Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
ZahraTul Syita



Tiara menggeliat dari tidurnya, Tiara tak sengaja meraba samping ranjang yang biasa di tempatkan oleh sang suami, Tiara pun langsung berbalik dan melihat apa kah sang suami sudah pulang.


Ternyata bukan, bocah kecil yang masi berseragam sekolah tertidur pules di sampingnya, membuat Tiara kaget dan cepat bangun dari baringnya.


"Emon kok bisa tidur di sini sih," ucap Tiara dalam hatinya.


Lalu tiara melihat jam yang ada di atas meja nakas, sudah jam setengah 1 siang.


"Emon, Emon bangun dek," ucap Tiara membangunkan bocah kecil itu.


Merasa ada yang membangunkannya, Emon pun membuka kedua matanya. Dan melihat kaka cantik sedang melihatnya.


"Kaka cantik, udah bangun ya? maaf ya Emon ketiduran di sini padahal kan Emon cuma pengen nungguin kaka cantik," ucap bocah kecil itu.


"Gak papa, ayo Emon ganti baju dulu ya," ucap Tiara.


"Iya kak," ucap Emon beranjak dari ranjang sang kaka.


Emon pergi ke luar dari kamar Erik dan Tiara, bocah kecil itu masuk ke dalam kamar miliknya.


Saat ini Tiara juga sedang hamil muda, jadi membuat Tiara sering tidur pagi-pagi saat sang suami sudah pergi ke kantor.


Tiara lalu beranjak turun dari ranjang, Tiara lalu masuk ke dalam kamar mandi, habis ini Tiara akan turun ke lantai bawa untuk makan siang. Karena tadi Tiara makan di jam 9 pagi.


Selesai membasuh wajahnya, Tiara pun turun ke lantai bawa, Tiara melihat mama Erik sedang menganti bunga di vas nya.


"Ma..." panggil Tiara.


"Sayang, kamu udah bangun, adik kamu mana udah bangun juga gak?" tanya mama Erik.


"Udah ma, lagi ganti baju," ucap Tiara.


"Iya mama cariin ternyata dia ketiduran di kamar kalian, mama kira Emon belum pulang," ucap mama Erik.


"Iya ma, aku juga kaget, bangun langsung liat adek ada di samping aku," ucap Tiara.


"Sayang, kamu sama Emon makan dulu ya, udah siang banget loh itu," ucap mama Erik.


"Iya ma," ucap Tiara beranjak dari depan mama mertuanya.


Bibi sudah menyiapkan menu makan siang di meja makan, hanya tinggal menunggu Emon saja.


☘☘☘☘


Iqbal terlihat baru saja selesai melakukan rapat online bersama para rekan kerjanya, Iqbal menutup lap top miliknya, lalu pergi mendekati sang istri di ruang tengah.


"Sayang,,," panggil Iqbal.


"Mas, udah selesai rapatnya," tanya Zahra melihat sang suami.


"Udah sayang, cuma rapat kecil kok," ucap Iqbal duduk di dekat sang istri.


"Mau aku buatkan jus gak?" tanya Zahra.


"Boleh sayang, panas-panas gini enaknya jus alpukat," ucap Iqbal sambil tersenyum.


"Oke, tunggu ya," ucap Zahra beranjak dari sana.


"Iya sayang," ucap Iqbal, karena Iqbal tau membuat jus tidak lah susah apa lagi alpukat sudah bersih di dalam kulkas.


"Mau buat jus bi, buat mas Iqbal," ucap Zahra sambil tersenyum.


"Mau bibi bantu gak non?" tanya bibi.


"Gak papa bi, Zahra bisa sendiri kok, lagian ini gak terlalu susah," ucap Zahra.


"Ya sudah bibi ke belakang dulu ya non," ucap bibi.


"Iya bi," ucap Zahra.


Zahra memblender sedikit alpukat nya, agar sedikit cair kalau di taruh sama susu kental manis, kalau seperti ini kesukaan Iqbal banget ini.


Selesai membuat jus, Zahra pun kembali ke ruang tengah di mana sang suami berada, Zahra melihat Iqbal sedang mengutak atik lap top miliknya.


"Mas, ini jus nya," ucap Zahra meletakan jus itu di atas meja.


"Makasih ya sayang, wih seger banget nih," ucap Iqbal mengambil gelas berisi jus itu.


"Eemmm,, seger banget sayang, pas sama cuaca panas," ucap Iqbal.


Zahra hanya tersenyum melihat sang suami, lalu Zahra kembali menonton sinetron yang ada di layar TV, karena sinetronnya semakin asik saja.


"Sayang gak minum nih seger banget loh," ucap Iqbal.


"Gak mas, buat mas aja," ucap Zahra.


Iqbal pun menghabiskan jus alpukat buatan sang istri, lalu Iqbal kembali meletakan gelas yang sudah kosong itu di atas meja.


"Sayang,,," panggil Iqbal.


"Iya mas ada apa?" tanya Zahra.


"Mas pengen makan sate kambing deh," ucap Iqbal.


"Mau pesan apa mau cari mas?" tanya Zahra melihat sang suami.


"Kita cari aja yuk sayang, siapa tau udah ada yang buka di wartek dekat perempatan," ucap Iqbal.


"Ya udah, aku ganti baju dan ganti hijab dulu ya," ucap Zahra.


"Iya sayang, mas kayaknya juga mau ganti kaos aja deh, gerah pake kemeja," ucap Iqbal.


"Ya udah ayo mas," ajak Zahra.


Selesai berganti baju, pasangan suami dan istri itu pun pamit pada bibi. Mereka masuk ke dalam mobil, lalu mobil Iqbal pun keluar dari garasi rumah.


Mobil yang di kendarai oleh Iqbal melintas di jalan raya menuju perempatan, dari jarak yang lumayan jauh saja sudah terlihat asap tukang bakar sate.


"Tuh kan sayang, udah buka," ucap Iqbal menunjuk ke salah satu wartek.


"Alhamdulillah ya mas," ucap Zahra.


Iqbal memikirkan mobilnya tak jauh dari wartek itu, lalu Iqbal mengajak sang istri turun dari dalam mobil. Iqbal dan Zahra pun mendekati wartek itu, dan mereka di sambut oleh pak penjual dengan rama.


Iqbal dan Zahra duduk di salah satu meja kosong, terlihat beberapa meja yang sudah di tempati pengunjung lain.