Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
Posesif Iqbal



Tinggal menghitung hari lagi acara pernikahan Iqbal dan Zahra akan di laksanakan dan selama beberapa hari itu pula orang-orang di sekitar Zahra atau pun Iqbal di buat kualahan dengan tingkah Iqbal yang sangat posesif pada sang calon istri Zahra.


Seperti sekarang ini Iqbal meminta kedua sahabatnya untuk menjaga calon istrinya di depan pintu kelas Zahra.


"Posesifnya Iqbal keterlaluan banget deh, masa iya kita di suruh jaga calon bininya di depan pintu gini" gerutu Aldo dengan kesal


"Gak tau tuh si Iqbal, tapi gak papa juga sih gue bisa liat Tiar juga" ucap Erik sambil tersenyum.


"Kalian sama aja" ucap Aldo.


Dari ke jauhan seorang dosen berjalan menuju kelas Zahra.


"Sedang apa kalian di sini" tanya pak dosen.


"Kami lagi menjalankan tugas pak" ucap Erik.


"Tugas apa berdiri depan kelas gini" ucap Pak dosen.


"Kami lagi dapat tugas buat jagain calon istri teman kami pak" ucap Erik.


Dosen itu melihat Aldo dan Erik bergantian lalu menggeleng-geleng kepalanya lalu melangkah masuk meninggalkan Erik dan Aldo.


******


Di Gunawan Group....


Iqbal saat ini di sibukkan dengan berkas-berkas yang ada di atas meja kerjanya.


Tok..Tok


Masuklah Dimas dengan waja kesalnya, Iqbal melihat waja sahabatnya yang begitu kesal.


"Ada apa dengan waja mu" ucap Iqbal


"Di luar ada Viona mau ketemu loh" ucap Dimas


Iqbal mengangkat sebelah alisnya.


"Mau apa dia" ucap Iqbal


Dimas hanya mengangkat ke dua bahunya tanda tak tau.


Viona berjalan mendekati Iqbal dan Dimas dengan elegan.


Hal itu membuat Iqbal dan Dimas saling pandang entah haru berkata apa.


Dengan tak tau malunya Viona melangkah mendekati Iqbal, Viona hendak duduk di pangkuan Iqbal tapi dengan cepat Iqbal mendorong kursi kebesaran nya hinga membuat Viona terduduk di lantai.


"Aakhh..." teriak Viona


"Iqbal ko kamu tega banget si" ucap Viona kesal


"Kamu memang pantas mendapatkan itu" ucap Iqbal dengan suara dingin


Iqbal lalu menyuruh Dimas untuk memanggilkan petugas keamanan untuk menyeret wanita itu keluar dari ruangannya.


Iqbal juga meminta pada petugas keamanan untuk tidak membiarkan Viona masuk ke kantornya seenaknya saja, apalagi tinggal beberapa hari ia dan Zahra akan menikah.


Para petugas keamanan menyeret Viona dengan paksa sesuai perintah sang bos.


"Lepasin saya bisa jalan sendiri" ucap Viona dengan muka yang suda memerah karena emosi


"Liat aja aku akan bikin kamu berlutut di hadapanku lagi" ucap Viona dalam hatinya.


Viona keluar dari gedung Gunawan Group lalu masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari sana.


Di dalam ruangannya Iqbal menelpon calon Istrinya.


"Sayang kau sedang apa" ucap Iqbal


"Zahra baru keluar kelas kak sama Tiara" ucap Zahra dari seberang telpon


"Kak kangen sama kamu yank" ucap Iqbal dengan suara manja


"Tadi pagi kan uda ketemu kak, kok masi kangen" ucap Zahra tersenyum di seberang telpon


"Pokoknya Kakak kangen sama kamu, biar uda ketemu tadi pagi sayang" ucap Iqbal


Zahra hanya tersenyum di seberang sana mendengan kata-kata pria yang beberapa hari lagi akan menjadi suaminya.


"Kakak ke kampus ya sayang kangennya uda gak bisa di tahan ni" ucap Iqbal setelah mendapat sahutan dari Zahra ia langsung memutihkan panggilan telponnya dan bergegas keluar dari ruangannya.