Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
Melihat Tiara & Erik



Iqbal dan sang istri kembali ke rumah keluar Gunawan, setelah memastikan kalau kondisi Zahra sudah baik-baik saja, saat ini Iqbal dan Zahra sudah berada di dalam mobil.


"Sudah siap sayang?" tanya Iqbal melihat sang istri.


"Udah mas" ucap Zahra tersenyum.


"Mas janji kapan pun kamu mau nginap di rumah bunda sama ayah mas pasti ikutin kok" ucap Iqbal melihat sang istri.


"Makasih ya mas" ucap Zahra tersenyum juga.


"Iya sayang" jawab Iqbal.


Mobil Iqbal pun melaju dengan kecepatan sedang, sesekali Iqbal melihat sang istri yang duduk di sampingnya.


"Sayang kamu pengen sesuatu gak?" tanya Iqbal.


"Aku pengen martabak di dekat pembelokan situ mas" ucap Zahra.


"Iya kita mampir ya" ucap Iqbal yang mendapat anggukan kepala dari Zahra.


Seperti permintaan sang istri, Iqbal menepikan mobilnya setelah tiba di depan gerobak martabak yang bertuliskan "MARTABAK ENAK".


"Ayo sayang turun" ajak Iqbal.


"Iya mas" jawab Zahra.


Iqbal dan Zahra keluar dari dalam mobil, Iqbal mengandeng tangan sang istri untuk mendekati gerobak penjual martabak itu.


"Pak, martabak nya 3 ya" ucap Iqbal.


"Iya mas mau yang isi coklat apa keju mas?" tanya pak penjual.


"Sayang mau yang isi apa?" tanya Iqbal melihat sang istri.


"Yang isi coklat aja mas" ucap Zahra.


"Mas isi coklat aja 3 ya" ucap Iqbal.


"Oke siap mas, silahkan duduk dulu mas" ucap pak pembeli meminta Zahra dan Iqbal untuk duduk kursi yang sudah di siapa kan.


Iqbal dan Zahra duduk di kursi itu, sambil menunggu martabak nya selesai di buat pak penjual, terlihat pasangan suami dan istri itu mengobrol.


Tapi kedua mata Zahra melihat sesuatu yang berada di seberang jalan, dan Zahra mengenali siapa itu.


"Mas bukannya itu Erik sama Tiara ya?" tanya Zahra menunjuk ke arah mereka.


Iqbal pun melihat ke arah yang di tunjuk oleh sang istri, dan benar saja itu adalah Erik dan Tiara sedang membagikan sesuatu pada anak-anak.


"Mereka lagi ngapain ya" ucap Zahra.


"Mas, mbak ini pesanan martabak nya" ucap pak penjual memberi tas berisi dus martabak.


"Ohh iya jadi berapa pak semuanya" tanya Iqbal.


"Semuanya 75 ribu mas, sepiring nya 25 ribu maklum sekarang barang pada naik mas" ucap pak penjual.


"Iya pak gak papa" ucap Iqbal mengeluarkan uang seratus ribu.


"Iya mas terimakasih banyak mas ya, mbak" ucap pak penjual.


"Iya mas sama-sama" ucap Zahra dan Iqbal.


Lalu pasangan suami dan istri itu kembali masuk ke dalam mobil, tapi masi bisa melihat Erik dan Tiara yang ada di seberang jalan.


"Mas kita samperin yuk" ucap Zahra.


"Iya sayang kita putat balik ya" ucap Iqbal.


Iqbal dan Zahra pun putar balik, agar bisa sampai di jalan seberang dan benar saja Erik dan Tiara sedang berbagi sesuatu pada anak-anak jalanan.


"Ra, Tiara" panggil Zahra setelah membuka kaca mobil.


Tiara yang mendengar namanya di panggil pun melihat ke asal suara, begitu pun dengan Erik yang sedang fokus membagikan sesuatu pada anak-anak itu.


"Zah," ucap Tiara melambaikan tangan.


"Mas kita turun yuk" ajak Zahra.


"Iya sayang, tapi pelan pelan ya" ucap Iqbal.


"Iya mas" ucap Zahra.


Iqbal dan Zahra pun keluar dan mendekati Tiara dan Erik juga anak-anak jalanan itu, Tiara pun langsung mendekati Zahra sang sahabat.


"Ra ngapain di sini?" tanya Zahra.


"Aku sama kak Erik lagi bagi-bagi buku sama baju-baju baut anak-anak" ucap Tiara.


"Iya Zah, Bal kita lagi berbagi" ucap Erik juga.


"Kemarin gue kesini sama Aldo karena Tiara lagi main ke rumah loh Zah, dan sekarang gue ajak Tiara deh karena Aldo lagi ada urusan" ucap Erik.


"Sejak kapan loh suka berbagi gini bro?" tanya Iqbal.


"Udah lama men" ucap Erik.


"Kok gue gak pernah tau sih" tanya Iqbal.


"Jangan kan loh Bal, Aldo juga baru tau kemarin" ucap Erik.


"Terus kalian lagi bagi-bagi apa ini" tanya Iqbal.


"Buku sama baju-baju yang masih bagus-bagus buat mereka" ucap Erik.


Iqbal melihat anak-anak yang berdiri di depan mereka, dengan baju lusuh acakan dan penuh dengan noda, bahkan sudaha ad yang sobek juga baju mereka.


"Baju gue yang mama beliin yang gak pernah di pake karena udah kekecilan banyak di rumah, nanti aku kasi buat mereka juga" ucap Iqbal.


"Alhamdulillah,, makasih ya kak, gak papa deh biar baju bekas kita tetap bersyukur" ucap salah satu anak laki-laki.


Iqbal dan Zahra melihat ke arah anak laki-laki yang sekitaran umur 15 tahun itu, sambil tersenyum.


Bersambung....