Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
Menggoda Zahra



Keesokan paginya Zahra menggeliat dari merasakan sesuatu yang menimpah perutnya, Zahra membagikan badannya dan melihat sang suami sedang tertidur pules, Zahra tersenyum lalu mengangkat pelan tangan kekar suaminya agar tidak membuat Iqbal terbangun dari tidurnya.


Zahra melihat jam yang ada di atas meja nakas, sudah jam 6 pagi pasti bundanya sedang membuatkan sarapan di dapur.


Beberapa menit kemudian Zahra keluar kamar mandi dengan on set rumahan miliknya, karena masi cuti jadi Zahra tidak ke kampus Zahra keluar kamar dan langsung ke dapur untuk mencari sang bunda.


"Bunda" panggil Zahra.


"Sayang, udah bangun ya putri bunda" ucap bunda.


"Iya bun, masa tidur terus" ucap Zahra sambil tersenyum.


"Bunda ngerti kok pengantin baru sayang" ucap bunda sambil tersenyum geli melihat sang putri.


"Ih, bunda apaan sih" ucap Zahra dengan kedua pipi bersemu mera.


Bunda semakin gencar menggoda sang putra, sampai suara sang suami mengagetkan keduanya.


"Ada apa sih, dapur pagi-pagi udah rame aja kaya pasar" ucap ayah.


"Bunda lagi jahilin pengantin baru yah" ucap bunda.


Zahra yang melihat kedatangan sang ayah semakin di buat malu, bagaiman tidak bukannya berhenti bundanya malah semakin menggoda nya.


"Udah ah, Zahra mau bangunin kak Iqbal dulu" ucap Zahra pergi meninggalkan ruang makan sambil menyembunyikan kedua pipi nya yang merona.


Sedangkan ayah hanya menggeleng kepala melihat tingkah sang istri dan putri mereka, Ayah lalu duduk di kursi meja makan.


"Yah, Zaki belum bangun ya" tanya bunda.


"Loh bukannya tadi udah siap bun, apa udah berangkat ke kantor ya" tanya Ayah.


"Kok gak pamit sih tuh anak" ucap bunda.


"Mungkin udah janjian mau sarapan sama Mutiara" ucap bunda sambil menata menu sarapan.


Di acara pernikahan Zahra, Zaki juga sudah mengenalkan Mutiara sebagai kekasihnya pada kedua orang tuanya dan Bunda Juga ayah setuju-setuju aja karena di liat-liat juga Mutiara gadis baik dan soleha.


Di lantai atas Zahra masuk ke dalam kamarnya tapi tak mendapatkan sang suami di tempat tidur, Zahra mendengar percikan air dari arah kamar mandi sudah tau kalau sang suami sedang membersihkan diri.


Zahra merapikan tempat tidur mereka, lalu menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya itu dan meletakan di atas tempat tidur.


Hari ini Iqbal akan membawa sang istri ke kediamannya, karena saat ini Zahra sudah resmi menjadi nyonya Gunawan.


"Sayang" panggil Iqbal keluar dari kamar mandi.


"Ini bajunya kaka udah aku siapin" ucap Zahra memili untuk terbiasa melihat sang suami hanya mengenakan handuk.


"Makasih ya" ucap Iqbal.


Selesai mengenakan pakaian, pasangan pengantin baru itu turun ke lantai bawa untuk sarapan bersama dengan bunda dan Ayah.


"Sayang, ayo ajak suami kamu" ucap bunda yang sudah menunggu keduanya di meja makan.


Iqbal dan Zahra duduk di kursi berdekatan, bunda sudah mulai melayani piring ayah, Zahra pun juga mulai mengisi piring sang suami dengan nasi goreng juga telur mata sapi, lalu ia juga mengambil sarapan untuknya.


Meraka sarapan dengan hening, hanya dentingan suara sendok dan garfu yang terdengar karena di keluarga itu kalau sedang suasana makan tidak baik berbicara.


Bersambung....


***Guys jangan lupa like, komen sama Vote ya,,,


Jangan lupa juga mampir di cerita novel aku yang lain, kalian bisa langsung masuk ke profil ku ya.


Terimakasih🙏🙏🙏***