Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
Mika



Zahra mendekati sang suami yang sedang duduk di sofa dengan lap top miliknya, Zahra akan mengatakan apa yang fi katakan oleh sang bunda tadi di telpon.


"Mas" panggil Zahra.


"Iya sayang ada apa" tanya Iqbal melihat sang istri.


"Bunda tadi telpon, minta kita besok untuk menginap di sana, karena lusanya bunda sama ayah akan ngajak kita pergi bersama mereka untuk pergi melamar kak Mutiara" ucap Zahra.


"Abang Zaki udah mau melamar pacarnya sayang?" tanya Iqbal.


"Iya mas" ucap Zahra.


"Iya besok sore habis mas pulang kantor kita ke rumah bunda sama ayah ya" ucap Iqbal.


"Iya mas" ucap Zahra tersenyum.


Tokk.. Tokk...


Clekk...


Zahra membuka pintu dan melihat bibi di sana.


"Non Zahra sama den Iqbal udah di tunggu ibu sama bapak di meja makan" ucap bibi.


"Iya bi kita akan segera turun ya" ucap Zahra.


"Baik non, bibi permisi dulu ya" ucap bibi.


"Iya bi makasih ya" ucap Zahra.


Bibi kembali turun ke lantai bawa, sedangkan Zahra kembali mendekati sang suami ya g sedang duduk di sofa.


"Mas, papi sama mami udah nunggu di ruang makam" ucap Zahra.


"Iya sayang, bentar mas selesain ini dulu ya" ucap Iqbal.


"Iya mas" jawab Zahra.


Selesai itu Iqbal mengajak sang istri turun ke lantai bawa, mami Sisil dan papi Mario sudah menunggu mereka di meja makan.


"Sayang ayo makan malam" jaka mami Sisil.


"Iya mi" jawab Iqbal dan Zahra.


Iqbal dan Zahra duduk di kursi bias, Zahra pun langsung melayani piring sang suami, lalu untuknya.


"Mi, pi besok aku sama Zahra mau nginap di rumah ayah sama bunda, karena lusanya kita mau ngelamar kekasih abang Zaki" ucap Iqbal.


"Wah Zaki udah mau merid ya" ucap mami Sisil.


"Iya mi, Alhamdulillah abang udah nemu jodohnya" ucap Zahra.


Mereka semua lalu makan malam bersama, sesekali Iqbal terlihat mengambil menu lauk untuk sang istri.


☘☘☘☘


Erik pergi ke apartemen sang sahabat Aldo, kedua pria itu besok melangsungkan wisuda, Erik langsung menekan angka pin pintu apartemen Aldo.


Clekk...


Erik meletakan tas nya di atas sofa, lalu Erik pergi ke arah kamar Aldo, tapi langkah Erik terhenti saat melihat seorang wanita yang sedang memasak di dapur.


Erik pun dengan pelan melangkah ke arah dekat kulkas, mencari sosok sang sahabat yang tak kelihatan.


"Siapa tuh cewek, tumben di apartemen Aldo ada cewek" ucap Erik dalam hati.


"Ngapain loh berdiri di situ?" tanya Aldo, membuat Erik kaget.


Erik dengan cepat mendekati sang sahabat, dan menunjuk ke arah perempuan yang sedang asik memasak.


"Tuh cewek siapa Do, loh bawa perempuan ke sini ya, atau jangan-jangan loh" ucap Erik menatap sang sahabat.


"Jangan-jangan apa?" tanya Aldo.


"Turus tuh cewek siapa coba" tanya Erik kepo.


"Itu sih Mika, adek sepupu gue" ucap Aldo.


"Mika yang dulu kejebur kolam renang" tanya Erik.


"Iya" jawab Aldo.


"Ngapain dia di sini" tanya Erik.


"Tuh" ucap Aldo menunjuk sesuatu di atas meja.


Tak lama kemudian gadis yang bernama Mika itu menghampiri kedua pria yang sedang asik mengobrol.


"Kak makan yuk masakan aku udah masakan loh" ucap Mika.


"Kak Erik" teriak Mika, membuat Erik menutup kedua telinganya.


"Gila ya, suara kamu gak berubah" ucap Erik.


"Hehehe maaf kak" ucap Mika sambil terkekeh geli.


Erik tak mengenali Mika karena sedang menghadap belakang, jadi itu yang membaut Erik tak mengenali nya.


Aldo mengajak Erik makan bersama, menu makanan sudah tertata di atas meja, Mika, Aldo dan Erik duduk di kursi masing-masing.


"Enak gak nih" tanya Erik.


"Coba aja dulu kak, aku mau masuk sekolah khusus masak" ucap Mika.


Erik memasukan makanan ke dalam mulutnya, lalu mengunyah dengan pelan merasakan masakan Mika.


"Gimana kak" tanya Mika.


"Kamu harus banyak belajar lagi, masi agak asin" ucap Erik.


"Kalau kak Aldo" tanya Mika.


"Lumayan lah buat mengisi perut kosong" ucap Aldo.


Membuat Mika menatap kedua pria itu bergantian, lalu Mika melihat Erik yang kembali mengambil lauk nya.


"Bilang asin, tapi mala nambah terus" ucap Mika yang masi bisa di dengar Erik dan Aldo.


"Loh gak makan Mik?" tanya Aldo.


"Gak aku lagi diet kak" ucap Mika, membaut Erik melihat ke arah gadis itu.


"Badan kecil gitu mau diet" ucap Erik.


"Iya lah kak, nanti cowok aku berpaling lagi" ucap Mika.


Membuat Erik dan Aldo saling pandang dan tertawa, ada-ada saja gadis itu.


Bersambung....