Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
Bab 31



Mobil yang di kendarai oleh Iqbal pun memasuki lobby kantor Gunawan, banyak karyawan yang melihat ke arah mobil sang bos. Karena mereka tau sang bos baru saya menikah.


Iqbal keluar terlebih dahulu, kemudian memutari mobil dari depan dan membukakan pintu untuk sang istri.


"Ayo" ajak Iqbal mengulurkan tangannya pada sang istri.


Zahra menyambut uluran tangan sang suami, lalu turun dari mobil, Iqbal mengandeng tangan sang istri lewat dari beberapa karyawan uang sedang menunduk hormat pada mereka, ini juga pertama kalinya Iqbal membawa sang istri ke kantor.


"Itu istrinya pak bos ya, cantik" puji para karyawan.


"Iya soleha lagi" ucap karyawan yang lain.


Iqbal membawa sang istri masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka ke lantai atas di mana ruangan direktur berada.


Ting....


Pintu lift terbuka, Iqbal mengandeng tangan sang istri ke luar dari dalam lift, Iqbal dan Zahra melihat Dimas yang sudah menunggu kedatangan merasa.


"Bos" sapa Dimas.


"Dim, tolong bawa berkas nya ke ruangan ku ya" ucap Iqbal.


"Siap bos" ucap Dimas.


"Ayo sayang kita masuk ke ruangan aku" ajak Iqbal.


Clekk...


Iqbal membuka pintu ruangan kerjanya, Zahra melihat seisi ruangan kerja sang suami yang terlihat begitu rapi dan mewah.


Iqbal menuntun sang istri duduk di sofa yang ada di ruangan itu, tak lama kemudian terdengar ketukan pintu.


"Masukk" ucap Iqbal dari dalam.


Dimas masuk dengan membawa berkas di tangannya, Dimas bergabung duduk di soga bersama sang bis dan juga istri dati bos nya itu.


"Ini berkas nya bos" ucap Dimas.


Iqbal mengambil berkas itu, membaca dengan teliti lalu membubuhi tandatangan setelah itu kembali menyerahkan berkas nya pada sang asisten Dimas.


"Saya permisi dulu bos" ucap Dimas pamit keluar.


"Iya Dim" ucap Iqbal.


Setelah melihat sang asisten keluar dari ruangan itu, Iqbal meminta sang istri untuk menunggu sebentar karena ia akan memeriksa beberapa berkas yang ada di atas meja.


☘☘☘☘


Zaki keluar dari ruangannya untuk memanggil sang kekasih, Zaki melihat meja Mutiara yang kosong tapi tas nya masi berada di sana.


"Kemana sih" ucap Zaki dalam hati.


Tak lama kemudian Mutiara datang dan melihat sang bos sudah menunggunya di dekat meja kerja miliknya.


"Dari mana?" tanya Zaki.


"Dari toilet tadi kebelet" ucap Mutiara.


"Ikut aku ke ruangan sebentar ya" ajak Zaki.


"Jangan lupa bawa berkas yang harus di tandatangani" ucap Zaki.


"Siap pak" ucap Mutiara.


Biarpun sepasang kekasih, tapi Zaki dan Mutiara membedakan di jam kerja dan di waktu bukan jam kerja.


Zaki masuk ke dalam ruangannya terlebih dahulu, lalu di susul oleh Mutiara dengan membawa berkas.


Zaki duduk di kursi kerjanya, Mutiara hanya berdiri di balik meja meletakan berkas itu untuk segera di tandatangani oleh sang bos.


"Ra kita ada proyek di luar kota selama seminggu" ucap Zaki.


"Kita akan ke luar kota untuk meninjau proyek itu langsung, tapi kamu tenang aja kita gak berdua kok ada tim yang lain juga" ucap Zaki.


"Baik pak, kapan kita berangkat" tanya Mutiara.


"Besok siang kita berangkat" ucap Zaki.


"Baik pak" ucap Mutiara.


Zaki menatap sang kekasih cukup lama, membuat Mutiara menjadi salah tingkat di tatap oleh sang kekasih seperti itu.


☘☘☘☘


Saat ini mobil yang di kendarai oleh Iqbal sudah memasuki parkiran mall yang ada di pusat kota, setelah selesai memeriksa beberapa berkas, Iqbal langsung mengajak sang istri pergi jalan-jalan.


Dan di sinilah mereka sekarang, di parkiran mall yang ada di pusat kota, seperti biasa Iqbal membukakan pintu untuk sang istri lalu keduanya melangkah masuk ke dalam mall.


"Sayang kamu pengen beli apa" tanya Iqbal saat ini ia dan sang istri sudah berada di dalam mall.


"Nanti liat-liat dulu deh mas" ucap Zahra.


"Ya udah ayo kita ke sana" ajak Iqbal ke arah toko perhiasan.


"Mas ngapain kita ke sini" tanya Zahra heran karena sang suami mengajaknya masuk ke tokoh perhiasan.


"Ada deh, ayo ikut aja" ajak Iqbal.


Pasangan suami dan istri itu masuk ke dalam tokoh perhiasan dan di sambut ramah oleh karyawan tokoh itu.


"Selamat sore mbak, mas ada yang bisa kami bantu" tanya karyawan tokoh.


"Saya mau kalung yang itu, boleh liat" ucap Iqbal menunjuk kalung yang terlihat biasa saja tapi dengan harga yang fantasi.


"Bisa mas, tunggu saya ambilkan ya" ucap karyawan tokoh.


"Ini mas" ucap karyawan tokoh memberikan kotak perhiasan.


"Sayang kamu suka gak" tanya Iqbal.


"Tapi ini kan mahal mas" ucap Zahra.


"Gak papa, aku beliin ini hasil kerja aku kok, jadi kamu terima ya" ucap Iqbal yang mendapat anggukan dari sang istri.


Bersambung.


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys....