
Waktu cuti Zahra dan Iqbal sudah habis dan sekarang kedua pengantin baru itu, sudah di sibukkan dengan kegiatan masing-masing, Zahra yang kembali ngampus sedangkan Iqbal kembali menjadi direktur.
Saat ini Zahra sedang memakaikan dasi untuk sang suami, Zahra juga suda siap dengan style ke kampus.
"Udah selesai" ucap Zahra.
"Makasih sayang ya" ucap Iqbal mencium kening sang istri.
Setelah itu Zahra dan Iqbal turun ke lantai bawa, mami Sisil dan papi Mario sudah menunggu putra dan menantu mereka di meja makan.
"Sayang ayo" ajak mami Sisil.
Zahra mengambilkan nasi goreng untuk sang suami, tidak lupa telur mata sapi kesukaan Iqbal juga.
Mereka sarapan dengan hening hanya suara dentingan sendok yang terdengar.
30 menit kemudian mereka selesai sarapan, Iqbal dan Zahra pamit pada mami Sisil dan papi Mario, Iqbal akan mengantarkan sang istri ke kampus terlebih dahulu, lalu ia langsung ke kantor.
"Silahkan masuk istriku" ucap Iqbal membukakan pintu mobil untuk sang istri.
"Makasih mas" ucap Zahra tersenyum manis.
"Manis banget sih" ucap Iqbal lalu memutari mobil dan masuk ke kursi kemudi.
Mobil yang di kendarai oleh Iqbal pun keluar dari pintu gerbang rumah mereka.
☘☘☘☘
Di sisi lain, Zaki baru saja selesai me peking barang-barang yang akan ia bawa ke luar kota untuk meninjau proyek, di rasa sudah siap semua pria itu turun ke lantai bawa kemudian berjalan ke arah meja makan, di sana ayah sama bunda sudah menunggunya.
"Bun, Yah" sapa Zaki.
"Sayang mau bunda buatin susu" tanya bunda.
"Boleh bunda, kaya biasa ya" ucap Zaki melihat sang bunda.
"Iya tunggu sebentar ya" ucap bunda beranjak membuatkan susu untuk putra sulungnya.
"Jam berapa ke bandara Ki" tanya Ayah.
"Jam dua siang Yah, sama tim yang lain" ucap Zaki.
"Sekertaris kamu juga ikut?" tanya Ayah.
"Iya Yah" ucap Zaki.
"Ini sayang" ucap bunda meletakan susu kesukaan putranya di atas meja samping Zaki.
"Makasih bunda" ucap Zaki.
Mereka bertiga pun lanjut sarapan, sebelum berangkat ke luar kota Zaki akan ke kantor pagi ini terlebih dahulu.
☘☘☘☘
Mobil yang di kendarai oleh Iqbal memasuki gerbang kampus, sebelum keluar dari mobil Zahra pamit pada sang suami terlebih dahulu.
"Mas, aku turun ya, mas hati-hati ke kantor" ucap Zahra mencium punggung tangan sang suami.
"Iya sayang, nanti jam makan siang kita makan siang bersama ya" ucap Iqbal.
"Iya mas" ucap Zahra, sebelum turun Iqbal mencium kening sang istri terlebih dahulu setelah itu Zahra turun dari mobil.
Mutiara yang juga baru sampai memanggil sang sahabat dengan antusias.
"Ra," ucap Zahra.
Iqbal melihat sang istri sudah bersama sang sahabat pun langsung menjalan mobilnya pergi ke kantor.
"Ke kelas yuk" ajak Tiara.
"Yuk" jawab Zahra.
Kedua nya pergi ke kelas mereka, banyak yang memberi selamat kepada Zahra selama perjalan menuju kelas mereka, Zahra membalas dengan terimakasih untuk mereka yang sudah memberikan selamat untuk nya.
"Zah, selamat ya udah jadi istri" ucap teman-teman kelas Zahra.
"Makasih ya, guys" ucap Zahra.
Tak lama kemudian dosen masuk, pak dosen juga tidak lupa memberikan selamat pada Zahra juga.
☘☘☘☘
Mobil yang di kendarai oleh Iqbal tiba di lobby kantor, Dimas sang asisten sudah menunggu kedatangan sang bos di lobby.
"Bos" sapa Dimas.
"Din, kau sudah dari tadi" tanya Iqbal.
"Baru saja tiba bos" ucap Dimas.
Keduanya pun berjalan ke arah lift, setelah lift terbuka Iqbal dan Dimas masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka ke lantai atas.
Ting...
Pintu lift terbuka, Iqbal dan Dimas langsung ke luar dari dalam lift.
"Dim, langsung ke ruangan ku ya" ucap Iqbal.
"Iya bos" ucap Dimas.
Keduanya masuk ke dalam ruangan Iqbal, Iqbal dan Dimas duduk di sofa yang ada di ruangan itu dan berbicara dengan serius.
"Dim, kau tolong carikan seseorang buat menjaga Zahra dari jarak jauh ya" ucap Iqbal dengan serius.
"Kenapa harus gitu bos" tanya Dimas bingung.
"Buat jaga-jaga aja takut Viona nekat mau mencelakakan istri ku" ucap Iqbal.
Dimas mengerti dan hanya mengangguk-angguk kepalanya.
"Baik bos, nanti saya coba tanya teman sayang yang geng motor" ucap Dimas.
"Oke, Dim gue cuma takut aja istri gue kenapa-napa" ucap Iqbal.
"Iya bos saya mengerti" nanti saya kabarin bos lagi" ucap Dimas.
"Oke" ucap Iqbal.
"Kalau begitu saya permisi ke ruangan saya dulu bos" pamit Dimas lalu keluar dari ruangan sang bos.
Iqbal duduk di kursi kebesarannya dan mulai bekerja dari lap top miliknya.
Bersambung...
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya....