Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
Erik dan Tiara



Erik baru bisa bernafas lega setelah sampai di luar rumah Tiara, Erik langsung membukakan pintu mobil untuk Tiara.


"Bokap loh bikin gue jantungan tau gak" ucap Erik melihat gadis yang duduk di sebelahnya.


"Baru gitu aja udah ngeluh" ucap Tiara cuek.


"Kata siapa gue ngeluh gak kok, kamu liat aja nanti aku akan buktiin kalau aku bisa merebut hati papa kamu" ucap Erik menatap Tiara dengan serius.


Senyum terbit di bibir Tiara, tapi tak di lihat oleh Erik karena pria itu suh menjalankan mobilnya keluar dari halaman rumah Tiara.


Mobil yang di kendarai oleh Erik membelah jalan ibu kota, Erik mengajak Tiara ke salah satu mall, karena hanya itu lah yang Erik tau kalau mengajak seorang gadis berkencan.


"Ra" panggil Erik.


"Ada apa" tanya Tiara.


"Gak jadi" ucap Erik, membaut Tiara heran melihat pria yang sedang menyetir di sampingnya itu.


"Aneh" ucap Tiara.


Tak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh Erik memasuki parkiran mall besar di pusat kota, Erik membukakan pintu untuk sang gadis.


"Makasih" ucap Tiara.


Erik pun mengajak Tiara masuk ke dalam mall, suasana dalam mall sangat ramai banyak manusia-manusia yang sekedar jalan-jalan.


"Kita ke sana yuk" ajak Erik.


Tiara hanya mengikuti pria itu saja, Erik mengajak Tiara ke salah satu tempat permainan.


"Kita main boling yuk" ajak Erik.


"Boleh siapa takut" ucap Tiara.


"Ayo" ajak Erik.


Tiara pun mulai mengambil bola boling nya dan akan bersiap melemparnya, tapi sebelah kaki nya tak sengaja tersandung dan hampir membuat gadis itu terjatuh.


Erik yang sedang serius menatap Tiara pun dengan cepat melepas bola yang ada di tangan ya dan menangkap tubu Tiara yang akan jatuh.


Dengg....


Erik dan Tiara saling pandang dengan posisi Erik yang sedang memegang tangan Tiara seperti memeluk, sampai keduanya sama-sama kaget dan dengan cepat Tiara melepas tangannya dari jaket yang erik pakai.


"Maaf, aku gak bermaksud, aku cuma mau nolongin kamu" ucap Erik merasa gak enak.


"Gak papa, makasih ya" ucap Tiara.


"Iya sama-sama, mau lanjut main lagi atau?" tanya Erik.


"Iya" ucap Tiara salah tingkah.


"Ya udah ayo, kita main lagi" ucap Erik.


Tiara pun kembali memegang bolanya, lalu meluncurkan ke arah benda yang teratur rata di depan sana.


"Kamu hebat" ucap Tiara.


"Makasih" ucap Erik.


"Main ke sana yuk, kita main tangkap boneka" ajak Erik.


"Boleh ayo" ajak Tiara juga.


Erik mengajak Tiara ke arah di mana permainan menangkap boneka, Tiara memasukan koin dan Erik mulai mengarahkan benda yang ada di sampingnya.


"Iya ayo dikit lagi, ayo" ucap Tiara senang melihat boneka yang di tangkap oleh benda besi.


Berhasil Erik berhasil mendapat dua boneka hello kitty, Erik mengambil boneka itu dan memberikan pada Tiara.


"Buat aku?" tanya Tiara.


"Iya, adik aku di rumah cowok jadi gak mungkin aku kasi dia boneka" ucap Erik sambil tertawa.


"Makasih ya" ucap Tiara.


"Iya sama-sama" ucap Erik.


"Ayo kita cari makan, aku harus ngantar kamu tepat waktu, biar bisa dapat ijin lagi dari papa kamu nanti" ucap Erik dan Tiara hanya tersenyum.


Erik mengajak Tiara ke salah satu restoran yang ada di lantai 4 mall itu, Erik dan Tiara masuk ke dalam dan duduk di salah satu meja kosong.


"Permisi mas, mbak ini buku menunya" ucap seorang pelayan.


"Terimakasih ya mbak" ucap Tiara.


Tiara dan Erik memesan menu yang sama, hanya minuman saja yang berbeda, erik memesan jus mangga sedangkan Tiara memesan jus Alpukat kesukaannya.


"Mohon tunggu sebentar ya mas, mbak" ucap pelayan itu kemudian berlalu dari hadapan Erik dan Tiara.


"Aku ke toilet dulu ya" ucap Tiara.


"Iya" jawab Erik.


Tiara pergi ke toilet, sedangkan Erik menunggu di meja mereka, sambil menunggu pesanan mereka Erik memainkan ponsel miliknya.


"Permisi mas, ini pesannya" ucap pelayan restoran.


"Iya terimakasih" ucap Erik melihat ke arah samping karena Tiara tak kunjung kembali sudah mau 10 menit.


"Tiara lama banget sih" ucap Erik dalam hati.


Erik pun mulai menghubungi nomor Tiara, tapi tak ada jawaban membuat Erik semakin di landa kuatir, Erik pun memutuskan untuk menyusul Tiara ke arah toilet wanita.


Baru melangkah mendekati toilet Erik samar- samar mendengar suara Tiara yang sedang berbincang dengan seseorang, Erik tak bisa masuk karena itu toilet wanita, jadi Erik memutuskan menunggu di luar saja.


Bersambung....