Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
Makan Malam



Zahra keluar dari kamar mandi dan melihat sang suami tertidur pules sambil memegang ponsel, Zahra memili tak membangunkan sang suami, membiarkan Iqbal tidur sejenak karena Zahra tau pasti suaminya itu kecapean seharian di kantor.


Zahra mengambil baju ganti di dalam lemari, lalu Zahra keluar dari kamar turun ke lantai bawa untuk mencari keberadaan sang bunda.


"Sayang, bantuin bunda masak ya" ucap bunda.


"Iya bun ayo" ajak Zahra.


Bunda dan Zahra berkutat di dapur, membuat menu makan malam, bunda membuat udang saus campur pete menu kesukaan Zaki dan Zahra dari kecil dulu.


Bunda juga membaut udang saus tampa pete, karena bunda tau sang menantu tidak suka makan pete, karena tidak terbiasa.


Di dalam kamar Iqbal menggeliat dari tidurnya, dan melihat sekeliling kamar yang sudah mulai gelap.


"Ya ampun gue ketiduran" ucap Iqbal bangun dari baringnya.


"Sayang, sayang" panggil Iqbal tapi tak mendapat sahutan.


Iqbal pun memili masuk ke dalam kamar mandi, karena Iqbal tau mungkin sang istri sudah turun ke bawa untuk membantu sang bunda.


Zaki keluar dari dalam kamar nya, lalu berjalan ke arah dapur ingin mengambil air di dalam kulkas.


"Abang" panggil Zahra dan langsung memeluk Zaki.


"Hey, udah datang suami kamu mana dek" tanya Zaki membalas pelukan sang adik.


"Mas Iqbal di kamar kak" ucap Zahra melepas pelukannya dari abang Zaki.


Zaki lalu duduk di kursi meja makan, dan melihat ada menu kesukaannya di atas meja, udang sambal pete.


Setelah makanan semua sudah selesai di masak, bunda dan Zahra menata semuanya di meja dengan rapi.


"Sayang kamu pangilin suami kamu ya, biar bunda pangilin ayah kamu" ucap bunda.


"Iya bunda" ucap Zahra pergi ke kamar memanggil sang suami.


Cleekkk...


Zahra membuka pintu kamar dan melihat ke arah ranjang, sudah kosong lalu Zahra melihat ke arah balkon tak ada juga keberadaan sang suami.


"Mas, kamu di kamar mandi" tanya Zahra dari balik pintu.


"Iya sayang" jawab Zaki.


Zahra menyiapkan baju sang suami, lalu meletakan di atas ranjang Zahra lalu duduk di sisi ranjang menunggu sang suami selesai membersihkan diri.


Pintu kamar mandi terbuka Iqbal keluar dengan handuk yang melilit di pinggang nya, Iqbal mengambil baju yang sudah di siapkan oleh sang istri.


"Sayang kok kamu gak bangunin aku sih" tanya Iqbal.


"Aku gak tega bangunin kamu yang tidur nyenyak banget" ucap Zahra.


"Turun yuk, kita makan malam, abang, bunda sama ayah pasti udah nungguin kita" ucap Zahra.


"Ayo sayang" ajak Iqbal.


Pasangan suami dan istri itu keluar dari dalam kamar, turun ke lantai bawa dan berjalan ke arah ruang makan.


"Abang" sapa Iqbal.


Setelah semuanya sudah berada di meja makan, makan malam pun di mulai, bunda dan Zahra melayani suami masing-masing, lalu bunda mengambil menu makan sang putra.


Iqbal melihat sang istri yang makan udang sambal pete dengan lahap, begitu pun dengan Zaki.


"Itu makanan kesukaan mereka nak" ucap bunda melihat sang menantu.


"Mas gak mau coba, ini enak banget loh" ucap Zahra.


"Gak sayang, mas gak bisa makan pete" ucap Iqbal.


"Kita abisin aja bang" ucap Zahra melihat sang abang, Zaki pun menganggu dengan senang.


Sedangkan bunda dan ayah tersenyum melihat kedua anak mereka yang dengan lahapnya makan makanan kesukaan mereka.


☘☘☘☘


Erik lagi-lagi datang ke apartemen sang sahabat Aldo, Erik datang membawa sesuatu.


"Loh bawa apa" tanya Aldo.


"Gue bawa bom, buat ngancurin apartemen loh" ucap Erik.


"Gila loh" ucap Aldo.


Aldo melihat sesuatu yang di bawa oleh sang sahabat.


"Loh beneran bawa bom" tanya Aldo dengan serius.


"Gak lah, gue cuma bercanda tadi" ucap Erik.


"Lah terus loh bawa apa itu" tanya Aldo.


"Ini tuh buku, buat anak-anak jalanan" ucap Erik.


"Sejak kapan loh jadi perduli orang gini" tanya Aldo melihat sang sahabat.


"Udah lama" ucap Erik.


Aldo melihat buku-buku baru yang sepertinya baru ia beli itu, Aldo tak menyangka kalau sang sahabat punya keperdulian kepada orang lain.


"Nanti gue bagiin besok pulang kampus, mereka lagi ngamen" ucap Erik.


"Gue ikut ya, biar gue bantu" ucap Aldo.


"Boleh, tapi loh gak mau bantu juga" ucap Erik.


"Nanti gue pili baju-baju gue yang udah jarang gue pake, lagian sayang kan bajunya di buang masi bagus-bagus" ucap Aldo.


"Boleh deh, nanti loh kumpulin aja, kita bagiin besok" ucap Erik.


"Oke sip" ucap Aldo.


Keduanya mengobrol, sampai Erik kembali pamit pulang karena malam sudah semakin larut.


Bersambung....


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys...