
1 Minggu kemudian.....
Zahra dan Iqbal saat ini sedang berada di dalam mobil tujuan mereka saat ini adalah butik untuk fitting gaun pengantin.
Mobil yang di kendarai oleh Iqbal kini memasuki area parkiran salah satu butik mewah di kota bandung. Iqbal membukakan pintu untuk calon istrinya mereka berdua melangkah masuk ke dalam butik itu.
"Mari mbak Zahra silahkan masuk" sapa karyawan butik itu
Zahra tersenyum manis pada para karyawan itu. Zahra dan Iqbal memasuki salah satu ruangan untuk melihat baju untuk mereka.
Salah satu karyawan membawakan satu buah gaun pengantin yang sangat mewah.
"Mbak Zahra ini gaun pengantin yang suda di siapkan desain kami" ucap karyawan itu
Zahra, mengikuti karyawan itu ke sebuah ruangan yang ada di situ dengan Iqbal yang menunggu di sebuah sofa.
Beberapa menit kemudian Zahra keluar dari ruangan itu dengan gaun pengantin yang membalut tubuh mungilnya.
"Kak.. Gaunnya bagus gak?" tanya Zahra
Iqbal memandang Zahra tampa berkedip, Iqbal akui saat ini Zahra sangatlah cantik dengan mengenakan gaun itu.
"Kak Iqbal kok melamun" ucap Zahra lagi karena tak mendapat sahutan dari calon suaminya
"Eh iya sayang, sayang bilang apa tadi maaf kakak gak dengar habisnya sih calon istri aku cantik banget" ucap Iqbal panjang lebar
Zahra melihat karyawan itu tersenyum geli melihat tingkah Iqbal dan hal itu membuat kedua pipi Zahra bersemu merah seperti kepiting rebus.
Karyawan itu mengambil jas yang akan di pakai oleh calon pengantin pria lalu memberikan pada Iqbal, tampa tunggu lama Iqbal masuk e salah satu ruangan untuk mencoba jasnya tak lama kemudian Iqbal keluar dari ruangan itu dengan penampilan yang begitu sempurna di setiap mata para kaum wanita.
Selesai fitting baju pengantin Iqbal dan Zahra keluar dari butik itu.
"Sayang kita mampir makan siang dulu ya" ucap Iqbal
"Iya kak" jawab Zahra
Mereka lalu masuk ke dalam mobil lalu mobil itu keluar dari area parkiran butik. Iqbal mengemudikan mobilnya menuju restoran favorit Zahra.
20 menit kemudian mobil itu tiba di sebuah restoran, seperti biasa Iqbal selalu membukakan pintu untuk Zahra.
Iqbal dan Zahra melangkah masuk ke dalam restoran itu lalu duduk di salah satu meja kosong yang ada di sana.
Zahra membuka buku menu untuk melihat-lihat menu yang akan mereka pesan.
"Kak mau pesan apa" tanya Zahra
"Samain aja sayang" jawab Iqbal
Zahra melambaikan tangannya untuk memanggil pelayan, salah satu pelayan datang menghampiri meja yang di duduki oleh Zahra dan Iqbal.
"Iya mbak mau pesan apa" ucap pelayan
"Pesan nasi goreng seafood dua sama minumnya es jeruk saja" ucap Zahra
Pelayan itu langsung mencatat pesanan Zahra dan berlalu dari hadapan Zahra.
Fadlan yang baru saja masuk ke restoran itu bersama dengan teman-temannya tak sengaja matanya melihat wanita yang saat ini singa di hatinya.
Fadlan dan teman-teman nya duduk di salah satu meja yang tak jauh dari Zahra dan Iqbal.
"Misi kak ini pesanannya" ucap pelayan yang mengantarkan pesanan Zahra dan Iqbal
"Makasih ya" ucap Zahra dengan lembut pelayan itu tersenyum lalu pergi
Zahra dan Iqbal mulai memakan pesanan mereka, sesekali Iqbal mengelap sudut bibir Zahra yang ada bekas makanan dan hal itu tak luput dari pandangan Fadlan.
Teman-teman Fadlan yang melihat Fadlan tak henti-hentinya melihat Zahra memberi semangat.
"Aku Doain semoga kamu bahagia Zah" ucap Fadlan dalam hatinya
Setelah selesai makan siang, Iqbal mengantar Zahra pulang..
******
"Loh ngapain si gintilin gue mulu dari tadi" ucap Tiara dengan kesal
"Siapa yang gintilin kamu si aku cuma mau nemanin kamu aja" ucap Erik
"Alesan aja" ucap Tiara ketus
Tiara terus melangkah tampa memperdulikan Erik yang terus mengikutinya dari belakang.
Aldo yang melihat Erik terus mengikuti Tiara cuma mengeleng-geleng kepala.
"Lama-lama tuh anak ngikutin jejak si Iqbal" ucap Aldo
"Ra loh mau kemana si" ucap Erik
"Bukan urusan loh, sana jauh-jauh dari gue" ucap Tiara ketus
Tiara masuk ke dalam mobilnya, bukanya pergi Erik juga ikutan masuk ke dalam mobil Tiara duduk di samping Tiara.
"Ngapain loh masuk mobil gue" ucap Tiara kesal
"Gue mau ikut loh" ucap Erik santai tampa perduli Tiara yang begitu kesal
Tiara memili diam percuma saja adu mulut dengan playboy seperti Erik buang-buang tenaga saja.
Mobil yang di kendarai oleh Tiara berhenti di sebuah toko buku. Tiara turun di ikuti oleh Erik, Tiara melangkah ke dalam toko buku itu di ikuti Erik di belakangnya.
"Loh mau beli buku" ucap Erik
"Gue mau liat buku novel" ucap Tiara ketus
Erik terus mengikuti Tiara yang memutari rak-rak buku dari rak sebelah ke rak sebelah.
"Masi lama ya Ra" ucap Erik
"Kalau loh mau pergi ya pergi aja ngapain loh nungguin gue" ucap Tiara tampa melihat Erik
"Aku bakalan nungguin kamu ko" ucap Erik
Hampir satu jam Tiara dan Erik berada di dalam toko buku itu kini kedua nya melangkah keluar menuju mobil.
"Biar gue aja yang nyetir" ucap Erik
Tiara memberikan kunci mobilnya pada Erik, ia juga lelah karena kelamaan di toko buku itu. Mobil yang di kendarai Erik keluar dari parkiran toko buku itu.
"Ra" panggil Erik
"Kenapa loh manggil-manggil gue" ucap Tiara ketus
"Judes banget si ni cewek gimana gue mau deketin dia kalau baru nanyain gini aja jawabannya udah ketus banget" ucap Erik dalam hatinya.
Erik mencari kontak Aldo lalu memasang Headset Bluetooth di telinga nya.
"Do, loh bisa jemput gue di rumahnya Tiara" ucap Erik
"......"
"Oke gue nanti gue kirim alamatnya" ucap Erik lalu mematikan sambungan telpon
Mobil yang di kendarai oleh Erik kini memasuki halaman rumah Tiara.