
Zahra menghabiskan porsi makanannya, dia langsung menghampiri si penjual lalu menyerahkan selembar uang 100 ribu tapi buru-buru Iqbal menahannya.
"Biar aku saja yang membayarnya" ucap Iqbal mengambil dompetnya dari kantong celananya.
Zahra hanya memandang pria yang ada di depannya tampa berkata apa-apa.
"Ini pak kembaliannya di ambil saja" ucap Iqbal pada si pemilik rumah makan
"Makasih Nak" ucap si pemilik rumah makan
Iqbal lalu mengajak Zahra keluar, Iqbal baru ingat kalau dia tidak sendirian tapi bersama dua sahabatnya.
"Zahra, kamu tunggu di sini sebentar ya" ucap Iqbal.
Zahra hanya menganggukkan kepalanya, Zahra melihat Iqbal berjalan mendekati mobilnya dari ke jauhan Zahra melihat Iqbal sedang berbincang-bincang bersama kedua sahabatnya tak lama kemudian Iqbal kembali mendekat ke Zahra sedangkan kedua sahabatnya pergi membawa mobil miliknya.
"Maaf ya nunggu lama, aku tadi nyuruh Erik dan Aldo balik duluan" ucap Iqbal tersenyum.
"Gak papa ko kak" jawab Zahra agak gugup karena ini kali kedua dia bertemu dengan Iqbal.
Iqbal lalu melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya sudah menunjukan pukul 9 malam Iqbal langsung mengajak Zahra pulang.
"Mana kunci mobil kamu, biar aku yang nyetir" ucap Iqbal meminta kunci mobil.
Zahra mengambil kuncinya di dalam dompetnya lalu memberikan pada Iqbal.
Iqbal membukakan pintu untuk Zahra mempersilahkan untuk masuk lalu Iqbal memutari mobil lalu duduk di kursi kemudi.
Iqbal menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Zah, om sama tante apa kabar" Iqbal bertanya pada Zahra.
"Allhamdulillah baik, tapi saat ini bunda dan ayah sedang berada di luar kota ada perjalanan bisnis" jawab Zahra.
"Kamu sama siapa di rumah" tanya Iqbal lagi.
"Aku sendiri, bibi lagi pulang kampung tapi aku udah minta Tiara buat temani aku ko" ucap Zahra sambil tersenyum kearah Iqbal.
Sontak saja senyum Zahra membuat Iqbal seperti terhipnotis.
"Zahra boleh aku mengatakan sesuatu" ucap Iqbal.
"Apa kak" ucap Zahra
"Kamu cantik kalau lagi senyum" ucap Iqbal melihat Zahra.
Zahra langsung terdiam melihat Iqbal, Zahra berfikir mungkin Iqbal juga menggombal semua cewek-ceweknya gitu.
"Kakak gombalin cewek-cewek kakak gitu juga ya" kata Zahra.
"Gak ko aku gak pernah muji mereka cantik" jawab Iqbal.
Tiba-tiba ada yang menelpon Zahra, dia lalu mengangkatnya si penelpon adah Tiara sahabatnya.
"Assalamualaikum,, Ra" ucap Zahra
" ........ "
"Iya sebentar lagi aku sampai ko tadi keluar cari makan" ucap Zahra.
"........ "
"Iya tunggu aja bentar lagi nyampe ko" ucap Zahra pada sahabatnya dan panggilan telpon terputus.
Tak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh Iqbal tiba di kediaman Zahra, Iqbal langsung membukakan pintu untuk Zahra.
"Makasih ya kak uda nganter Zahra sampai rumah" kata Zahra.
"Iya sama-sama" jawab Iqbal.
"Mobil Zahra bawa aja nanti besok balikin di kampus nanti Zahra naik mobil Tiara besok ke kampus" ucap Zahra pada Iqbal.
"Beneran gak papa ni" ucap Iqbal
"Gak papa ko kak" ucap Zahra lembut.
"Kalau gitu aku balik ya kamu langsung masuk aja udah malam" ucap Iqbal.
Zahra melihat Iqbal masuk kedalam mobil lalu mobil pun mulai menjauh.
