Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
ZahraTul Syita



Zaki dan Mutiara melihat ke arah meja yang di duduki oleh Iqbal dan Zahra dan Erik dan Tiara.


"Sayang gabung sama mereka aja yuk" ajak Zaki.


"Ayo bang, biar aku juga punya teman ngobrol" ajak Mutiara juga.


Zaki pun mengajak sang istri mendekati meja itu, keempat pasangan itu belum mengetahui kedatangan Zaki dan Mutiara.


"Assalamualaikum semua" ucap Zaki.


"Waalaikumsalam abang, kak Mutiara" jawab Zahra.


"Eh bang, gabung sini aja sama kita" ucap Iqbal.


"Iya dek" ucap Zaki.


"Kak Mutiara cantik deh" ucap Zahra menyambut kaka iparnya itu.


"Makasih dek, kamu juga makin cantik" ucap Mutiara juga.


"Ra," panggil Mutiara juga memeluk Tiara.


Asik bertemu kangen, Iqbal, abang Zaki dan Erik mengobrol tentang bisnis, sedangkan ketiga wanita berhijab itu sedang asik bercerita keseruan menjadi seorang istri, hanya Tiara yang belum mengalami karena ia dan Erik belum menikah.


"Kak belum isi ya?" tanya Zahra melihat kaka iparnya.


"Maksudnya dek, kaka gak ngerti sama pertanyaan kamu" ucap Mutiara sambil tersenyum.


"Calon ponakan aku belu ada kak?" tanya Zahra lagi.


Membuat Mutiara tersenyum malu mendengar pertanyaan sang adik ipar, sedangkan Tiara hanya tersenyum melihat mereka.


"Belum dek, doain aja ya semoga cepat tercapai" ucap Mutiara.


"Amin kak, semoga cepat isi ya" ucap Zahra.


"Aminn" ucap Tiara dan Mutiara.


"Kalau kamu Ra kapan merid?" tanya Mutiara.


"Gak lama lagi dia bakalan jadi istri juga kak" ucap Zahra sambil tersenyum jahil melihat sang sahabat.


"Iya kak, doain aja" ucap Tiara.


"Amin" ucap Mutiara dan Zahra bersama.


"Sayang ngomongin apa sih, kok rame banget?" tanya Zahra melihat sang istri.


"Ada deh, rahasia wanita mas" ucap Zahra.


"Kalian ini ya kalau uda ngobrol" ucap Iqbal.


Zahra, Mutiara dan juga Tiara hanya tersenyum mendengar omelan Iqbal, sedangkan Zaki dan Erik hanya tersenyum melihat Iqbal sedang mendumel.


"Mas temanin aku ke toilet yuk" ajak Zahra pada sang suami.


"Ayo sayang" ajak Iqbal juga.


"Iya" ucap Zaki dan Erik.


Iqbal mengajak sang istri ke toilet, banyak pasang amat yang menatap pasangan suami dan istri itu, apa saat melewati ballroom hotel.


"Mas kok mereka liatin kita terus sih?" tanya Zahra saat ini ke duanya sudah mendekati toilet.


"Karena istri mas ini cantik" ucap Iqbal.


"Ih mas aku tuh serius lagi" ucap Zahra.


"Mas juga jawab serius sayang, malam ini kamu begitu cantik" ucap Iqbal.


"Ya udah AMS tunggu sini ya, aku ke toilet dulu" ucap Zahra.


"Kok tunggu sini sih, gak di ajak masuk juga" tanya Iqbal sambil tersenyum jahil melihat sang istri.


"Mas mau di serang sama wanita lain di dalam toilet?" tanya Zahra.


"Bercanda sayang, mas tunggu di sini ya" ucap Iqbal.


"Iya mas" ucap Zahra lalu masuk ke dalam toilet.


Sambil menunggu sang istri, Iqbal melihat pesan yang baru saja di kirimkan oleh Dimas sang asisten.


Di dalam toilet Zahra yang baru saja selesai melihat penampilan hijabnya di depan cermin pun bersiap keluar.


"Zahra, kamu Zahra kan?" tanya seorang wanita dengan rambut terurai.


"Iya, maaf siapa ya?" tanya Zahra sambil tersenyum.


"Aku Vanesa, kamu lupa ya sama aku kita sekelas waktu SMP" ucap wanita itu.


Zahra pun mengingat ingat ke masa lalu, lalu kembali melihat wanita yang bernama Vanesa itu.


"Iya aku ingat, yang dulu duduk bersama Mia kan?" tanya Zahra.


"Iya, kamu tambah cantik ya sekarang" ucap Vanesa.


"Kamu juga Nes" ucap Zahra.


"Zah, kamu hamil kok nikah gak ngundang sih?" tanya Vanesa.


"Iya Nes, Alhamdulillah,, maaf habis aku hilang kontak sama kamu jadi gak bisa ngundang kamu deh" ucap Zahra.


"Kamu ke sini sama suami kamu Zah?" tanya Vanesa.


"Iya dia lagi nunggu di luar Nes" ucap Zahra.


Sik mengobrol, Zahra melupakan sang suami yang sudah menunggunya sedari tadi, di luar toilet Iqbal sudah menunggu sang istri lama.


Ada beberapa wanita yang menatap Iqbal, karena pria itu berdiri di dekat toilet wanita, tapi Iqbal tak menghiraukan tatapan para wanita itu.


Mau masuk gak bisa karena itu adalah toilet wanita, nanti dia bisa di gebukin oleh para wanita di dalam sana karena sudah lancang masuk ke dalam toilet, tapi ia sangat menghawatirkan sang istri yang belum juga keluar dari dalam toilet.


Di dalam sana Zahra baru ingat kalau ia sudah mengobrol lama bersama Vanesa, dengan cepat Zahra pamit dan melihat sang suami yang masi setia menunggu di depan toilet wanita.