
Tak lama kemudian Tiara keluar dari dalam toilet dan di kaget kan oleh keberadaan Erik di depan toilet wanita, Tiara menatap Erik bingung karena berada di depan toilet wanita.
"Kok di sini?" tanya Tiara.
"Iya habis kamu gak balik-balik sih, jadi aku nyusul deh" ucap Erik sambil tersenyum.
"Maaf aku tadi ketemu teman di dalam jadi ngobrol lama" ucap Tiara merasa gak enak.
"Gak papa, yang penting kamu baik-baik aja, ayo pesanan kita udah datang" ucap Erik.
"Iya ayo" ajak Tiara juga.
Erik dan Tiara kembali lagi ke meja mereka, di mana menu makan malam mereka sudah tertata di atas meja, Erik dan Tiara duduk di kursi dan mulai memakan menu pesanan mereka.
Erik sesekali mencuri pandang pada Tiara yang sedang menyantap makanan nya. Membuat Erik tersenyum-senyum sendiri.
"Kok senyum-senyum sih" tanya Tiara.
"Oh gak kok gak papa, lanjut makam aja lagi" ucap Erik salah tingkah.
Sedangkan Tiara hanya menggeleng kepala melihat tingkah Erik, Tiara pun kembali menyantap makan malam nya.
Selesai menghabiskan makan malam mereka, Erik mengantar Tiara kembali pulang karena ia akan membuktikan pada papa Tiara kalau ia adalah pria ya bertanggung jawab pada kata-katanya.
Erik membukakan pintu untuk Tiara, lalu mobil siap keluar dari parkiran mall. Tapi segerombolan anak-anak memanggil Erik.
"Kak Erik" panggil anak-anak jalanan itu.
Erik pun menepikan mobilnya lalu, melihat ke arah Tiara yang duduk di sampingnya.
"Ra tunggu bentar ya" ucap Erik, Tiara hanya mengangguk kan kepalanya.
Erik keluar dari mobil dan mendekati anak-anak itu, yang sedang membawa dagangan mereka, ada juga yang membawa alat musik untuk mengamen.
"Kalian belum pulang ya, udah malam ini" ucap Erik.
"Ini kita baru mau pulang kak, kaka dari mana?" tanya salah satu anak laki-laki.
"Kaka habis kencan sama cewek" ucap Erik sambil tersenyum.
Anak-anak itu pun ikut tersenyum juga, lalu Erik meminta mereka segera pulang karena hari sudah malam, dan anak-anak itu pun menurut karena besok Erik akan berkunjung ke tempat tinggal mereka lagi.
Setelah melihat anak-anak itu sudah berlalu, Erik pun langsung masuk ke dalam mobil dan melihat Tiara yang duduk dengan diam.
"Maaf ya kamu nunggu lama" ucap Erik gak enak.
"Gak papa ko, tadi anak-anak ngapain?" tanya Tiara.
"Ooh, mereka anak-anak jalan yang aku sering jumpain" ucap Erik.
"Kok mereka kaya udah kenal banget ya sama kamu" tanya Tiara lagi.
Tiara tersenyum melihat Erik, Tiara juga ingat dulu saat ia melihat Erik bersama anak-anak itu tempo hari.
Erik menjalankan mobilnya lagi, tak ada obrolan di antara keduanya sampai mobil Erik memasuki gerbang rumah Tiara.
Erik lagi-lagi membukakan pintu untuk Tiara, lalu keduanya masuk ke dalam rumah besar itu, Erik lagi-lagi ilang nyali melihat papa Tiara yang sudah menunggu mereka di ruang tamu.
"Assalamualaikum om, tante" ucap Erik menyalami punggung tangan kedua orang tua itu lagi.
"Waalayikumsalam,," ucap papa Tiara lalu melihat jam yang ada di dinding.
"Kok udah pulang, kan baru jam 8:45 menit" ucap papa Tiara.
"Iya om, takut telat jadi di cepatin aja" ucap Erik.
"Pergi ke kemana aja" tanya papa Tiara.
"Cuma ke mall om, main sama makan" ucap Erik.
"Papa kamu kerja apa" tanya papa Tiara kembali menginterogasi Erik.
"Papa kerja di perusahan sendiri om" ucap Erik.
Sebenarnya papa Tiara mengenali papa Erik karena mereka sedang menjalin kerja sama, hanya saja papa Tiara ingin melihat sampai di mana nyali pria yang mencoba mendekati sang putri.
"Kamu menyukai anak saya" tanya papa Tiara.
"Papa kok nanya gitu sih" tanya Tiara.
"Papa lagi gak nanya kamu sayang" ucap papa Tiara kembali melihat Erik.
"Iya om, saya menyukai anak om" jawab Erik malu-malu.
Membuat Tiara melihat Erik tak percaya, Tiara kira Erik tidak serius menyukai nya selama ini.
"Kalau saya tidak setuju gimana?" tanya papa Tiara.
"Saya akan membuat om setuju" ucap Erik serius.
"Dengan cara apa" tanya papa Tiara.
"Saya akan buktikan pada om kalau saya benar-benar serius dengan putri om" ucap Erik dengan yakin dan serius.
"Kalau begitu buktikan dari sekarang, saya mau liat" ucap papa Tiara melihat Erik.
"Baik om" ucap Erik lalu pamit pulang karena malam sudah semakin larut, besok ia juga harus ke kampus untuk menyelesaikan tugas wisudanya.
Bersambung....
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya...