
Mutiara mengetuk pintu ruangan sang bos, setelah mendapat sahutan dari dalam Mutiara pun langsung mendorong pintu itu, Mutiara melihat bos nya sedang memeriksa beberapa berkas di atas meja.
"Maaf pak saya mau mengantarkan berkas ini" ucap Mutiara.
"Kamu udah baikan?" tanya Zaki melihat sang kekasih.
"Udah pak" ucap Mutiara.
Zaki menghela nafasnya dengan pelan, ia tau Mutiara memaksakan diri untuk masuk bekerja, padahal Zaki sudah mengingatkan untuk tidak ke kantor kalau belum sehat.
"Taruh aja di situ, dan kamu sini" panggil Zaki.
"Mau apa pak, ini kan di kantor?" tanya Mutiara.
"Jangan banyak tanya sini" ucap Zaki lagi.
Dengan pelan Mutiara melangkah memutari meja sang bos, sambil menunduk Mutiara engan melihat sang bos.
Zaki langsung menempelkan tangannya di kening Mutiara, membuat Mutiara menjadi kaget ulah sang bos.
"Kamu bandel ya" ucap Zaki.
Mutiara yang tau kalau saat ini sang bis sedang kesal pada nya, Mutiara hanya bisa menunduk engan melihat wajah kesal sang bos.
"Sayang aku minta kamu kemarin ngapain kalau masih gak baik" tanya Zaki.
"Maaf aku gak bisa ninggalin kerjaan gitu aja, lagian aku udah gak terlalu pusing kok" ucap Mutiara memberanikan melihat Zaki.
"Oke, kali ini kamu aku maafin, tapi untuk lain kali kamu terima hukumannya" ucap Zaki final.
"Iya aku minta maaf, aku janji gak akan ngulangin lagi" ucap Mutiara.
"Aku pegang janji kamu" ucap Zaki.
Selesai mengintrogasi sang kekasih, Zaki meminta sang kekasih kembali bekerja, lalu Zaki kembali melanjutkan pekerjaannya lagi.
☘☘☘☘
Di kampus terlihat Tiara hanya sendirian duduk di kantin, biasa nya ada sang sahabat yang menemani, tapi sekarang tidak lagi karena barusan ia mendapatkan telpon dari sang sahabat yang akan mengambil cuti karena sekarang Zahra sedang hamil.
Tiara tentu senang mendengar kabar gembira itu, apa lagi mendengar sang sahabat yang sangat bahagia akan menjadi seorang ibu, Tiara berniat akan mencari waktu untuk menemui sang sahabat.
"Hay Ra, sendirian aja" tanya Aldo yang baru saja datang bersama Erik.
"Iya Zahra gak masuk, dia juga udah cuti" ucap Tiara.
"Cuti, cuti buat apa" tanya Erik penasaran.
"Zahra sekarang hamil dan suaminya gak izini Zahra buat ke kampus" ucap Tiara.
"Zahra hamil, wah Iqbal bakalan jadi papa dong" ucap Aldo.
"Iya lah, kan suaminya si Zahra Iqbal" ucap Erik.
"Loh gak pengen kaya Iqbal juga" tanya Aldo melirik Erik.
"Cie, yang ngasi kode" ucap Aldo melihat Tiara dan Erik bergantian.
"Apaan sih" ucap Tiara.
Sedangkan Erik dan Aldo hanya tersenyum melihat ke arah gadis yang duduk di depan mereka, Apa lagi Erik tak lepas senyumnya.
"Ra, ntar mau gak jalan sama gue?" tanya Erik.
"Gak gue gak mau" ucap Tiara tegas.
"Gau akan jemput loh entar habis magrib" ucap Erik, tak mendengar penolakan Tiara.
Sedangkan Tiara hanya menatap kesal ke arah Erik, entah ada apa dengan Tiara setelah melihat Erik waktu itu di depan pusat perbelanjaan membuat Tiara kagum akan hal itu, Erik berbagi dengan anak-anak jalanan.
"Jadi gimana Ra, mau gak pergi sama Erik" tanya Aldo.
"Terserah loh berdua, gue cabut dulu" ucap Tiara dan langsung beranjak pergi dari kursinya.
"Bro Tiara udah ngasi lampu buat loh tuh" ucap Aldo meninju lengan sang sahabat.
"Yoi men, gue bakalan ngajak dia ke tempat yang romantis" ucap Erik.
"Sip sip sip, semoga lancar semuanya" ucap Aldo.
"Eh kita cabut yuk, kan mau ke temu dosen" ucap Erik.
"Ayo" ajak Aldo juga, kedua sahabat itu pun juga ikut beranjak dari kantin.
Tiara terlihat masuk ke dalam kelasnya, salah satu sahabat Tiara mendekat dan duduk di dekat gadis itu.
"Ra gue boleh nanya gak?" tanya teman Tiara.
"Emm, kak Aldo udah punya pacar gak, gue liat loh sering banget sama mereka" tanya teman Tiara.
"Aduh kalau soal itu aku gak tau, aku kan juga gak kepo sama urusan pribadi mereka" ucap Tiara sambil tersenyum.
"Yah, padahal gue naksir sama kak Aldo" ucap teman Tiara.
"Nanti deh gue tanyain temannya ya, nanti gue kabarin loh lagi" ucap Tiara.
"Oke Ra, gue tunggu ya" ucap teman Tiara.
"Takut nya kalau gue deketin kak Aldo dia udah punya pacar, kang gue gak mau di cap sebagai perebut pacar orang" ucap teman Tiara lagi.
"Iya-iya gue tau kok" ucap Tiara sambil tertawa.
Teman Tiara itu beranjak dari kursi dekat Tiara, tak lama kemudian dosen masuk dan mata kuliah pun di mulai.
Bersambung.....
Jangan lupa mampir ke novelku yang lain ya...