Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
Berangkat Ke Luar kota



Setelah pamit pada bunda dan sang ayah, Zaki masuk ke dalam mobil kali ini yang menyetir pak sopir yang mengantar Zaki ke bandara.


Di kediaman Mutiara sudah selesai membereskan semua barang yang akan ia bawa.


"Udah siap sayang" tanya ibu Mutiara.


"Udah ibu, tinggal nunggu bos nya Mutiara yang mau jemput" ucap Mutiara.


"Bos apa pacar" ucap ibu sambil tersenyum.


"Ihh ibu" ucap Mutiara malu.


"Kamu ini, kaya ibu sama bapa gak pernah muda aja" ucap Ibu.


"Ayo bu kita nunggu bos aku di luar" ajak Mutiara menarik koper kecil miliknya.


"Hati-hati di sana ya nak, jaga diri baik-baik ingat kamu ini anak gadis nya ibu sama bapak satu-satunya" nasehat ibu pada sang putri.


"Iya ibu, Mutiara akan selalu dengerin nasehat dari ibu, lagian bang Zaki juga orangnya baik kok, sopan juga sama Mutiara bu" ucap Mutiara meyakinkan sang ibu.


"Alhamdulillah kalau nak Zaki seperti itu" ucap Ibu.


Tak lama kemudian terdengar suara klakson mobil dari depan rumah, seorang pria turun dari dalam mobil mendekati ibu dan Mutiara.


"Assalamualaikum" ucap Zaki, sekalian menyalami punggung tangan ibu dari sang kekasih.


"Waalaikumsalam" ibu dan Mutiara menjawab salam dari Zaki.


"Sudah siap" tanya Zaki melihat sang kekasih.


"Sudah" jawab Mutiara.


"Ibu, saya sama Mutiara pamit ya" ucap Zaki.


"Iya nak Zaki, tolong jagain anak gadis ibu ya nak" ucap ibu.


"Pasti bu" ucap Zaki kembali menyalami punggung tangan ibu Mutiara, begitu pun dengan Mutiara.


Zaki memasukan koper kecil milik Mutiara ke dalam bagasi, lalu Zaki masuk dan duduk di dekat Mutiara.


"Udah gak ada yang ketinggalan kan?" tanya Zaki melihat sang kekasih.


"Udah gak ko" jawab Mutiara.


Mobil pun keluar dari halaman rumah Mutiara, selama dalam perjalanan ke bandara tak ada perbincangan di antara ke duanya, mungkin karena ada pak sopir. Sedangkan tim yang lain sudah menunggu mereka di bandara.


Tak lama kemudian mobil yang mengantar Zaki dan Mutiara, memasuki area parkiran bandara. Zaki dan Mutiara Turin dari mobil, Zaki tidak lupa menurunkan koper mereka dari dalam bagasi mobil.


☘☘☘☘


Zahra yang saat ini sedang berada di kantor sang suami, tepatnya di ruangan sang suami.


Sehabis makan siang Iqbal langsung mengajak sang istri ikut dengannya ke kantor, karena sang istri sudah tidak ada mata kuliah lagi.


"Sayang, kalau ngantuk tidur di kamar ya" ucap Iqbal yang masi sibuk dengan pekerjaannya.


"Gak papa kok mas, aku juga lagi chetan sama Tiara" ucap Zahra sambil tersenyum manis melihat sang suami.


Iqbal kembali melanjutkan pekerjaan, sampai tiba-tiba seseorang membuka pintu ruangan Iqbal dengan paksa.


Zahra dan Iqbal melihat ke arah pintu, di sana Viona berdiri sambil tersenyum ke arah Iqbal.


"Ngapain kamu ke sini" tanya Iqbal dengan tajam.


"Aku cuma mau ketemu kamu sebentar kok" ucap Viona dengan senyum di buat semanis mungkin.


Viona melangkah melewati Zahra begitu saja, membuat Iqbal semakin muak melihat tingkah dari wanita yang tak tau malu itu.


"Berhenti di situ, sebelum saya berbuat kasar sama kamu" ucap Iqbal melihat Viona dengan tatapan membunuh.


Viona berhenti di tempatnya, ini kali ke dua melihat Amara Iqbal setelah waktu SMA dulu.


"Berapa kali harus saya ingatkan, kalau tidak ada yang perlu kita bicarakan, kamu liat saya sudah punya seorang istri" ucap Iqbal melihat sang istri yang duduk diam di sofa, lalu Iqbal kembali melihat Viona.


"Jadi saya minta sama kamu untuk yang terakhir kali, berhenti menganggu kehidupan saya dan istri saya karena saya tidak akan pernah tertarik sama kamu lagi" ucap Iqbal.


Viona meneteskan air mata dari kedua pelupuk matanya, entah sadar atau tidak saat ini Viona mengatakan maaf.


"Maaf" ucap Viona berbalik keluar dari ruangannya Iqbal.


"Mas kamu gak papa" tanya Zahra beranjak mendekati sang suami.


"Aku gak papa sayang" ucap Iqbal memeluk sang istri dengan erat.


Entah kenapa sekarang Iqbal jadi sering merasa takut akan kehilangan sang istri, karena itu Iqbal berkeras saat ada Viona datang agar sang Istri tidak salah faham padanya.


"Kita istirahat yuk" ajak Iqbal.


"Tapi kerjaan mas masi banyak" ucap Zahra melihat beberapa berkas di atas meja.


"Gak papa, mas pengen berduaan sama istri mas yang cantik ini" ucap Iqbal membawa sang istri ke kamar yang ada di ruangannya.


Bersambung...