang ya" ucap Iqbal.
Zahra hanya menganggu kan kepala, Erik dan Aldo lalu masuk kedalam mobil duduk di banku belakang.
Iqbal menjalankan mobilnya dengan kecepatan rendah tidak ada yang bersuara hanya ada keheningan di dalam mobil itu sesekali Iqbal melihat kearah Zahra.
30 menit kemudian...
Mobil yang di kendarai oleh Iqbal memasuki halaman rumah Zahra, bunda yang mendengar suara duru mobil langsung pergi keluar.
Bunda yang melihat Zahra keluar dari mobil itu langsung berlari memeluknya. Bunda menangis melihat keadaan putrinya yang sangat berantakan.
"Sayang kamu gak apa-apa preman itu gak jahati kamu kan" tanya bunda dengan kuatir.
"Zahra gak apa-apa ko bunda Kak Iqbal udah nolongin Zahra " ucap Zahra.
Ayahnya Zahra yang melihat Iqbal langsung memeluknya dia sangat berterima kasih karena sudah menolong putrinya.
"Makasih Nak Iqbal sudah mau menolong anak om" ucap Adrian ayah Zahra.
"Iya om sama-sama" ucap Iqbal tersenyum.
Tiara langsung memeluk sahabatnya dengan erat dia juga begitu kuatir sama Zahra untungnya Iqbal segera menolongnya.
Ayah dan bunda lalu mengajak mereka semua masuk untuk mengobrol di dalam.
*******
Di sebuah apartemen seorang wanita sedang menahan emosi nya karena baru saja mendapat telpon dari anak buahnya kala gadis yang mereka culik kabur bersama 3 orang pria.
"Ternyata kamu suda mencintainya sampai kamu rela menolong gadis sialan itu" ucap wanita itu sambil meyesapkan minuman yang ada di tangannya.
"Aku tidak akan membuat kalian bahagia tunggu saja pembalasanku" ucap wanita itu lagi.
"Ada apa sayang kau terlihat kesal" tanya Tomi yang baru saja tiba
"Aku hanya lagi marah saja karena preman-preman itu bekerja tidak becus" ucap Siska.
"Nanti kita pikirkan rencana lain lagi, udah gak usah cemberut tuh kan cantiknya hilang" ucap Tomi.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Like, comen dan votenya yahππ