Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
Iqbal Kesal



Zaki dan para tim tiba di luar kota malam hari, semuanya langsung ke penginapan yang sudah di siapkan untuk mereka.


Mutiara sekamar dengan salah satu tim yang bernama Salma, sedangkan Zaki memiliki kamar sendiri.


"Semuanya membersihkan diri masing-masing, nanti kita bertemu di restoran hotel untuk makan malam" ucap Zaki.


"Baik pak" ucap semuanya.


Zaki melihat sang gadis cukup lama, lalu ia masuk ke dalam kamar miliknya.


Mutiara dan Salma masuk ke dalam kamar mereka, kamar yang di siapkan khusus dua orang dua kasur.


"Gila capek banget ya Ra" ucap Salma.


"Iya, ternyata lumayan jauh juga" ucap Mutiara meletakan koper kecil miliknya di atas kasur nya.


"Eh Ra, loh beneran ya jadian sama bos?" tanya Salma kepo.


Mutiara terdiam cukup lama, kemudian menganggu kan kepalanya. Mau di sembunyikan pun percuma karena Zaki pernah mengakui Mutiara di depan karyawan kantor, kalau dia itu kekasih dari bos nya.


"Loh beruntung banget sih, bisa dekat sama bos" ucap Salma.


Sedangkan Mutiara hanya tersenyum mendengar ocehan dari rekan kerja nya itu, Mutiara pun mandi terlebih dahulu.


Di dalam kamarnya Zaki mengambil handuk miliknya dari dalam koper, Zaki pun melakukan hal yang sama ya itu membersihkan dirinya.


☘☘☘☘


Di kediaman Gunawan, mami Sisil sedang memanggil putra dan menantunya yang tak kunjung keluar kamar.


Tokk...


Tokk....


"Sayang turun yuk kita makan malam" panggil mami Sisil.


Tokk...


Tak lama kemudian pintu kamar terbuka, Zahra tersenyum melihat sang mertua, membuat mami Sisil menjadi heran melihatnya.


"Sayang suami kamu mana" tanya mami Sisil.


"Mas Iqbal lagi di kamar mandi mi" ucap Zahra.


"Ohh, nanti kalau suami kamu udah selesai kalian turun ya kita makan malam" ucap mami Sisil.


"Iya mi, nanti Zahra sama Mas Iqbal turun" ucap Zahra sambil tersenyum.


"Ya sudah mami turun dulu ya" ucap mami Sisil.


"Iya mi" ucap Zahra.


Zahra kembali menutup pintu setelah mami Sisil sudah kembali turun ke lantai bawa, Zahra melihat sang suami yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Mami udah pergi sayang" tanya Iqbal.


"Iya mas, mami minta kita cepat turun mereka udah nunggu mau makan malam" ucap Zahra.


Zahra hanya tersenyum melihat wajah kesal sang suami, menurut Zahra itu terlihat sangat lucu.


Iqbal yang melihat sang istri tersenyum, Iqbal memakai semua pakaian miliki nya, lalu turun bersama sang istri ke lantai bawah.


Pasangan suami istri itu berjalan ke arah ruang makan, di sana mami Sisil dan papi Mario sudah menunggu kedatangan mereka.


"Mi, pi" sapa Iqbal.


"Ayo sayang duduk" ucap mami Sisil.


Seperti biasa Zahra melayani mengambil makanan sang suami terlebih dahulu, lalu mengambil untuknya. Begitu pun dengan mami Sisil melayani sang suami.


☘☘☘☘


Di luar kota, Zaki baru saja selesai bersiap-siap setelah selesai membersihkan diri, Zaki mengenakan style simpel hanya celana cino puti pendek dan kemeja berwana biru muda.


Membuat penampilan Zaki terlihat sangat keren, Zaki tidak lupa membawa ponsel miliknya. Zaki pun keluar dari dalam kamarnya, menuju restoran hotel.


Setiba di sana Zaki tidak melihat Mutiara, rupanya gadis itu belum datang.


Zaki duduk di kursi paling depan yang sudah di siapkan untuknya.


Sambil menunggu semua tim terkumpul, Zaki memainkan ponsel miliknya, mengecek email yang di kirim dari kantor untuknya, cukup lama Zaki menunduk melihat ponsel miliknya.


"Maaf ya kita telat" ucap Salma yang baru saja datang dengan Mutiara.


Zaki pun melihat ke asal suara, tapi bukan melihat Salma melainkan melihat sang kekasih Mutiara, Mutiara terlihat cantik mengenakan on set dengan warna senada hanya berbeda hijab saja.


"Semuanya sudah ada kan" tanya Zaki membuka suara.


"Sudah bos" jawab semuanya.


Zaki meminta pelayan membawakan menu makan malam mereka, Zaki melihat sang kekasih yang duduk di dekat Salam.


Tak lama kemudian pelayan datang mengantar menu pesanan mereka, Zaki sesekali mencuri pandang pada Mutiara.


Karena sekarang mereka dalam perjalanan bisnis, jadi membuat Zaki dan Mutiara harus Profesional di depan para karyawan yang lain.


"Silahkan tuan" ucap pelang itu.


"Terimakasih" ucap Zaki.


"Ayo semuanya, silahkan di makan" ucap Zaki mempersilahkan semuanya untuk menyantap makan malam masing-masing.


Zaki melihat Mutiara, pada saat itu juga Mutiara melihat Zaki, dan keduanya tersenyum bersamaan.


"Ekhemm" Salma yang melihat Mutiara sedang tata-tatapan dengan sang bos pun berdehem.


Mutiara pun menunduk kembali melanjutkan makannya, karena sudah ketahuan Salma kalau sedang tatapan sama Zaki.


Hal itu membuat Zaki tersenyum tipis, sehabis makan malam ini Zaki akan mengajak Mutiara jalan-jalan cari angin di taman hotel.


Bersambung....