Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
Emon Cerewet



Mobil yang di kendarai oleh Erik memasuki gerbang rumah kediaman Tiara, seorang bocah kecil yang duduk di kursi samping melihat pekarangan rumah yang sedikit luas itu.


"Kak ini rumahnya siapa?" tanya Emon.


"Ini rumahnya kaka cantik" ucap Erik memikirkan mobilnya.


"Ayo kita turun" ajak Erik pada sang adik.


Erik dan Emon pun turun dari dalam mobil, Erik mengandeng tangan sang adik, Erik lalu mengetuk pintu.


Clekk...


Mama tiara membuka pintu dan melihat Erik yang sedang mengandeng anak kecil, pandangan mama Tiara melihat ke arah Erik.


"Assalamualaikum tante" ucap Erik menyalami punggung mama Tiara.


"Waalayikumsalam nak Erik" jawab mama Tiara.


"Hallo tante nama aku Emon" ucap Emon memperkenalkan diri nya sendiri.


"Hallo kamu lucu banget sih" ucap mama Tiara.


"Ini adik aku tan" ucap Erik, membuat mama Tiara melihat keduanya bergantian.


"Adik kandung?" tanya mama Tiara.


"Iya tante" jawab Erik.


"Ayo masuk kita ngobrol di dalam" ajak mama Tiara.


Erik dan Emon pun masuk, bocah kecil yang di gandeng oleh Erik tak henti-hentinya melihat seisi rumah, lalu mereka duduk di ruang Tamu.


"Kak, kaka cantik nya mana?" tanya Emon membuat Erik tersenyum kikuk melihat mama Tiara.


"Ada sebentar lagi kaka cantik datang kok" ucap mama Tiara tersenyum melihat bocah kecil itu.


"Maaf ya tan orangnya cerewet" ucap Erik.


"Gak papa, tante suka kok sama anak kecil" ucap mama Tiara.


Tak lama kemudian Tiara menuruni anak tangga, dan melihat sang mama sedang mengobrol dengan Erik juga anak kecil.


"Hay kaka cantik, nama aku Emon" ucap Emon melihat Tiara tiba di depan mereka.


Tiara menatap bocah kecil itu cukup lama, lalu melihat ke arah Erik dan sang mama, Erik yang melihat Tiara kebingungan pun langsung berkata.


"Ra ini adik aku, maaf ya" ucap Erik tak enak.


Sedangkan Emon hanya diam melihat Tiara, karena sapaan bocah kecil itu gak di balas oleh Tiara.


"Hey kenapa kok cemberut sih" tanya mama Tiara.


"Kaka cantik gak suka sama Emon tante" ucap bocah kecil itu dengan raut wajah sedih.


"Gak kok kaka suka sama kamu, maaf ya kaka hanya kaget aja" ucap Tiara duduk di dekat Emon.


"Benar kaka cantik?" tanya Emon dengan wajah senang.


"Iya benar" ucap Tiara mengusap kepala bocah kecil itu.


"Iya gak papa kok, malahan aku suka" ucap Tiara.


"Ya udah ayo kita pergi sekarang" ajak Erik.


"Ayo kaka cantik" ajak Emon juga.


"Ayo" ucap Tiara.


Sebelum pergi Tiara, Erik dan juga Emon pamit papa mama Tiara, mama Tiara meminta bocah kecil itu main lagi ke rumah kapan-kapan, dan bocah kecil itu mengiyakan dengan antusias.


"Dek kamu duduk di kursi belakang gak papa kan" tanya Erik melihat sang adik.


"Gak papa kak" ucap Emon.


Erik, Tiara dan Emon masuk ke dalam mobil, mobil pun keluar dari halaman kediaman rumah Tiara, sepanjang jalan bocah kecil itu tak pernah putus bertanya pada Tiara, sesekali Erik mengingatkan sang adik, tapi tak di hiraukan oleh bocah kecil itu. Bahkan Tiara dengan senang hati mengobrol bersama dengan Emon.


☘☘☘☘


Seperti apa yang di katakan oleh Iqbal tadi pagi, siang ini ia akan menemani sang istri untuk periksa kandungan ke rumah sakit.


Saat ini mobil Iqbal baru saja tiba di depan rumah, Iqbal turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah untuk menemui sang istri.


"Assalamualaikum mi" ucap Iqbal.


"Waalayikumsalam sayang, kamu udah datang?" tanya mimi Sisil.


"Iya Mi, istri aku mana" tanya Iqbal.


"Ada di kamar sayang belum turun" ucap mami Sisil.


"Iqbal ke kamar dulu ya mi" ucap Iqbal.


"Iya sayang" ucap mami Sisil.


Iqbal pergi menaiki tangga menuju lantai atas, di mana kamarnya dan sang istri berada, Iqbal membuka pintu dan melihat sang istri yang baru saja selesai bersiap-siap.


"Mas kamu udah dateng" tanya Zahra melihat pintu terbuka.


"Iya sayang" ucap Iqbal masuk.


"Udah siap" tanya Iqbal.


"Udah mas" jawab Zahra.


Iqbal kembali keluar bersama sang istri, pasangan suami dan istri itu menemui mami Sisil yang ada di lantai bawa untuk pamit ke rumah sakit.


"Mi kita pergi sekarang ya" ucap Iqbal.


"Iya sayang kalian hati-hati ya" ucap mami Sisil.


"Iya mi" ucap Iqbal dan Zahra.


Iqbal dan Zahra pun keluar dari rumah, Iqbal membukakan pintu mobil untuk sang istri, lalu Iqbal ikut masuk ke dalam dan duduk di kursi kemudi, mobil pun keluar dari halaman rumah besar itu.


Bersambung....