
Zahra dan Iqbal baru saja tiba di rumah ayah dan bunda, abang Zaki menyambut kedatangan adik dan adik iparnya itu. Hari ini abang Zaki pulang terlebih dahulu.
"Assalamualaikum abang" ucap Zahra mencium punggung tangan sang abang.
"Waalayikumsalam dek" ucap Zaki.
Iqbal juga mencium punggung tangan kaka iparnya, lalu mereka masuk ke dalam.
"Abang bunda mana?" tanya Zahra.
"Bunda lagi keluar dek" ucap abang Zaki.
Zahra beranjak pergi ke dapur untuk mengambil air putih, sedangkan Zaki dan Iqbal mengobrol di ruang tengah.
"Bal, gimana kerjaan kamu" tanya Zaki.
"Alhamdulillah bang, lancar" ucap Iqbal.
Zahra kembali dengan membawa sesuatu di dalam piring, lalu duduk di dekat sang suami.
"Sayang itu apa" tanya Iqbal menunjuk ke arah piring.
"Ini kue basah mas, buatan bunda" ucap Zahra.
"Mas mau gak?" tawar Zahra.
"Boleh, mas juga mau rasain" ucap Iqbal.
Zahra memberikan satu kue basah itu pada sang suami, lalu Zahra mengambil untuknya dan langsung memakannya.
"Manis banget ya sayang" ucap Iqbal.
"Iya mas, ini di bikin dari gula mera jadi memang manis banget" ucap Zahra.
"Mas mau lagi?" tawar Zahra.
"Gak deh, ini cukup sayang manus banget kue nya" ucap Iqbal memakan habis kue yang di berikan sang istri barusan.
"Abang mau gak?" tawar Zahra.
"Gak dek abang masi kenyang" ucap Zaki.
Zahra memakan kue yang tersisa di dalam piring sampai habis.
☘☘☘☘
"Nak temanin ibu belanja ya, buat besok" ucap ibu Mutiara.
"Iya bu" ucap Mutiara.
Mutiara dan sang ibu akan pergi belanja, buat keperluan besok malam menyambut kedatangan Zaki dan kedua orang tuannya yang akan datang bertamu.
"Kalau gitu Mutiara siap-siap ya bu" ucap Mutiara.
"Iya nak, ibu juga mau siap-siap" ucap ibu.
Mutiara pergi ke dalam kamarnya, membersihkan diri.
"Bapak, ibu sama Mutiara mau keluar belanja ya" ucap Ibu pada sang suami.
"Iya bu" ucap bapak.
Setelah menunggu sang putri selama hampir 20 menit, akhirnya Mutiara keluar kamar dengan pakaian rapi.
"Sudah siap nak?" tanya Ibu.
"Udah bu, ayo kita pergi?" ajak Mutiara.
"Bapak, ibu sama Mutiara pamit ya" ucap ibu.
"Iya bu, hati-hati ya" ucap bapak.
"Waalayikumsalam" jawab bapak.
Ibu dan Mutiara keluar dari rumah, Mutiara sudah memesan taksi online dan sudah menunggu di depan rumah.
Ibu dan Mutiara pun masuk ke dalam mobil, tujuan keduanya saat ini adalah supermarket.
☘☘☘☘
Erik dan Aldo saat ini sudah menyandang status sarjana, sudah bukan anak kampus lagi kedua pria itu lulus dengan nilai-nilai yang tinggi.
"Akhirnya ya wisuda juga" ucap Aldo.
"Iya, gue pengen cepat-cepat kerja cari uang buat ngelamar Tiara" ucap Erik membuat Aldo melengos.
"Loh serius mau nikah muda?" hanya Aldo.
"Ya ia lah, sejak kapan gue bercanda" ucap Erik.
"Terus kalau loh udah nikah, gue nongkrong ama siapa dong" tanya Aldo.
"Ya loh cari istri juga lah" ucap Erik.
"Loh kira mau nyari istri kaya nyari sayur di pasar" ucap Aldo menatap Erik kesal.
"hehehe iya juga ya" ucap Erik sambil terkekeh geli.
"Makan loh buruan cari pacar dong" ucap Erik.
"Ya sabar ini lagi sementara nyari" ucap Aldo.
"Lebih cepat lebih bagus men" ucap Erik.
"Iya" ucap Aldo.
"Cabut yuk" ajak Erik.
Erik dan Aldo keluar dari kafe yang tempat biasa mereka nongkrong, setelah ini mereka akan sangat jarang untuk berpergian bersama, seperti Iqbal yang saat ini sudah sangat jarang pergi nongkrong tidak seperti dulu lagi.
"Ke rumah gue ya" ajak Erik.
"Iya" ucap Aldo, Erik kemudian menancap gas mobilnya menuju rumahnya.
Setalah menempuh perjalanan hampir setengah jam, mobil yang di kendarai oleh Erik pun memasuki halaman rumah.
Erik dan Aldo lalu turun dari dalam mobil, dan langsung masuk ke dalam rumah. Kedatangan kedua pria itu di sambut gembira oleh seorang bocah kecil.
"Kak, kaka udah pulang ya, ya aku kira kaka ngajak kaka cantik" ucap Emon.
"Kaka cantik lagi kuliah dek" ucap Erik.
"Yah padahal aku kan kangen pengen ketemu kaka cantik" ucap Emon.
"Kaka cantik siapa sih" tanya Aldo.
"Kaka Tiara lah kak Aldo, siapa lagi" ucap Emon.
Membuat Aldo dan Erik tertawa mendengar celotehan bocah kecil itu, Erik lalu mengajak sang adik ikut dengannya dan Aldo.
"Main sama kaka dan kak Aldo yuk" ajak Erik.
"Ayo kak" ucap Emon dengan antusias.
"Tapi kita main game ya" ucap Aldo.
"Oke kak" ucap Emon.
Erik, Aldo dan Emon pun bermain game di kamar Erik yang aada di lantai atas.
Bersambung...