
Seperti janjinya tadi siang, Zaki saat ini sedang mengendarai mobilnya menuju rumah Mutiara. Zaki berniat akan mengajak sekretarisnya itu makan malam di luar.
Di rumahnya, Mutiara sudah siap dengan penampilannya yang sederhana tapi terlihat wow, ia memang tidak terlalu suka berdandan berlebihan. Mutiara mendengar suara deru mobil yang terparkir di halaman rumahnya.
Baru mendengar suara mobil saja, jantung Mutiara sudah berdegup kencang, padahal ia belum bertemu dengan atasan ya itu.
Tok... Tok...
Ccllekk...
"Assalamualaikum,," ucap Zaki menyalami punggung tangan pa Kasim bapaknya Mutiara
"Wa'alaikumsalam.." jawab pa Kasim memandang pemuda yang mencium tangannya
"Mutiara nya ada pa, kenalin saya Zaki atasannya Mutiara di kantor" ucap Zaki memperkenalkan dirinya dengan sopan.
"Ada nak Zaki, mari silahkan masuk" ajak pa Kasim
"Terimakasih pa" jawab Zaki ikut masuk
"Sebentar ya nak Zaki bapa panggilkan Muti dulu" ucap pa Kasim yang mendapat anggukan dari Zaki
Tak lama kemudian, Mutiara datang menghampiri Zaki. jangan lupakan tas selempang yang membuat penampilannya bertambah keren.
"Udah siap?" tanya Zaki yang mendapat anggukan kepala dari Mutiara
"Ayo pergi" ajak Zaki tapi sebelum pergi Zaki pamit terlebih dahulu pada ke dua orang tua Mutiara.
Zaki membukakan pintu untuk sekretarisnya itu, kemudian ia masuk ke dalam mobil dan mengendarai mobilnya meninggalkan halaman rumah Mutiara.
Zaki memutar radio untuk mengisi keheningan di antara mereka berdua.
"Kamu anak tunggal ya" tanya Zaki setelah cukup lama hening
"Iya aku anak tunggal" jawab Mutiara membenarkan pertanyaan atasannya.
"Kita mau ke mana" tanya Mutiara
Tapi Zaki memilih diam dan tetap fokus menyetir, tampa menjawab pertanyaan gadis yang duduk di samping dengannya.
Tak lama kemudian, mobil yang di kendarai oleh Zaki, tiba di salah satu restoran bintang lima, Zaki turun dan membukakan pintu untuk Mutiara.
Tampa banyak berkata, Zaki menggenggam tangan Mutiara dengan erat masuk ke restoran itu. Zaki menuntun gadis itu ke salah satu meja kosong yang ada di dalam situ.
Mutiara melihat-lihat menu yang ada di buku, pandangannya jatuh pada makanan favoritnya dulu waktu berada di luar negri.
"Saya pesan Seafood aja pak" ucap Mutiara
"Ini lagi bukan jam kerja, jadi kamu panggil nama saya saja" ucap Zaki yang membuat Mutiara merasa heran dengan bos nya itu tapi ia menurut saja.
"Baik Z,,Zaki" ucap Mutiara gugup
Zaki memesan pesanan mereka yang langsung di catat oleh pelayan, setelah itu pelayan berkala dari hadapan ke duanya.
"Ra," panggil Zaki
Mutiara melihat pria yang ada di depannya, Mutiara melihat Zaki memandangnya dengan intens, hal itu membuat jantung Mutiara kembali berdetak kuat dan merasa gugup di buatnya.
"Ada apa Ki" ucap Mutiara berusaha menutupi kegugupannya
Zaki memberanikan diri menggenggam tangan gadis itu yang berada di atas meja. Hal itu membuat Mutiara bertambah gugup.
"Ra," panggil Zaki lagi
"Jujur pertama kali kita gak sengaja tabrakan di bandara waktu itu, aku suda mulai tertarik sama kamu, sampai kita gak sengaja juga ketemu di mall waktu itu dan kamu jadi sekertaris aku. Rasa ini mulai ada setiap aku bersama kamu...." Ucapan Zaki terpotong sejenak
"Ra, aku Cinta sama kamu, apa kamu bersedia jadi pacar aku" ucap Zaki memberanikan diri mengungkapkan perasaannya
Mutiara memandang Zaki cukup lama, Zaki baru saja menembaknya, dan jujur ia pun memiliki perasaan yang sama dengan Zaki.
"Ra,," panggil Zaki membuyarkan lamunan Mutiara
"Gimana" tanya Zaki
Mutiara memberanikan menatap ke dua mata Zaki, ia melihat ketulusan di mata Zaki.
"Iya aku mau jadi pacar kamu, aku juga sama cinta sama kamu" ucap Mutiara
Zaki tersenyum senang, akhirnya ia dan Mutiara resmi jadian, dan hal yang sama pun di rasakan oleh Mutiara, gak nyangka malam ini Zaki akan menembaknya, dan tak lama kemudian pelayan datang mengantarkan pesanan mereka. Lalu mereka makan bersama dengan perasaan bahagia.
Bersambung...
Guys, Like, Komen sama Vote nya jangan lupa ya😊🙏🙏
Makasih....