Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
Cucu Buat Mami



Seperti janji Iqbal siang ini ia mengajak sang istri jalan-jalan, tapi sebelum itu mereka akan mampir ke kantor terlebih dahulu karena ada berkas penting yang harus di tandatangani oleh Iqbal.


Iqbal melihat sang istri yang yang sudah siap dengan ootd simpel tapi terlihat elegan, atasan blouse putih tulang di dengan bawahan celana kulot hitam, jangan lupakan hijab nya yang berwarna nude membuat penampilan Zahra bertambah keren.


"Sudah siap" tanya Iqbal.


"Iya mas" jawab Zahra.


Iqbal pun mengandeng tangan sang istri keluar dari kamar mereka menuju lantai bawa, senyum Iqbal tak pernah pudar dari kedua bibir manisnya, membuat mami Sisil menatap sang putra dengan curiga.


"Sayang, suami kamu kok senyum-senyum sendiri sih" tanya mami Sisil pada sang menantu kesayangan.


"Lagi bahagia kali mi" ucap Zahra.


"Sayang, kamu kenapa sih" tanya mami Sisil pada sang putra.


"Aku lagi senang banget mi, ya namanya juga pengantin baru" ucap Iqbal tersenyum manis pada wanita yang sudah melahirkannya.


"Cucu buat mami udah proses belum" tanya mami Sisil.


"Udah sementara mi, doain aja" ucap Iqbal santai.


Membuat sang istri yang berdiri di dekatnya menunduk malu, mendengar percakapan sang mertua dengan sang suami.


Mami Sisil yang mengerti kalau saat ini sang menantu sedang malu pun dengan cepat meminta sang putra untuk segera berangkat.


"Kalau gitu kita berangkat ya mi" ucap Iqbal.


"Iya sayang kalian hati-hati ya" ucap mami Sisil.


"Kita pamit ya mi" ucap Zahra.


"Iya sayang" ucap mami Sisil memeluk sang menantu sebelum pergi.


Iqbal lagi-lagi mengandeng tangan sang istri keluar dari rumah besar itu, tak hanya itu Iqbal juga membukakan pintu untuk sang istri, lalu ia memutari mobil dan masuk duduk di kursi kemudi.


Zahra memasang sabuk pengaman nya, setelah melihat sang istri sudah mengenakan sabuk pengaman, Iqbal pun menjalang kan mobilnya keluar dari halaman rumah besar itu.


☘☘☘☘


Erik dan Aldo sedang berjalan ke arah kantin kedua mata Erik tak sengaja melihat sosok yang akhir-akhir ini sering menganggu pikirannya.


"Eh Do, Tiara lagi sendirian tuh samperin yuk" ucap Erik.


"Bilang aja kalau loh pengen ketemu dia" ucap Aldo.


"Loh emang teman yang pengertian" ucap Erik langsung menarik tangan sang sahabat untuk mendekati gadis itu.


"Kalau mau pedekate tuh sendirian jangan ngajak-ngajak gue" ucap Aldo.


"Skali-skali juga, nanti gue dekati dia sendirian deh, tapi kali ini temanin dulu" ucap Erik.


Ck, Aldo berdecak kesal melihat sang sahabat, kedua pria itu pun mendekati meja yang di duduki oleh Tiara.


"Hay manis" sapa Erik.


"Kita boleh duduk di sini gak manis" tanya Erik.


"Duduk aja" ucap Tiara tampa mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya.


Tiara saat ini sendirian karena sang sahabat masi cuti, mungkin beberapa hari lagi Zahra baru masuk kampus.


"Serius banget sih, lagi chetan sama siapa sih" tanya Erik kepo.


"Teman loh tuh kepo banget sih" tanya Tiara ada Aldo.


Tapi yang di tanya hanya mengangkat kedua bahunya cuek pertanda gak tau apa-apa.


"Loh mesan minum kek ngajak gue duduk di sini" ucap Alah melihat sang sahabat.


"Loh pesan aja, gue lagi diet soalan ya" ucap Erik.


"Diet, gak salah seorang Erik diet" tanya Aldo.


"Gue mau ngecilin perut biar terlihat ****" ucap Erik, membuat gadis yang tadi sibuk dengan ponselnya melihat ke arah dua pria itu.


Tiba-tiba datanglah kedua wanita cantik dan langsung duduk di dekat Erik, membuat ketiganya yang duduk tadi menjadi kaget.


"Rik kok kalian udah gak pernah ke klab lagi sih" tanya salah satu wanita berambut pirang.


"Kita udah tobat, sana kalian pergi dari sini ganggu aja" ucap Erik mengusir kedua wanita itu.


"Gak asik banget sih kalian" ucap kedua gadis itu lalu beranjak pergi dari sana.


"Ganggu aja" ucap Erik kesal.


"Bukannya itu mantan pacar loh Rik" tanya Aldo.


Mendengar sang sahabat membuka rahasia, membuat Erik menendang kaki sang sahabat di bawa kolong meja.


"Duh sakit tau" ucap Aldo.


"Kalau memang betul gak usah pura-pura" ucap Tiara.


"Mulut loh sih gak bisa di jaga" ucap Erik.


"Gue cabut dulu ada kelas 5 menit lagi" ucap Tiara beranjak dari duduk nya.


Erik dan Aldo melihat kepergian gadis itu yang semakin menjauh.


"Loh yakin suka sama tuh cewek" tanya Aldo dengan serius.


"Loh pikir gue main-main, loh kan liat sendiri gue udah gak lagi masuk klab karena Tiara" ucap Erik melihat sang sahabat dengan serius.


Bersambung...


Jangan lupa Like, komen saman Vote ya...