Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
ZahraTul Syita



Zahra dan Iqbal kini sudah kembali ke rumah keluarga Gunawan, mami Sisil sudah menunggu kedatangan mereka di ruang tengah.


"Assalamualaikum mami" ucap Zahra dan Iqbal.


"Waalayikumsalam sayang" jawab mami Sisil menyambut putra dan menantunya.


"Mi, papi mana kok gak ada" tanya Iqbal melihat ke semua ruangan.


"Papi kamu lagi di kamar mandi sayang" ucap mami Sisil.


Iqbal menuntun sang istri untuk duduk di sofa, Iqbal meletakan tas kecil mereka di salah satu kursi.


Tak lama kemudian papi Mario masuk ke ruang tengah, dan mendengar suara putra dan juga sang menantu.


"Sayang kalian sudah datang?" tanya papi Mario.


"Iya pi baru aja" jawab Zahra.


"Gimana keadaan ayah sayang?" tanya papi Mario.


"Alhamdulillah pi, ayah udah semakin baik sekarang dan ayah udah istirahat di rumah kantor di ambil ahli oleh bang Zaki" ucap Zahra.


"Iya kasian ayah, sakitnya suka kambuh" ucap papi Mario.


"Sayang kapan kalian jadwal periksa kandungan lagi" tanya mami Sisil.


"Minggu depan mi" ucap Iqbal.


"Nanti mama ikut kalian ya" ucap mami Sisil.


"Iya mi" ucap Iqbal.


Setelah mengobrol cukup lama, Iqbal mengajak sang istri ke kamar, karena saat ini sudah menunjukan pukul 4 sore, waktunya Zahra membersihkan diri.


Iqbal dan Zahra masuk ke dalam kamar yang mereka tinggal hampir dua minggu itu.


"Kangen banget deh sama kamar kita sayang" ucap Iqbal.


"Iya mas" ucap Zahra sambil tersenyum.


"Mas, aku Mindi duku ya" ucap Zahra.


"Iya sayang" ucap Iqbal.


Iqbal membaringkan tubuh di atas ranjang mereka, sambil menunggu sang istri, rupanya Iqbal ketiduran sampai Zahra keluar kamar mandi.


"Mas san..." ucapan Zahra terhenti saat melihat ke arah ranjang, di aman sang suami sedang tertidur pules.


"Ya ela mala tidur" ucap Zahra berjalan ke arah ranjang untuk membangunkan sang suami.


"Mas bangun, kok mala tidur sih" panggil Zahra.


"Sayang, kamu udah habis mandi" tanya Iqbal.


"Udah mas, ayo sekarang mas mandi dulu ya" ucap Zahra.


"Iya sayang mas mandi" ucap Iqbal masuk ke kamar mandi.


Zahra menyiapkan pakaian sang suami, dan meletakan di atas ranjang.


☘☘☘☘


Erik mengajak sang adik berkunjung ke rumah Tiara, karena Emon sudah sangat akrap dengan kedua orang tua Tiara, di bandingkan dengan Erik.


"Aku gak sabar deh pengen ketemu tante cerewet" ucap Emon.


"Iya dek nanti kaka aja ya" ucap Erik.


Tak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh Erik memasuki gerbang rumah Tiara, terlihat mama Tiara sedang menyiram tanaman yang ada di depan.


"Assalamualaikum tante" ucap Emon turun dari mobil.


"Hey, Emon" sapa mama Tiara.


"tante lagi apa, kaka cantik mana tan" tanya Emon.


"Tante lagi nyiram bunga, kaka cantik ada di dalem tuh, ayo kita masuk" ajak mama Tiara.


"Ayo nak Erik" ajak mama Tiara.


"Iya tante" ucap Erik.


Sedangkan Emon sudah masuk duluan bersama mama Tiara, bocah kecil itu sudah biasa kalau main ke rumah Tiara.


"Kaka cantik" panggil Emon, melihat Taira sedang menuruni tangga.


Tiara melihat ke asal suara, di sana Emon, Erik dan sang mama berjalan ke arah ruang tamu.


Tiara pun mendekati mereka bertiga, sedangkan papa Tiara berada di ruang kerjanya.


"Kaka cantik, Emon kangen banget loh" ucap bocah kecil itu memeluk Tiara.


"Sama kaka juga kangen banget sama Emon" ucap Tiara.


"Emon mau minum apa sama kak Erik?" tanya mama Tiara.


"Apa aja tan, pasti Emon minum kok" ucap bocah kecil itu sambil tersenyum.


"Kamu ini lucu banget sih" ucap mama Tiara.


"Kalau gitu tante ke dapur dulu ya, sayang mama ke dapur ya" ucap mama Tiara.


"Iya ma, iya tan" ucap Tiara dan Emon.


"Maaf ya, harus ganggu kamu sore-sore gini habis ni bocah maksa sih pengen kesini" ucap Erik.


"Iya gak papa kok" ucap Tiara sambil tersenyum.


Emin melihat sang kaka yang sedang menatap Tiara, membuat bocah kecil itu menggeleng kepala.


"Kak, gak boleh liat-liat gitu" ucap Emon, membuat Tiara dan Erik kaget.


"Iya adek ku" ucap Erik.


Sedangkan Emon hanya menggeleng kepala melihat tingkah sang kaka.


"Nih, tante bikin minuman yang segar buat Emon" ucap mama Tiara.


"Makasih ya tan" ucap Emon.


"Iya ayo di minum, nak Erik di minum" ucap mama Tiara.


"Iya tante, makasih" ucap Erik.


Sedangkan Emon sudah meminum minuman yang di bawa oleh mama Tiara, sedangkan Tiara menahan tawa melihat Emon dan sang kaka.


Bersambung....


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys...