
Kediaman Mutiara, ibu Mutiara masuk ke dalam kamar sang putri, memastikan kondisi putrinya yang kurang sehat, dan ingin mengajak Mutiara makam malam.
Cllekk...
"Nak, gimana keadaan kamu" tanya ibu.
"Alhamdulillah bu, udah menigan" ucap Mutiara.
"Ayo kita makan malam, bapak sudah nunggu" ajak ibu.
"Iya bu, sebentar aku ke kamar mandi dulu ya, ibu duluan aja" ucap Mutiara.
"Ya sudah ibu duluan ya" ucap ibu.
Ibu keluar dari kamar sang putri, sedangkan Mutiara masuk ke dalam kamar mandi, karena ia ingin buang air kecil.
"Bu, Tiara mana" tanya bapak pada sang istri yang baru saja datang.
"Nanti nyusul yah, lagi ke kamar mandi dulu" ucap ibu Mutiara.
Mutiara sering di panggil Tiara oleh bapak nya, dan tak lama kemudian Mutiara tiba fi ruang makan, di sana bapak dan ibunya sudah menunggu.
"Assalamualaikum,," ucap seseorang dari luar pintu.
Mutiara, ibu dan bapak tau siapa pemilik suara itu.
"Langsung masuk ajak Wi" ucap Mutiara.
Seorang gadis masuk dengan membawa tas berisi martabak, tamu yang baru datang itu adalah Tiwi sahabat dari Mutiara.
"Wah, aku ganggu ni" ucap Tiwi.
"Gak kok nak, ayo sini gabung sama kita" ajak ibu Mutiara.
"Iya ayo Wi, kita makan malam" ajak Mutiara.
Tiwi pun ikut makan malam bersama, karena Tiwi sudah di anggap seperti keluarga di kediaman Mutiara.
Selesai makan malam, Mutiara mengajak sang sahabat ke kamarnya, dan kedua gadis itu pun masuk ke dalam kamar.
"Loh ya mentang-mentang udah punya pacar jarang banget sama gue" ucap Tiwi.
Mutiara hanya tersenyum melihat wajah kesal sang sahabat, Mutiara tau sudah lama ia dan sang sahabat tidak pergi jalan-jalan.
"Habis gue kan sibuk kerja" ucap Mutiara.
"Iya deh, yang sekarang udah betah jadi sekertaris pacarnya" ucap Tiwi menjahili sang sahabat.
"Apaan sih" ucap Mutiara malu.
"Ye pake cara malu-malu lagi" ucap Tiwi me noel pipi sang sahabat.
Ting....
Tiba-tiba ponsel Mutiara berdenting, pertanda pesan masuk, Mutiara sudah bisa menebak kalau itu adalah pesan dari sang kekasih.
"Pacar ngecet tuh, di liat dulu deh" ucap Tiwi.
Mutiara melihat pesan itu, ternyata Zaki menanyakan.
"*Assalamualaikum,, lagi apa, udah makan malam belum, gimana keadaannya?" isi pesan dari Zaki.
"Waalayikumsalam,, Alhamdulillah udah lebih baik, iya udah makan malam kok, kalau kamu udah makan malam belum" balas Mutiara.
"Iya aku udah makan malam kok, cepat istirahat jangan tidur telat" isi pesan Zaki*.
"Yeh, gue di kacangin" ucap Tiwi.
Kedua sahabat itu mengobrol, cukup lama sampai jam menunjukan pukul 8 malam, Tiwi pun pamit pulang karena sudah malam.
☘☘☘☘
Di kediaman Zahra, Pasangan suami dan istri itu terlihat masuk ke dalam kamar mereka, tak tau kenapa habis makan malam tiba-tiba Zahra merasakan pusing.
"Ayo baring dulu sayang" ucap Iqbal.
"Makasih ya mas" ucap Zahra.
"Iya sayang, masih pusing gak" tanya Iqbal.
"Dikit mas" ucap Zahra.
Iqbal pun ikut berbaring bersama sang istri, karena ia juga merasakan ngantuk banget mungkin karena seharian bekerja di kantor.
☘☘☘☘
Keesokan harinya, Iqbal mendengar suara sang istri yang sedang mual dari kamar mandi, dengan cepat Iqbal bangun dan menyusul sang istri ke kamar mandi.
Oouuekk... Oouueekk...
"Sayang kamu kenapa" tanya Iqbal dengan panik.
"Mas kepala aku pusing banget dan mual" ucap Zahra.
Iqbal memijit pundak sang istri dengan pelan, dan mual Zahra mulai mereda, lalu melihat sang suami.
"Sayang wajah kamu pucat banget" tanya Iqbal kuatir melihat wajah pucat sang istri.
"Ayo mas bantu" ucap Iqbal membantu sang istri keluar dari kamar mandi.
"Kamu baring dulu ya, aku minta teh panas sama bunda" ucap Iqbal.
"Iya mas" jawab Zahra.
Iqbal keluar dari kamar mereka, berjalan ke arah dapur untuk melihat sang bunda.
"Nak, kamu kenapa kok pamit" tanya bunda.
"Bun aku boleh minta teh panas, istri aku mual-mual" ucap Iqbal.
"Apa nak, Zahra mual, terus gimana sekarang" tanya bunda juga panik.
"Udah gak papa bun" ucap Iqbal.
"Kamu temanin istri kamu ya, biar nanti bunda yang bawain teh nya ya" ucap Bunda.
"Baik bun" ucap Iqbal.
Iqbal kembali pergi masuk ke dalam kamar, sedangkan teh nanti di bawa oleh bunda, karena bunda juga ingin melihat keadaan sang putri.
Selesai membuatkan teh, bunda membawa masuk kedalam kamar Zahra dan Iqbal, bunda melihat sang putri sedang berbaring di temani sang suami duduk di sisi ranjang.
"Sayang minum dulu teh nya" ucap bunda.
"Makasih ya bunda" ucap Zahra.
Iqbal membantu sang istri untuk minum teh dengan pelan, lalu meletakan teh itu di meja nakas.
Bersambung....
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya....