
Suasana pernikahan Zaki dan Mutiara berjalan dengan lancar, acara yang hanya di hadiri oleh oleh kerabat dekat dan para sahabat.
Zaki saat ini berada di rumah sang istri, sedangkan ayah, bunda, dan yang lain sudah pulang sedari tadi sore.
Rencananya besok Zaki akan mengajak sang istri ke rumah Zaki, dan Mutiara akan tetap menjadi sekertaris Zaki seperti permintaan gadis itu.
"Bang, mau mandi dulu?" tanya Mutiara.
"Iya sayang, abang pinjam handuk kamu ya" ucap Zaki.
"Iya abang" ucap Mutiara.
Mutiara beranjak mengambil handuk yang ada di dalam lemari, lalu memberikan pada sang suami.
"Ini bang" ucap Mutiara.
"Makasih ya sayang" ucap Zaki, lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Mutiara lalu menyiapkan baju ganti untuk sang suami, lalu Mutiara keluar dari kama untuk melihat kedua orang tuanya.
"Ibu, bapak" panggil Mutiara.
"Nak, suami kamu mana?" tanya ibu Mutiara.
"Bang Zaki lagi mandi bu" ucap Mutiara.
"Selesai mandi suami kamu, kita makan malam bersama ya, besok kan kalian akan ke rumah suami kamu" ucap Ibu.
"Iya ibu, Mutiara janji akan sering-sering menginap di sini" ucap Mutiara, melihat kedua orang tuanya.
"Iya nak" ucap Ibu mutiara.
Zaki keluar dari kamar mandi tapi tak menemukan sang istri di kamar, Zaki melihat baju ganti yang sudah di siapkan oleh sang istri.
Angga lalu mengambil baju itu dan memakainya, lalu menyusul sang istri keluar. Zaki melihat sang istri sedang mengobrol bersama ibu dan bapak.
"Bang, udah habis mandi?" tanya Mutiara, minat sang suami keluar dari kamar.
"Iya sayang" ucap Zaki duduk si dekat sang istri.
"Nak Zaki, bapak titip Mutiara ya nak" ucap bapak melihat sang menantu.
"Iya bapak, Zaki akan menjaga istri Zaki" ucap Zaki.
"Terimakasih nak, bapak senang dengar nya" ucap bapak Mutiara.
Setelah mengobrol cukup lama, Semaunya pergi ke ruang makan, karen di sana makan malam sudah di siapkan.
☘☘☘☘
Suasana makan malam di kediaman rumah Gunawan saat ini juga sedang berlangsung. Di maan Iqbal dengan talenta menyiapkan menu makanan sang istri.
"Mas aku bisa sendiri kok" ucap Zahra.
"Udah gak papa sayang, biarkan suami kamu sibuk dulu ngurusin kamu yang lagi hamil" ucap Mami Sisil.
"Tapi Zahra gak enak mi" ucap Zahra.
"Papi juga gini gak sama mami waktu hami aku" tanya Iqbal.
"Waktu hamil kamu papa di buat repot sama mama kamu nak" ucap papi Mario.
Sedangkan mami Sisil hanya cuek memakan makannya, tanpa memperdulikan omongan sang suami.
"Buat repot gimana pi?" tanya Iqbal kepo.
"Mami kamu dulu ngidam hal-hal gak ada di indonesia" ucap papi Mario.
"Maksud papi?" tanya Iqbal lagi.
"Mami kamu ngidam pengen nonton bola langsung di luar negri, gak mau nonton dari tv waktu hamil kamu dulu kan lagi piala dunia" ucap papi Mario melirik sang istri yang hanya cuek aja.
"Benar gitu mi" tanya Iqbal melihat sang mami.
"Iya sayang" ucap mami Sisil.
"Terus papi ngikutin mau mami?" tanya Iqbal lagi.
"Ialah nak, kan lagi ngidam" ucap papi Mario.
"Malam itu juga kita terbang ke prancis nonton piala dunia, habis mami kamu pengen liat Messi sih" ucap papi Mario.
"Repot juga ya, tapi kok aku gak suka bola sih pi" tanya Iqbal.
"Ya mungkin karena sudah tercapai waktu hamil dulu" ucap papi Mario.
"Benar juga ya" ucap Iqbal.
"Nak kamu jangan minta yang aneh-aneh ya, cukup papa aja dulu nyusahin opa sama om" ucap Iqbal id depan perut sang istri.
"Ayo mas makan makanan nya mas" ucap Zahra.
"Iya sayang" ucap Iqbal.
Papi Mario melirik sang istri yang hanya diam saja, itu adalah masa di mana mami hamil Iqbal. tapi papi Mario tidak merasa di repot kan kok kan itu demi sang putra.
"Sayang mau ke mana?" tanya Iqbal.
"Mau ambil gelas mas" ucap Zahra.
"Udah tunggu di sini aja, biar mas yang ambil" ucap Iqbal.
"Iya mas, makasih ya" ucap Zahra.
"Iya sayang sama-sama" ucap Iqbal pergi mengambil gelas yang di minta oleh sang istri.
Iqbal kembali dengan membawa gelas kosong, lalu di berikan pada sang istri. Zahra menuangkan susu yang di buatkan oleh sang suami sebelum makan tadi.
Itu adalah susu ibu hamil, yang selalu rutin si minum oleh Zahra setiap malam dan tentunya Iqbal lah yang membuatnya. Zahra meminum habis susu buatan sang istri, lalu meletakan kembali gelasnya di atas meja.
Bersambung....
Jangan lupa Like, komen sama Vote ya guys...