******
"Gara-gara perempuan sialan itu Iqbal ninggalin aku, kamu akan membayar semua rasa sakit ku" ucap Siska bergumung seorang diri.
Zahra dan Tiara tiba di kelas mereka hari ini ada 2 mata kuliah, Zahra langsung duduk di kursi miliknya begitupun dengan Tiara.
Iqbal dan kedua sahabatnya saat ini sedang menikmati makan siang mereka di sebuah caffe.
"Semalam loh pulang nganter Zahra" tanya Erik kepo.
"Iya semalam gue nganter dia kerumahnya" jawab Iqbal.
" Loh gak ngapa-ngapain anak gadis orang kan" tanya Aldo memandang Iqbal dengan sangat sadis.
"Yah enggaklah mana berani gue macam-macam sama dia" ucap Iqbal memukul lengan sahabatnya.
"Biasa aja kali gue kan cuma nanya" ucap Aldo
Aldo melihat Siska dari ke jauhan sedang berjalan memasuki restoran dengan seorang pria.
"Itu bukannya Siska ya" ucap Aldo memberi tau Iqbal.
Erik dan juga Iqbal langsung melihat kearah yang di tunjuk Aldo dan benar saja Siska duduk di salah satu meja bersama seorang pria yang sering mereka liat kalau lagi nongkrong di tempat biasa.
"Itu bukannya si Tomi ya ngapain dia sama Siska" ucap Erik
"Mungkin mereka pacaran gak mungkin gak ada hubungan" sambung Aldo.
Iqbal tak menghiraukan omongan kedua sahabatnya karena itu sudah bukan urusannya lagi.
Siska tidak melihat Iqbal dan kedua sahabatnya karena saat ini Siska duduk membelakangi meja yang di duduki Iqbal dan kedua sahabatnya.
"Gimana apa kamu udah siapin seseorang untuk menculik wanita itu" tanya Siska pada Tomi.
"Udah sayang kamu tenang aja" ucap Tomi sambil mengelus pipi Siska.
"Aku mau perempuan itu harus rasain apa yang aku rasain" ucap Siska dengan marah.
"Kamu jangan cemberut gitu dong nanti cantiknya hilang" ucap Tomi
"Makasih ya sayang" ucap Siska sambil memeluk Tomi.
"Apa sih yang gak buat kamu sayang" ucap Tomi sambil menggoda Siska
"Ih kamu tuh ya selalu aja godain aku" ucap Siska manja.
Iqbal dan kedua sahabatnya memili pergi dari restoran itu setelah menyelesaikan makanan mereka, tujuan mereka saat ini adalah balik ke kampus untuk mengembalikan kunci mobil milik Zahra.
20 menit kemudian...
Mereka bertiga tiba di parkiran kampus, Iqbal dan kedua sahabatnya berjalan menuju kelas Zahra.
Dari ke jauhan Zahra melihat Iqbal dan kedua sahabatnya.
"Zah, ini kunci mobil kamu" ucap Iqbal menyerahkan kunci mobil Zahra.
"Makasih ya Kak" ucap Zahra
Iqbal hanya tersenyum ke arah Zahrah....
Zahra dan Tiara langsung pamit pada Iqbal dan kedua sahabatnya.
******
Di lain tempat Siska kini sedang berbincang-bincang dengan seorang preman yang dia bayar untuk menculik Zahra.
"Kamu harus bisa membuat gadis itu hancur" ucap Siska pada preman itu.
" Baik bos, bos tenang saja masalah seperti itu kecil buat saya" ucap si preman.
"Ok saya tunggu hasilnya besok dan ingat jangan sampai gagal" ucap Siska.
"Ini bayaran kamu, sisanya nanti saya transfer setelah kerjaan kamu beres semua" ucap Siska memberikan sebuah amplop pada preman itu dan selembar foto Zahra.
Preman itu lalu pergi dari hadapan Siska untuk menemui teman-temannya.
Kamu akan merasakan apa yang aku rasakan wanita sialan, aku akan membuat kamu malu, ucap Siska dalam hatinya sambil tersenyum licik.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Jangan lupa Like, Comen dan Vote nya ya biar aku makin semagat๐๐