Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
Zaki Menjaga Ayah



Iqbal sudah kembali ke kantor bersama dengan Dimas, sedangkan Zahra dan Bunda masih setia menemani ayah di rumah sakit, abang Zaki sudah pamit beberapa menit lalu untuk mengantar calon istrinya.


Abang Zaki nanti akan kembali sore untuk menggantikan Zahra dan bunda.


"Sayang kamu istirahat aja ya, biar bunda yang jagain ayah, kamu juga kan harus banyak istirahat" ucap bunda melihat sang putri.


"Tapi bunda nanti sendirian" ucap Zahra gak tega.


"Gak papa kan kamu cuma tidur si sofa aja sayang" ucap bunda sambil tersenyum.


"Ya sudah, Zahra istirahat ya bun" ucap Zahra.


"Iya sayang" ucap bunda.


Setelah Zahra berbaring di sofa, bunda duduk di kursi dekat ranjang sang suami. Bunda menatap wajah ayah Adrian cukup lama, lalu bunda meletakan kepalanya di atas ranjang sang suami.


Dengan pelan ayah membuka kedua matanya, dan melihat sang istri sedang ketiduran sambil duduk di dekat ranjang pasien.


Lalu pandangan ayah melihat sang putri yang juga sedang tertidur pules di sofa, ayah tersenyum melihat itu.


Ayah lalu mengusap kepala sang istri yang di baluti hijab.


"Maafkan ayah, sudah bikin kalian repot, ayah sangat menyayangi kalian" ucap ayah dalam hati.


☘☘☘☘


Jam kini sudah menunjukan pukul 4 sore, papi Mario masuk ke dalam ruangan sang putra, papi Mario melihat putra semata wayangnya masih berada di dalam ruangannya.


"Nak, kamu belum pulang" tanya papi Mario.


Belum pi, dikit lagi mau nyelesain berkas ini dulu" ucap Iqbal masi fokus dengan berkas nya.


Papi Mario pun duduk si sofa yang ada di ruangan sang putra, Iqbal melihat sang papi.


"Pi, ayah Adrian masuk rumah sakit tadi siang" ucap Iqbal, membuat papi Mario kaget.


"Kok bisa nak, ayah Adrian sakit apa?" tanya papi Mario.


"Asam uratnya ayah kambuh, dan harus di rawat di rumah sakit beberapa hari" ucap Iqbal.


"Nanti pulang kantor papi mau menjenguk ayah Adrian" ucap papi Mario.


"Iqbal juga mau jemput Zahra sama bunda pi, karena nanti akan ada abang Zaki yang akan menganti menjaga ayah" ucap Iqbal.


"Iya nak" ucap papi Mario.


☘☘☘☘


Saat ini Zaki sudah siap akan berangkat ke rumah sakit, untuk menggantikan bunda dan sang adik menjaga sang ayah.


Zaki keluar dari dalam rumah dan langsung masuk ke dalam mobil nya, mobil Zaki pun kelar dari garasi rumah.


Zaki mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, karena sore ini jalan juga sedikit macet, mungkin karena jam-jam orang-orang pulang kerja.


Zaki langsung keluar dari mobil, dan masuk kedalam lift menunju lantai 3.


Ting..


Suara pintu lift terbuka, Zaki langsung melangkah menuju di mana ruangan rawat sang ayah berada. Dan benar saja di sana sudah ada Iqbal dan papi Mario yangs sedang duduk di kursi dekat ayah Adrian.


"Assalamualaikum" ucap Zaki.


"Waalayikumsalam, nak kamu sudah datang" ucap bunda.


Zaki menyalami punggung tangan ayah Adrian, om Mario dan bunda, lalu Iqbal dan Zahra menyalami punggung tangan abang Zaki.


"Gimana kondisi ayah" tanya Zaki.


"Alhamdulillah,, ayah sudah agak mendingan kok, sakit-sakitnya juga udah mulai hilang nak" ucap Ayah Adrian.


"Alhamdulillah Zaki senang dengar nya yah" ucap Zaki sambil tersenyum.


"Om udah lama?" tanya Zaki.


"Baru nak, datang ke sini sama Iqbal" ucap om Mario.


Hari sudah mulai gelap, pertanda sang surya akan segera tengelam di ufuk barat, dan akan berganti dengan malam hari.


Iqbal, bunda dan Zahra pun pamit pulang ke rumah, begitu pun dengan papi Mario.


"Ayah, kita pulang dulu ya, besok nanti kesini lagi" ucap Zahra dan bunda.


"Iya sayang, kalian hati-hati ya" ucap Ayah.


"Iya yah, kalau gitu kita pamit ya" ucap Iqbal pada sang mertua.


"Iya nak" jawab ayah.


Papi Mario juga ikutan pamit, dan akan kembali besok lagi untuk menjenguk sang sahabat, dan kini tersisa hanya Zaki dan Ayah Adrian di dalam ruangan ayah.


"Ayah butuh sesuatu?" tanya Zaki.


"Iya nak, ayah mau ke kamar mandi" ucap Ayah.


"Ayo Zaki bantu yah" ucap Zaki.


Zaki dengan pelan membantu sang ayah masuk ke dalam kamar mandi, Zaki juga terlihat begitu lincah mengurus sang ayah yang sedang tidak sehat saat ini.


"Udah yah"?" tanya Zaki.


"Udah nak" jawab Ayah.


Zaki pun kembali membantu sang ayah untuk berbaring di ranjang pasien, Zaki lalu duduk di kursi yanga ada di dekat ranjang sang ayah.


Bersambung....