
Seperti apa yang di katakan Zaki pada sang istri kemarin sore, hari ini mereka pun pergi ke rumah orang tua sang istri.
Zaki dan Mutiara, akan menghabiskan waktu hiri weekend mereka di ruang kedua orang tua sang istri.
Saat ini keduanya sudah berada di perjalanan menuju rumah kedua orang tua Mutiara, Zaki melihat sang istri sambil tersenyum manis.
"Sayang, kita mampir ke supermarket ya, buat beli bahan masak," ucap Zaki.
"Iya mas, aku juga pengen makan terong goreng saus buatan ibu," ucap Mutiara.
"Iya, kita mampir beli ya," ucap Zaki, yang mendapat anggukan dari Mutiara.
"Iya abang," ucap Mutiara lagi.
Mobil yang di kendarai oleh Zaki pun memasuki parkiran supermarket, karena hari ini adalah hari minggu, jadi pengunjung tidak terlalu begitu ramai.
"Ayo sayang kita turun," ajak Zaki.
Pasangan suami dan istri itu lalu turun dari dalam mobil, Zaki mengandeng mesra tangan sang istri masuk ke dalam supermarket itu.
"Abang ambil troli dulu ya sayang," ucap Zaki.
"Iya, aku langsung ke sana ya bang," ucap Mutiara, menunjuk sayur-sayuran.
"Iya sayang," ucap Zaki.
Mutiara lalu pergi ke arah rak sayur-sayuran, terlihat salah satu karyawan supermarket itu sedang mengatur sayuran yang baru dan masi segar.
"Silahkan kak, sayurnya masi fresh-fresh kak," ucap karyawan itu.
"Iya aku mau ambil terong mbak," ucap Mutiara.
"Biar saja ambilkan kak, mau berapa ikat kak?" tanya karyawan itu.
"Tiga ikat saja mbak, sama buncis juga dua ikat ya," ucap Mutiara.
"Iya kak," ucap karyawan itu.
Zaki mendekat ke arah sang istri sambil membawa troli.
"Sayang.." panggil Zaki.
Membuat Mutiara dan karyawan supermarket itu melihat ke asal suara, Mutiara tersenyum dan mengambil sayur yang ada di tangan pelayan supermarket itu.
"Makasih ya mbak," ucap Mutiara.
"Iya kak sama-sama," ucap karyawan supermarket itu dan kembali melanjutkan mengatur sayur-sayuran.
"Ke sana yuk bang," ajak Mutiara ke rak bumbu-bumbu.
Zaki mendorong troli pergi ke rak bumbu-bumbu bersama sang istri, Zaki melihat Mutiara yang sedang melihat-lihat bumbu dapur.
"Abang aku tadi ambil buncis, mau di bikin apa?" tanya Mutiara.
"Di tumis aja sayang, tapi pake saus tiram ya," ucap Zaki.
"Oke," ucap Mutiara.
Habis mencari bumbu-bumbu, Zaki dan Mutiara pergi ke arak cemilan-cemilan. Zaki mengambil beberapa cemilan dari sana, dan mengisi ke dalam troli mereka.
"Ada lagi yang mau di beli sayang?" tanya Zaki.
"Sepertinya sudah cukup bang, ini juga udah banyak kan," ucap Mutiara.
Zaki mendorong troli ke kasir, dengan sang istri yang berada di sampingnya.
☘☘☘☘
Berbeda dengan Zaki dan Mutiara, hari minggu ini kediaman rumah Gunawan kedatangan calon pengantin baru. Ya itu Tiara dan Erik.
Tiara dan juga Erik pergi bertemu Iqbal dan juga Zahra, tapi keduanya tidak pergi berdua saja, melainkan bersama bocah kecil yang sedang mengenakan topi Koboy, siapa lagi kalau bukan Emon.
Iqbal dan sang istri menyambut kedatangan mereka dengan antusias, apa lagi ada Emon yang datang bersama mereka.
"Hay kak Iqbal, wah perut kaka Zahra sudah besar ya, aku bole nyium gak kak," tanya Emon melihat perut buncit Zahra.
"Tentu boleh sayang, sini," ajak Zahra.
Dengan antusias Emon mendekati Zahra, dan mulai mencium perut buncit Zahra dengan lembut.
"Udah kak, makasih ya," ucap Emon.
"Iya sayang," ucap Zahra sambil mengusap kepala bocah kecil itu.
"Kak, nanti bikin adik juga ya buat Emon," ucap Emon dengan polosnya melihat Erik dan Tiara.
Membuat calon pasangan pengantin itu saling pandang, lalu melihat Emon yang sedang menantikan jawaban dari kedua kaka nya.
"Iya," ucap Erik sekenang nya saja.
Sedangkan Zahra dan Iqbal mati-matian menahan tawa mereka, melihat ekspresi wajah kedua sahabat mereka itu.
"Dengar tuh bro," ucap Iqbal melihat sang sahabat.
Erik dan Tiara punya hanya tersenyum saja, lalu melihat Emon yang duduk di dekat Tiara, kaka cantiknya itu.
"Semaunya sudah siap kan?" tanya Iqbal pada sang sahabat.
"Udah kok, Alhamdulillah," ucap Erik.
"Semoga lancar ya sampai hari H Ra," ucap Zahra.
"Iya Zah, makasih ya," ucap Tiara.
"Iya sama-sama," ucap Zahra.
Papi Mario dan mami Sisil terlihat memasuki rumah tamu, dan ikut bergabung di sana.
"Hay Emon, apa kabar sayang, kamu udah besar ya," ucap mami Sisil duduk di dekat bocah kecil itu.
"Emon baik tante, emon juga udah sekolah loh tan," ucap bocah kecil itu dengan antusias.
"Wah hebat kamu, sekolah yang rajin ya sayang," ucap mami Sisil mengusap kepala bocah kecil itu.
"Iya tan," ucap Emon.
Papi Mario lalu menanyakan persiapan pernikahan Erik dan Tiara, karena papi Mario juga bersahabat dengan papa Erik.
Sedangkan mami Sisil masi asik mengobrol bersama Emon, Mami Sisil menanyakan kabar mami Emon, karena mami begitu menyukai anak kecil.
"Mama baik tan, mama lagi di rumah sama papa," ucap Emon, sedangkan topi Koboy bocah kecil itu di letakan di atas meja.
Semuanya larut dalam obrolan di sana, papi Mario dan mami Sisil juga mengajak mereka makan siang di kediaman mereka.