
Hari ini ayah Adrian sudah di perbolehkan pulang oleh dokter, karena kondisi ayah Adrian sudah membaik.
Bunda sedang membereskan barang-barang yang ada di rumah sakit untuk di bawa pulang, yang akan menjemput mereka adalah Zaki.
"Bunda, tong ambilkan air ya" ucap ayah.
"Iya ayah sebentar" ucap bunda.
Bunda lalu beranjak dan mengambil minum untuk sang suami, bunda sangat senang melihat kondisi sang suami kini sudah sangat membaik.
"Pelan-pelan ayah" ucap bunda.
"Iya bun" ucap ayah.
Clekk...
Pintu ruangan rawat ayah terbuka, terlihat Zaki dan Mutiara masuk.
"Assalamualaikum,," ucap Zaki dan Mutiara.
"Waalayikumsalam, nak" ucap bunda.
Zaki dan Mutiara menyalami punggung tangan ayah dan juga bunda bergantian, lalu Zaki duduk di dekat ayah.
"Ayah udah lebih baik kan?" tanya Zaki.
"Iya nak, Alhamdulillah" ucap ayah.
Sedangkan Zahra sudah tidak ke rumah sakit, Zahra menunggu kepulangan sang ayah di rumah, dengan di temani sang suami.
Karena bunda meminta sang putri untuk tinggal di rumah saja, mengingat saat ini Zahra sedang hamil muda.
"Bunda aku bantuin ya" ucap Mutiara.
"Yang ini aja nak" ucap bunda.
Mutiara membantu bunda untuk beres-beres, sedangkan Zaki mengobrol bersama sang ayah.
Setelah selesai berberes-beres, Zaki mengajak semuanya untuk pulang, Zaki membantu sang ayah duduk di kursi roda.
Sedangkan Mutiara dan juga bunda membawa barang-barang yang akan di bawa pulang.
Sesampainya di parkiran, Zaki membantu ayah duduk di kursi belakang, lalu Zaki memasukan barang-barang ke dalam bagasi mobil, di susul oleh bunda masuk ke dalam mobil, lalu Mutiara dan juga Zaki.
Setelah semuanya sudah siap, Zaki pun menjalankan mobilnya keluar dari parkiran rumah sakit.
"Nak mampir ke tokoh buah di jalan xx ya, bunda mau beli buah buat adik kamu" ucap bunda.
"Iya bunda" ucap Zaki.
☘☘☘☘
Di kediaman rumah Zahra, Iqbal sedang membantu sang istri di dapur, Zahra sengaja memasak untuk menyambut kedatangan sang ayah.
Awalnya Iqbal tidak mengijinkan, tapi Zahra terus memaksa dengan alasan memasak tidak membuatnya capek, dan Iqbal pun tak bisa berbuat apa-apa, ia mengikuti kemauan sang istri dengan syarat ia juga ikut membantu Zahra dan di sinilah mereka di dapur sedang membuat sayur bihun kesukaan ayah.
"Mas tolong ambilkan kaldu bubu ya di lemari" ucap Zahra.
"Iya mas" ucap Zahra.
Iqbal memberikan kaldu bubuk nya untuk sang istri, Iqbal melihat Zahra memasukan kaldu bubuk dan rempah-rempah yang lain.
"Mas coba deh rasain" ucap Zahra.
Iqbal mengambil sendok yang di berikan oleh sang istri, dan mencoba sayur yang di masak oleh sang istri.
"Enak sayang" ucap Iqbal.
"Bumbunya udah pas gak mas" tanya Zahra.
"Udah pas sayang" ucap Iqbal.
Zahra pun mengangkat sayur itu dan memasukan ke dalam baskom, dan langsung menata di atas meja, hanya tinggal mengangkat nasi saja tapi menunggu yang lain pulang dari rumah sakit.
Zahra tidak memberi tau bunda kalau ia memasak di rumah, karena kalau di kasi tau bunda pasti akan melarang nya.
"Ayo sayang kit tunggu ayah dan yang lain di depan" ajak Iqbal.
Iqbal dan Zahra pun pergi ke depan untuk menunggu sang ayah di sana,
Dari arah depan mobil Zaki baru saja memasuki halaman rumah, Iqbal dan Zahra sudah menunggu di teras rumah.
Zaki turun terlebih dahulu, lalu membukakan pintu untuk sang ayah, Iqbal juga ikut membantu ayah keluar dari mobil.
Sedangkan bunda membuka bagasi mobil dan mengambil barang bawaan mereka, dengan di bantu oleh Mutiara.
"Assalamualaikum" ucap ayah.
"Waalayikumsalam ayah" ucap Zahra memeluk sang ayah.
"Ayah udah sudah betul kan?" tanya Zahra.
"Iya sayang, ayo kita masuk" ajak ayah, sedangkan Zaki dan Iqbal membantu bunda dan Mutiara membawa barang masuk.
Ayah dan Zahra duduk di sofa ruang tengah, begitu pun dengan yang lain.
"Sayang ini bunda belikan buah untuk kamu" ucap bunda.
"Makasih ya bunda" ucap Zahra mengambil buah itu.
"Bunda, Zahra sama mas Iqbal baru saja selesai masak, kita langsung makan aja yuk mumpung masi anget" ucap Zahra.
"Kamu masak sayang?" tanya bunda.
"Iya bunda, Zahra masak tapi aku juga bantu kok bun biara Zahra gak kecapean" ucap Iqbal.
"Ya udah ayo kita langsung makan aja, ayah juga udah kangen masakan rumah" ucap ayah Adrian.
"Iya Zahra juga bikin sayur bihun kesukaan ayah, ya walaupun gak seenak masakan bunda" ucap Zahra sambil tersenyum.
Semaunya pergi ke ruang makan, Zaki dan Mutiara pun juga pergi ke ruang makan karena di ajak oleh semaunya.
Bersambung...