Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
Lamaran



Hari yang di tunggu-tunggu oleh Iqbal dan Zahra akhirnya tiba juga..


Setelah Mario Papi nya Iqbal menelpon sahabatnya Adrian tempo hari untuk membicarakan mengenai lamaran Iqbal pada Zahra dan di sinilah kedua keluarga itu, sedang berkumpul di ruangan tamu rumah Adrian ayah nya Zahra.


Mario langsung mengutarakan niat baik keluarganya untuk bertamu ke rumah sahabatnya, dengan semua yang di bicarakan kedua pihak akhirnya tanggal pernikahan Iqbal dan Zahra akan di laksanakan belun depan itu artinya 1 bulan lagi.


Selesai membicarakan hal penting itu semua keluarga langsung menyantap hidangan yang suda di siapkan di atas meja.


Senyum tak pernah pudar dari bibir Zahra dan Iqbal, Tiara yang ikut hadir di acara lamaran sahabatnya tak henti-henti nya menggoda Zahra.


"Cie.. Yang uda di lamar" ucap Tiara menjahili sahabatnya


"Uda ah, jahilnya" ayo makan ucap Zahra mengajak Tiara


"Iya-iya" ucap Tiara


Terlihat Zaki juga hadir di acara lamaran adiknya..


*****


Sementara di sisi lain di sebuah kantor seorang wanita cantik sedang mengomel-ngomel tiada henti bagaimana tidak atasannya memberikan banyak pekerjaan untuk nya. Siapa lagi kalau bukan Mutiara


"Dasar bos menyebalkan, seenak nya memerintah" ucap Mutiara tampa henti mengomel


"Kamu bilang apa barusan" ucap seseorang di balik meja Mutiara


Deng...


"Suara itu, bagaimana bisa ada di sini apa cuma perasaan aku saja" ucap mutiara dalam hati


Mutiara mengangkat kepalanya melihat seorang yang sedang berdiri di depan mejanya dan bertapa kaget nya dia setelah melihat orang itu adalah benar-benar atasannya.


"Eh.. Bapak" ucap Mutiara dengan gugup karena ketahuan mengumpat atasannya


"Bawa berkas-berkas yang mau saya tanda tangani" ucap Zaki datar


"Baik pak" ucap Mutiara


Zaki hanya menggeleng-geleng kepalanya saja melihat tingkah sekertaris nya.


"Mengemaskan" ucap Zaki pelan sangat pelang hanya dia yang bisa mendengarnya


Mutiara mengumpulkan berkas-berkas yang akan ia bawa ke ruangan Zaki, ia lalu melangkah menuju ruangan atasan nya.


Tok...Tok..Tok


"Masuk" ucap Zaki dari dalam ruangan nya


Mutiara membuka pintu lalu berjalan masuk untuk menyerahkan berkas-berkas itu.


"Ini pak berkas nya" ucap Mutiara


Zaki merai berkas itu lalu membacanya dan menandatangani nya.


Sebelum mengembalikan berkas itu lagi pada mutiara Zaki berkata pada sekertaris nya.


"Hari ini lembur" ucap Zaki


Mutiara melotot kan matanya mendengar kata atasannya barusan.


"Gak usah melotot gitu, itu sebagai ganti karena kamu mengatakan saya menyebalkan" ucap Zaki dengan santai


Waktu kini menunjukan pukul 8 malam tapi pekerjaan Mutiara masi sangat banyak, semua karyawan lain suda pulang dari jam 5 sore, sesekali Mutiara menguap karena rasa ngantuk.


Zaki yang melihat dari komputer SCTV merasa kasian, lalu ia mengambil tas dan kunci mobilnya berlalu keluar, tiba di depan meja sekertaris nya Zaki melihat Mutiara tertidur dengan kepala berada di atas meja. Zaki menyentuh pundak gadis itu lalu membangunkan nya, Mutiara mengucek matanya.


"Maaf pak saya ketiduran, saya selesain dulu pekerjaan saya" ucap Mutiara, ia mengumpat dirinya sendiri karena ketiduran


Bukannya mendengar apa yang Mutiara katakan Zaki langsung menarik tangan Mutiara berjalan melangkah masuk ke dalam lift, baiknya Mutiara cepat merai tasnya.


Lift membawa mereka ke lantai bawa.


Ting..


Pintu lift terbuka lalu Zaki kembali menarik tangan Mutiara melangkah mendekati mobilnya, Zaki membukakan pintu untuk mutiara lalu ia berjalan memutari mobil untuk masuk duduk di kursi kemudi, mobil itu ke luar dari area lobi kantor.


******


Ke esok kan harinya Iqbal mengendarai mobilnya menuju kediaman rumah Zahra, ia ingin menjemput calon istrinya untuk berangkat ke kampus.


Mobil Iqbal kini memasuki halaman rumah Zahra. Iqbal turun dari dalam mobil lalu melangkah masuk ke dalam rumah calon istrinya.


"Assalamualaikum" ucap Iqbal


"Waalayikumsalam" jawab Zahra menuruni tangga


Zahra dan Iqbal langsung pamit pada kedua orang tua Zahra, kedua calon pengantin itu melangkah keluar rumah Zahra, Iqbal membukakan pintu untuk Zahra lalu ia memutari mobil dan masuk duduk di kursi kemudi.


Iqbal menjalankan mobilnya tangannya tak henti-henti mengelus tangan Zahra.


30 menit kemudian mobil Iqbal memasuki area parkiran kampus. Iqbal membukakan pintu untuk Zahra lalu mereka melangkah menuju kelas Zahra.


Dari ke jauh han seorang wanita melihat Iqbal dan Zahra dengan tatapan benci.


"Aku tidak akan membiarkan kalian bahagia" ucap wanita itu seorang diri


Wanita itu merai benda pipi dari dalam tas branded miliknya.


"Hello, saya punya tugas untuk kalian" ucap wanita itu pada seseorang di seberang telpon


"......"


"Kalian singkirkan wanita itu" ucap wanita itu lagi


"......."


"Uang nya nanti saya transfer" ucap wanita itu lalu mengakhiri panggilan telpon nya


Lalu wanita itu melangkah meninggalkan tempat itu.


Setelah mengantarkan Zahra ke dalam kelasnya, Iqbal menemui kedua sahabat nya ia rindu nongkrong dengan kedua sahabat nya itu.


Iqbal yang melihat Erik dan Aldo sedang duduk di kantin tempat biasa mereka duduk.


"Calon pengantin baru ni" ucap Erik


"Ke kafe biasa yuk" ajak Iqbal yang langsung di iyakan oleh ke dua sahabat nya


Ke tiga pria itu berjalan ke arah mobil Iqbal untuk pergi ke kafe biasa mereka nongkrong.


Bersambung....