Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
Ke Kampus



Setelah berpamitan pada sekretarisnya, Iqbal masuk ke dalam lift yang akan membawanya ke lantai dasar. Lagi-lagi semua mata para karyawan wanita, memandang Iqbal tampa berkedip.


Iqbal kemudian masuk ke dalam mobil, lalu menjalankan mobilnya meninggalkan area kantor. Iqbal melihat jalan yang sedikit macet, ia mengumpat kesal karena tidak bisa sampai dengan cepat menemui calon istrinya.


45 menit kemudian, mobil Iqbal memasuki parkiran kampus, setelah Iqbal memikirkan mobilnya, ia melangkah masuk menyusuri lorong koridor untuk mencari kelas Zahra. Banyak sahabat-sahabat Iqbal yang menyapanya dan di balas ramah oleh Iqbal. Ia tidak mau di cap sebagai orang sombong di mata orang lain.


Dari kejauhan, Iqbal melihat Zahra berjalan bersama Tiara sahabatnya.


"Zah, itu kayak Iqbal" ucap Tiara


Zahra melihat ke arah yang di tunjuk oleh Tiara dan benar saja itu beneran Iqbal, Zahra pikir calon suaminya itu hanya bercanda saja datang ke kampus.


"Sayang" panggil Iqbal setelah tiba di hadapan Zahra


"Cie-cie yang di samperin sama calon suami" ucap Tiara menjahili sahabatnya


"Kuliahnya udah selesai kan" tanya Iqbal


"Udah kok kak" jawab Zahra


"Woi.. Iqbal.." panggil Aldo dan Erik dari kejauhan


"Kenapa sih loh berdua terik-terik" tanya Iqbal kesal pada ke dua sahabatnya itu


Bukannya merasa bersalah, Aldo dan Erik malah terkekeh geli melihat wajah kesal Iqbal.


"Ya ela galak amat pak direktur" ucap Aldo menggoda Iqbal


Zahra dan Tiara hanya bisa melihat perdebatan ke tiga pria yang ada di depan mereka.


"Eh ada calon pacar yah rupa nya" ucap Erik mengedipkan sebelah matanya pada Tiara


Tiara yang melihat itu bergidik ngeri di buatnya, sedangkan Iqbal memandang Erik dan Tiara bergantian. Iqbal baru ingat perkataan tempo hari ternyata cewek yang di bilang Erik adalah Tiara.


"Ra, jangan mau sama playboy kampret ini ceweknya banyak" ucap Iqbal


"Beb, jangan dengerin Iqbal boong dia" ucap Erik membela diri


"Gak mau ngaku lagi loh" ucap Iqbal


"Cih, sok cool" ucap Tiara


"Udah-udah ko pada ribut sih, lebih baik ni mumpung lagi ada pak direktur traktirin kita dulu deh" ucap Aldo


"Benar banget tuh Do" timpal Erik


"Ih gak modal banget sih jadi cowok" ucap Tiara yang menyingung Erik


"Udah gak usah berantem, kita jadi makan siang gak?" tanya Zahra


Iqbal melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, sudah menunjukan pukul setengah dua belas siang.


"Kita cari makan dulu deh, belum pada makan siang kan" tanya Iqbal yang mendapat anggukan dari semuanya.


Mereka berjalan menuju kantin kampus, setibanya di sana, Iqbal menyiapkan kursi untuk Zahra dan Erik juga mempersilahkan Tiara duduk di kursi yang ada di dekatnya.


"Cie..." goda Iqbal pada Aldo


Zahra lalu memesankan semua pesanan mereka, sedangkan Iqbal sibuk dengan ponsel miliknya.


"Kak, liatin apa si ko serius banget" tanya Zahra


Iqbal mengalihkan pandangannya dari layar ponsel miliknya melihat calon istrinya.


"Lagi baca Email dari Dimas sayang" jawab Iqbal dengan lembut


"Ooh" Zahra


Tak lama kemudian, pesanan mereka datang. lalu mereka makan siang dalam hening, tak ada yang bersuara hanya dentuman sendok yang terdengar.


Bersambung...


Hay,hah Guyssss.... Maaf baru up ya😊


Like, Komen sama Vote yah guys. Terimakasih😊🙏🙏