
Kondisi ayah Adrian malah semakin memburuk, bunda dan juga Zahra sudah menjadi panik melihat kondisi ayah.
Iqbal yang sudah di hubungi oleh Zahra tiba bersama dengan Dimas, Iqbal melihat sang istri sedang menangis.
"Sayang, gimana kondisi ayah" tanya Iqbal.
"Kita harus segera bawa ayah ke rumah sakit mas, kondisi ayah makin parah" ucap Zahra.
"Ayo, di mana bunda sayang" tanya Iqbal.
"Bunda di kamar lagi jagain ayah mas" ucap Zahra.
Iqbal dan Zahra lalu pergi ke kamar ayah dan bunda, Iqbal mendekati sang mertua dan membantu untuk bangun.
"Ayo ayah kita ke rumah sakit, Dim bantuin gue buat angkat ayah" ucap Iqbal.
"Baik bos" Iqbal dan Dimas pun membantu ayah untuk keluar dari kamar dan langsung masuk ke dalam mobil Iqbal.
"Ayo bunda, sayang kita naik satu mobil saja ya" ucap Iqbal.
Kali ini yang menyetir Dimas, sedangkan Iqbal duduk di dekat Dimas di kursi depan, Ayah dan bunda juga Zahra duduk di kursi belakang.
"Ayah sabar ya kita ke rumah sakit" ucap bunda.
"Makasih nak" ucap Ayah pada sang menantu.
"Iya ayah" ucap Iqbal.
Tak berapa lama, mobil yang di kendarai oleh Dimas memasuki halaman rumah sakit, Iqbal keluar terlebih dahulu untuk mengambil kursi roda yang akan di duduki oleh ayah.
Setelah mobilnya sudah terparkir, Dimas membuka pintu belakang dan membantu ayah keluarga. Iqbal sudah mendekat dengan membawa kursi roda.
"Ayo ayah duduk di sini" ajak Iqbal.
Ayah Adrian gak sanggup berjalan karena asam urat nya kambuh, jadi harus mengunakan kursi roda.
Iqbal mendorong sang ayah mertua masuk kedalam rumah sakit, sedangkan Zahra bersama bunda juga ikut masuk di susul oleh Dimas.
"Sus, tolongin ayah mertua saya ya" ucap Iqbal.
"Baik pak, mari silahkan masuk" ucap seorang suster.
Ayah adrian langsung di bawa ke dalam ruang UGD, lalu Iqbal kembali lagi setelah membawa ayah masuk.
"Ayah pasti baik-baik aja sayang" ucap Iqbal menenangkan sang istri.
"Aku takut mas" ucap Zahra.
"Kita berdoa aja ya" ucap Iqbal.
"Iya mas" ucap Zahra.
Iqbal mengajak bunda untuk duduk di kursi, begitu pun dengan sang istri yang saat ini sedang hamil.
Clekk...
Pintu UGD terbuka, seorang suster keluar dan langsung menghadap keluarga pasien.
"Permisi, dengan keluarga pasien" ucap suster.
"Iya sus gimana keadaan suami saya" tanya Bunda.
"Suami ibu harus di rawat inap, karena saat ini asam urat beliau sedang kambuh dan dokter menyarankan untuk di rawat dulu" ucap suster.
"Baik pak, bisa langsung ke bagian administrasi ya" ucap suster.
"Baik sus" ucap Iqbal.
"Sayang kamu tunggu di sini sama bunda ya, mas mau ke bagian Administrasi dulu" ucap Iqbal.
"Iya mas" ucap Zahra.
"Bunda sama Zahra tunggu di sini ya" ucap Iqbal.
"Iya nak" ucap Bunda.
Iqbal dan Dimas lalu pergi ke bagian administrasi.
☘☘☘☘
Zaki yang baru saja selesai rapat mendapat pesan dari adik Iparnya, kalau saat ini ayah sedang di rawat di rumah sakit xx.
"Sayang kita langsung ke rumah sakit ya" ucap Zaki saat ini mereka berada dalam mobil.
"Siapa yang sakit bang?" tanya Mutiara.
"Ayah masuk rumah sakit karena asam urat nya kambuh lagi" ucap Zaki.
"Iya bang ayo kita cepat ke sana" ucap Mutiara juga.
Zaki pun menjalankan mobilnya menuju rumah sakit yang sudah di beri tahu oleh Iqbal.
Tak berselang lama, mobil Zaki memasuki halaman rumah sakit, Zaki melihat mobil adik iparnya masi terparkir di sana.
"Ayo sayang kita turun" ajak Zaki.
Mutiara dan Zaki pun keluar dari mobil, dan langsung melangkah masuk kedalam rumah sakit.
Zaki dan Mutiara langsung menuju lantai 3 di mana ruang ayah Adrian berada.
Ting...
Saat pintu lift terbuka, Zaki langsung mengajak calon istrinya keluar dari dalam lift. Zaki melihat nomor kamar sang ayah.
Clekkk...
Pintu ruangan ayah Adrian terbuka, Zaki dan Mutiara masuk kedalam dan di sana ada bunda, Iqbal, Zahra dan Dimas.
Ayah Adrian sedang terbaring di atas ranjang pasien, dengan selang infus yang ada di tangannya.
"Ayah" panggil Zaki.
"Nak, kamu udah datang" ucap ayah dengan suara lemah.
"Ayah jurus banyak istirahat, biar Zaki saja yang bekerja ya" ucap Zaki.
"Iya nak" ucap ayah sambil tersenyum melihat putra laki-lakinya.
Mutiara duduk di sofa bersama bunda dan Zahra, sedangkan Iqbal dan Dimas keluar dan menunggu di kursi depan.
Next...
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya....