
Kantin saat ini adalah tempat Zahra dan Tiara untuk mengisi perut mereka, setelah menyelesaikan mata kuliah selama 3 jam membuat cacing-cacing yang ada di dalam perut mereka berdemo minta di isi.
"Bu, pesan yang biasa 2 ya sama minumnya es teh" ucap Zahra pada penjaga kantin.
"Baik neng, tunggu sebentar ya" jawab pemilik kantin.
Sambil menunggu pesanan mereka datang Zahra dan Tiara mengobrol soal drama korea kesukaan mereka tiba-tiba ada yang men grebek meja mereka.
Bbrraakk...
Zahra dan Tiara melihat si pen grebek meja tersebut yang tak lain adalah Siska.
"Ngapain kamu grebek meja kita" Tiara berucap dengan emosi.
"Gue gak ada urusan sama loh, gua ada urusan sama teman loh ini" ucap Siska sambil menunjuk Zahra.
"Ada perlu apa kamu sama aku" tanya Zahra dengan lembut.
" Gara-gara loh meluk Iqbal di acara kemarin dia jadi mutusin gue " ucap Siska dengan sangat marah.
Hal itu sontak membuat Zahra dan Tiara kaget, Zahra akui dia memang bersalah karena sudah memeluk pacar orang tapi dia memeluk Iqbal karena takut gelap.
"Loh harus terima ini" ucap Siska mengangkat tangannya untuk menampar Zahra tapi ada sebuah tangan kekar yang menghentikan nya.
Mereka semua melihat ke arah si pemilik tangan tersebut yang tak lain adalah Iqbal.
"Loh jangan coba-coba untuk sakiti dia" ucap Iqbal dengan marah melihat Siska.
"Gara-gara perempuan murahan ini kamu mutusin aku" ucap Siska berteriak
Plak..
Satu tamparan mendarat di pipi Siska pelakunya adalah Zahra, dia tidak terima di kata in perempuan murahan.
"Jaga ucapan anda, saya bukan perempuan murahan yang seperti yang anda katakan tadi" ucap Zahra dengan emosi yang suda di ubung-ubung.
Siska memegang pipinya bekas tamparan dari Zahra, dia merasa sangat malu karena menjadi tontonan pengunjung kantin lainnya.
"Aku akan balas kamu" ucap Siska menunjuk Zahra lalu berjalan keluar kantin dengan gaya anggunnya.
Fadlan yang melihat ada keributan datang mendekat, dia melihat Zahra yang sedang emosi datang menghampirinya.
"Zah, kamu gak papa" tanya Fadlan dengan begitu kuatir.
"Gak papa ko kak" jawab Zahra
Iqbal yang berada di samping Zahra melihat Fadlan yang begitu perhatian pada Zahra dan hal itu membuat Iqbal tidak suka melihatnya.
Iqbal mengajak kedua sahabatnya untuk mencari meja kosong tapi tidak ada, meja sudah penuh karena pengunjung kantin sangat banyak karena sudah waktunya jam makan siang.
Aldo sahabat Iqbal melihat di sebelah Zahra dan Tiara masi ada empat banku kosong, karena per satu meja di sediain enam banku.
"Kita bertiga bole duduk di sini gak, semua meja sudah penuh" Aldo bertanya pada Tiara.
Tiara memandang Zahra meminta persetujuan tapi Zahra malah mengangkat kedua bahunya tanda tak perduli.
"Duduk aja" ucap Tiara singkat.
Tiara berpindah di dekat Zahra dan Fadlan yang di sebelah di duduki Iqbal, Aldo dan Erik.
Pesanan Zahra dan Tiara akhirnya datang juga mereka melihat ke arah 4 cowok yang duduk di samping mereka untuk mengajak ke 4 orang itu makan bersama tapi ke 4 orang itu malah menyuruh Zahra dan Tiara makan duluan saja.
Iqbal diam-diam melihat Zahra yang sedang melahap makanannya sesekali Iqbal tersenyum melihat Zahra memakan makanannya dengan sedikit belepotan seperti anak kecil.
"Lucu" ucap Iqbal dalam hatinya.
******
Tomi adalah pria selingkuhannya selama Siska berpacaran dengan Iqbal dia juga menjalin hubungan dengan Tomi, Iqbal hanya Siska jadikan ATM berjalan saja.
"Ada apa kau mengajakku bertemu di sini" tanya Tomi
"Aku punya sebuah rencana untuk menghancurkan seseorang yang sudah berani bermain-main denganku" ucap Siska memandang Tomi.
"Apa rencana mu" tanya Tomi.
Siska lalu mendekat pada Tomi lalu membisikkan sesuatu yang membuat Tomi tersenyum licik.
"Itu hal kecil" ucap Tomi
Kemudian keduanya menikmati minuman pesanan mereka, Siska dan Tomi bertemu di sebuah acara tempo hari dari situlah keduanya mulai dekat.
******
Zahra saat ini sedang mengendarai mobilnya dengan kecepatan pelan, tiba-tiba mobilnya mendadak berhenti di tengah jalan.
"Kok mobilnya mati sih" ucap Zahra seorang diri.
Zahra turun dari mobil untuk memeriksa mesin mobilnya, Zahra melihat banyaknya kabel-kabel yang melingkar sana sini membuat otaknya menjadi pusing.
"Mana ngerti aku soal ginian" ucap Zahra lirih.
Tiba-tiba ada sebuah mobil yang menepi lalu turunlah seorang pria berjalan mendekat kearah Zahra.
"Mobil kamu kenapa" tanya pria itu
"Gak tau tiba-tiba mati" ucap Zahra
"Bisa aku liat sebentar" ucap pria itu lagi
Zahra hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban, kemudian pria itu langsung melihat-lihat mesinnya, lalu dia menyuruh Zahra untuk menghidupkan mobilnya Zahra mencoba menghidupkannya dan hal itu berhasil.
"Makasih ya" ucap Zahra pada Iqbal ya pria itu adalah Iqbal.
Dari ke jahuan Iqbal melihat Zahra di tengah-tengah jalan sedang berdiri di depan mobilnya hal itu membuat Iqbal menepi lalu mendekati Zahra.
"Iya sama-sama" ucap Iqbal memandang Zahra tapi jantungnya tidak berhenti berdetak dari tadi.
Zahra lalu pamit pada Iqbal dan masuk kedalam mobilnya, Iqbal memandang mobil Zahra yang semakin menjauh, entah ada apa dengannya setiap ada di dekat Zahra jantungnya selalu berdetak kencang.
Tampa mereka sadari dari tadi ada sebuah mobil yang melihat mereka berdua dari kejauhan seseorang di dalam mobil tersebut tersenyum jahat melihat mereka.
Sama halnya dengan Zahra, dia memegang dadanya yang dari tadi tidak pernah berhenti berdetak Zahra berfikir apa dia sudah mulai menyukai Iqbal.
"Tidak-tidak aku tidak boleh jatuh cinta padanya dia itu seorang Play Boy" ucap Zahra seorang diri di dalam mobil.
Zahra tiba di rumah dia langsung memarkirkan mobilnya di garasi dia melihat bundanya sedang menyirami tanaman di halaman depan Zahra mendekati bundanya dan langsung memeluknya.
"Assalamualaikum Bunda" ucap Zahra memberi salam
"Waalayikumsalam,... Kamu sudah pulang nak" ucap bunda.
"Iya bunda, ayah uda pulang belum bun" ucap Zahra bertanya pada bunda.
"Belum sayang paling dikit lagi ayah pulang" ucap bunda mengajak putrinya masuk.
"Zahra langsung ke kamar ya bun, mau bersih-bersih" ucap Zahra berlalu menaiki anak tangga satu per satu.
Tiba di kamar Zahra langsung berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena seharian ini Zahra berada di luar. Zahra merendamkan tubuhnya di dalam bathtub selama setengah jam di rasa badannya sudah sedikit segar Zahra menyudahi acara mandinya.