Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
ZahraTul Syita



Zaki melihat sang ayah sudah tertidur dengan pules, Zaki merapikan selimut sang ayah lalu ia melihat jam yang menggantung di dinding sudah menunjukan pukul 9 malam.


Zaki mengambil ponsel miliknya, dan melihat ada pesan dari Mutiara, calon istrinya.


Zaki membalas pesan itu sambil tersenyum, ternyata Mutiara menanyakan keadaan ayah Adrian.


Setelah membalas pesan dari sang kekasih, Zaki berbaring di sofa tapi pandangan Zaki masi melihat ke arah sang ayah.


"Aku janji, gak akan buat ayah capek seperti ini lagi, mulai sekarang biar Zaki yang bekerja keras" ucap Zaki dalam hati.


Zaki lalu menutup kedua matanya, karena ia juga sangat mengantuk.


☘☘☘☘


Tokk..


Tokk...


Bunda mengetuk pintu kamar Zahra dan juga Iqbal, membuat pasangan suami dan istri itu saling pandang. Saat ini keduanya sedang berbaring di ranjang.


"Sayang biar mas yang buka pintu, mungkin itu bunda" ucap Iqbal.


"Iya mas" jawab Zahra.


Iqbal turun dari atas ranjang, Iqbal berjalan ke arah pintu dan membukanya.


Clekk...


Benar saja bunda sedang berdiri di ambang pintu.


"Bunda, bunda belum tidur ya?" tanya Iqbal.


"Belum nak Iqbal, bunda baru habis ngaji, Zahra sudah tidur nak" tanya Bunda.


"Zahra lagi baring bunda, bunda mau ngomong sama Zahra biar Iqbal panggilkan" ucap Iqbal.


"Gak usah nak, biarkan saja Zahra istirahat, kasian Zahra" ucap bunda.


"Bunda bisa minta tolong sama kamu nak" tanya bunda.


"Boleh bunda, bunda mau minta tolong apa?" tanya Iqbal.


"Tolong gantikan galon air yang sudah kosong ya nak, bunda gak bisa ngangkat galon berat" ucap bunda sambil tersenyum.


"Iya bunda, biar Iqbal yang angkat galonnya" ucap Iqbal.


Iqbal dan sang bunda pergi ke dapur, di sana bunda sudah menurunkan galon yang sudah kosong.


"Ini nak, bunda haus pengen minum" ucap bunda.


Iqbal pun mengangkat galon itu, dan meletakan di dispenser, selesai itu Iqbal juga mengambil gelas kosong.


"Iqbal mau bawa air juga buat Zahra bunda" ucap Iqbal.


"Iya nak, makasih ya nak" ucap bunda.


"Iya nak, makasih ya nak" ucap bunda.


"Iya bunda, kalau gitu Iqbal kembali ke kamar ya bunda" ucap Iqbal.


"Bunda cepat istirahat ya, udah telat ini bun" ucap Iqbal lagi


Iqbal kembali ke kamar sambil membawa air yang ia isi di dalam gelas, sedangkan di dalam kamar Zahra sudah bersiap untuk turun dari atas ranjang, tapi pintu segera terbuka.


"Sayang mau ke mana?" tanya Iqbal yang baru saja masuk.


"Mau nyusul mas, habis lama banget sih" ucap Zahra.


"Maaf ya sayang, tadi bunda minta tolong baut ngangkat galon sayang, air di dispenser udah kosong" ucap Iqbal.


"Terus bunda mana mas" tanya Zahra.


"Masi di dapur sayang, tapi mas udah nyuruh bunda cepat istirahat kok" ucap Iqbal.


"Mas, aku mau minum dong haus" ucap Zahra.


"Ini sayang, sini mas bantuin" ucap Iqbal.


"Makasih ya mas" ucap Zahra.


Selesai itu Iqbal kembali mengajak sang istri berbaring, karena besok bunda dan Zahra harus ke rumah sakit untuk menggantikan abang Zaki menjaga ayah lagi.


☘☘☘☘


Sudah jam 9 malam, tapi Erik masi betah dengan lap top yang ada di atas meja, rupanya pria itu sedang fokus dengan pekerjaannya.


"Nak, kamu belum tidur?" tanya papa Erik.


"Nanggung pa, dikit lagi selesai kok" ucap Erik.


"Kau terlalu semangat nak, kan masi ada hari esok" ucap papa Erik.


"Gak papa pa" ucap Erik.


"Papa sendiri kok belum tidur sih, ini kan udah mau jam 10" ucap Erik.


"Papa habis liat adik kamu" ucap papa Erik.


"Emon udah tidur pa?" tanya Erik.


"Udah nak" ucap papa Erik.


"Ya sudah papa balik ke kamar dulu ya, kamu cepat tidur ya udah telat itu" ucap papa Erik.


"Iya pa, selesai ini Erik langsung tidur kok" ucap Erik.


"Ya sudah papa ke kamar ya" ucap papa Erik.


Setelah papa Erik kembali ke kamar, Erik kembali fokus dengan lap top miliknya, tinggal sedikit lagi pekerjaan nya akan selesai.


Sekarang Erik harus bekerja dengan keras, ia akan membuktikan pada kedua orang tua Tiara, kalau ia bisa membahagiakan putri mereka Tiara.


Erik lalu mengambil ponselnya, dan membuka galeri foto, Erik melihat foto Tiara dan Emon yang ia abadikan waktu ini, pada saat mereka jalan bersama ke taman hiburan.


"Sabar ya, aku akan buktikan sama papa kamu, kalau aku pantas buat putrinya" ucap Erik seorang diri.


Erik lalu menutup lap top miliknya, karena pekerjaannya baru saja selesai. Erik pun beranjak ke arah kamarnya.


Next...


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys....