
Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam, Erik mengajak sang istri dan sang adik untuk kembali pulang ke rumah. Karena hari sudah malam.
"Harus pulang sekarang ya kak, aku lagi seru loh nonton bola sama om Mario," ucap Emon.
"Nanti nonton lagi, kamu besok harus sekolah tau," ucap Erik melihat sang adik.
"Yah, iya deh," ucap Emon akhirnya mengalah pulang.
Iqbal dan Zahra tertawa melihat Emon yang engan pulang karena ingin menonton bola, Tiar terlihat mengusap kepala adik iparnya itu dengan sayang.
"Bentar aku pamit sama om Mario dulu kak," ucap Emon.
"Cepat ya dek," ucap Erik.
"Iya kak," ucap Emon.
Tak lama kemudian Emon kembali setelah berpamitan pada papi Mario, Erik dan Tiara lalu pamit pulang pada Iqbal dan Zahra.
Setelah mobil sang sahabat sudah tidak terlihat lagi, Iqbal mengajak sang istri masuk ke dalam.
"Mas duduk di ruang tengah dulu yuk," ajak Zahra.
"Iya sayang," ucap Iqbal.
Iqbal menuntun sang istri masuk ke ruang tengah, sambil mengelus perutnya yang besar Zahra duduk dengan pelan di salah satu sofa.
"Mau mas ambilkan minum gak?" tanya Iqbal.
"Gak usah mas, aku gak haus kok," ucap Zahra.
Terlihat mami Sisil datang mendekati keduanya, sambil membawa majalah dan duduk di salah satu sofa.
"Sayang papi mana?" tanya mami Sisil.
"Lagi nonton bola gak ada mi, tadi di ruang TV kok," ucap Iqbal.
"Gak ada, cuma TV aja yang nyala tuh," ucap mami Sisil.
"Ke dalam kali mi," ucap Zahra.
"Iya sayang mungkin ke dalam," ucap mami Sisil dan mulai membuka majalah yang ia bawa tadi.
Zahra dan Iqbal terlihat mengobrol, sedangkan mami Sisil masi sudah sibuk dengan majalah yang ada di tangannya itu.
☘☘☘☘
Zaki melihat sang istri yang sedang berdiri di balkon kamar, Zaki mendekat dan memegang pundak sang istri dengan lembut.
"Sayang, ada apa hheemm?" tanya Zaki.
"Mas, kamu ngagetin aku," ucap Mutiara mengusap tangan sang suami.
"Ada apa hheemm?" tanya Zaki lagi.
"Mas, aku pengen ke rumah ibu sama bapak, aku pengen makan sayur buatan ibu," ucap Mutiara menunduk takut.
Zaki tersenyum melihat sang istri, lalu Zaki mengusap lembut punggung sang istri. Zaki mengerti kalau saat ini anaknya ingin makan masakan buatan oma mereka.
"Iya, nanti besok kita ke sana ya, kita nginap juga di sana," ucap Zaki.
"Iya sayang, udah ya jangan sedih lagi," ucap Zaki memeluk sang istri.
"Makasih ya mas, aku senang banget," ucap Mutiara.
"Iya sayang sama-sama," ucap Zaki.
"Istirahat yuk, udah malam loh," ucap Zaki.
"Iya mas, tapi aku ke kamar mandi dulu ya, mau buang air," ucap Mutiara melihat sang suami.
"Iya sayang, hati-hati ya, mas tunggu di sini," ucap Zaki.
"Iya mas, bentar ya mas," ucap Mutiara.
Mutiara masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Zaki menunggu di depan pintu kamar mandi. Di dalam sana Mutiara melihat pantulan dirinya di cermin, lalu membasuh sedikit wajahnya dengan air. Setelah itu Mutiara kembali ke luar.
"Sayang udah?" tanya Zaki.
"Udah mas, ayo istirahat," ucap Mutiara.
Zaki mengajak sang istri berbaring, Zaki tidak lupa membenahi selimut yang menutupi sang istri dan dirinya, saat ini jam sudah menunjukan pukul 10 Malam.
☘☘☘☘
Zahra dan Iqbal masi belum tidur rupanya, Iqbal sedang memijat lengan sang istri dengan sangat lembut.
"Mas apa gak papa mas mijit lengan aku?" tanya Zahra melihat sang suami.
"Gak papa lah sayang, kamu kan istri mas," ucap Iqbal.
"Mas, aku boleh nanya sesuatu gak?" tanya Zahra.
"Mau nanya apa sayang?" tanya Iqbal melihat sang istri.
"Mas, kak Aldo dan Suci di kali mantan ya, aku sama Tiara putus komunikasi sama Suci mas," ucap Zahra.
"Kamu ngomongin soal mereka mas buru ingat sayang, kalau Aldo pernah bilang hp milik Suci hilang saat di bandara, dan gak bisa ngabarin kalian," ucap Iqbal melihat sang suami.
"Kapan kak Aldo bilang gitu mas?" tanya Zahra penasaran menunggu jawaban sang suami.
"Sebulan lalu sayang, maaf mas baru ingat habis mas lupa," ucap Iqbal sambil tersenyum geli.
"Mas kamu ini, nanti kasi ya sama Suci kontak aku sama Tiara mas," ucap Zahra sambil menggeleng kepala.
"Iya sayang ku, mas minta maaf ya," ucap Iqbal mengusap kepala sang istri dengan lembut.
"Iya gak papa mas, udah ayo kita tidur aja mas, udah telat loh itu," ucap Zahra.
"Udah gak mau di pijit sama mas lagi nih?" tanya Iqbal.
"Bukan gak mau mas, istirahat nanti besok lagi," ucap Zahra.
"Ya udah ayo tidur," ucap Iqbal.
Zahra dan Iqbal pun berbaring, dengan Iqbal yang terlihat membenahi selimut untuk mereka berdua, tak lama kemudian suara denkuran terdengar dari keduanya.