
Keesokan harinya, semua tim sudah siap untuk terjun ke lapangan, begitu pun dengan Zaki dan Mutiara.
"Semuanya sudah siap" tanya Zaki.
"Siap pak" jawab tim yang lain.
"Kita berangkat ke lapangan sekarang" ucap Zaki.
Mereka mengunakan 3 mobil, dan Zaki mengajak sang kekasih satu mobil dengannya.
Zaki melihat wajah sang kekasih yang sedari tadi hanya di tekuk saja, membuat pria itu penasaran apa yang membuat gadis nya cemberut.
"Kenapa wajahnya cemberut gitu?" tanya Zaki.
"Gak papa ko" ucap Mutiara.
"Gak mau jujur" ucap Zaki lagi.
"Aku gak percaya" ucap Zaki.
Mutiara menghela nafas pelan dan Zaki bisa mendengar itu, Mutiara pun mulai menceritakan semuanya pada Zaki.
Zaki yang mendengar cerita dari sang kekasih mati-matian menahan tawa, tapi ia sembunyikan.
"Cuma masalah itu bikin gadis aku cemberut?" tanya Zaki.
"Iya" ucap Mutiara cuek.
Zaki hanya menggeleng kepala, gadis itu itu benar-benar mengemaskan kalau sedang cemberut begini.
Tak lama kemudian mobil yang mereka naikin tiba di lapangan, semuanya turun dari dalam mobil, begitu pun dengan Zaki dan Mutiara.
Salah satu orang kepercayaan Zaki datang menyambut sang bos dengan hormat, lalu mengajak mereka semua untuk melihat-lihat proyek bangunan yang sedang berlangsung sekarang.
Pria yang memakai helem kerja itu menjelaskan semuanya pada sang bos, dan mutiara dan tim yang lain menyimak dan mencatat semua.
Tak hanya sampai di situ, beberapa tim juga mengambil beberapa gambar seperti perintah dari bos mereka.
Zaki dan semua tim menyusuri, semua bangunan-bangunan yang sedang dalam tahap buat, mereka semua di kasi helem kerja.
Setelah melihat-lihat proses pembangunan itu, Zaki dan semua tim beristirahat di kafe yang ada di depan lokasi proyek itu.
☘☘☘☘
Seperti permintaan Zahra sang istri, sore ini Iqbal mengemudikan mobilnya ke kediaman orang tua Zahra atau kediaman mertuanya.
"Mas, pasti bunda sama ayah kaget kita kang gak ngasi tau mau datang" ucap Zahra tersenyum manis.
"Gak papa sayang, kita kasi kejutan buat mereka" ucap Iqbal mengelus punggung tangan sang istri, sedangkan tangan yang satu nya sedang memegang stir mobil.
Zahra juga menanyakan pada abang nya yang masi berada di luar kota, dan akan kembali seminggu lagi.
Tak lama kemudian mobil yang di naikin oleh pasangan suami istri itu memasuki halaman rumah, mewah tapi tak sebesar rumah keluarga Gunawan.
Seperti biasa Iqbal membukakan pintu untuk istri tercintanya.
"Makasih mas" ucap Zahra turun dari mobil.
"Siniin tas nya sayang mas yang bawa" ucap Iqbal mengambil alih tas tate yang Zahra bawa.
Zahra dan suami berjalan ke arah pintu utama, Zahra bisa melihat suasana rumah yang begitu sepi, yah maklum yang tinggal hanya bunda dan ayah, karena putra pertama mereka Zaki sedang di luar kota.
Tokk...
Tokkk...
Tokk...
Tokkk...
"Bun kayaknya ada tamu deh" ucap Ayah.
"Iya yah, bunda bukain pintu dulu ya" ucap bunda beranjak dari sofa.
Bunda berjalan ke arah pintu, lalu membukanya dengan pelan, bunda harus was-was karena tak ada yang memberi salam.
Cclekk...
"Assalamualaikum bunda" ucap Zahra dan Iqbal yang berdiri di depan pintu dengan tersenyum.
"Waalayikumsalam sayang kalian" ucap bunda terpotong dan langsung memeluk putrinya dengan erat.
"Zahra kangen banget sama bunda" ucap Zahra.
"Bunda juga sayang" jawab bunda.
"Bun, kok tamu nya gak di ajak masuk" ucap ayah dari dalam, karena sang istri tak kunjung masuk.
"Ayo sayang masuk, ayah kamu udah manggil tuh" ucap bunda.
"Ayo nak Iqbal" ajak bunda pada sang menantu.
"Iya bunda" jawab Iqbal dan Zahra ikut masuk bersama bunda.
"Bun siapa sih lama banget" tanya Ayah karena bunda masuk duluan.
"Menantu sama putri kita yah" ucap bunda dengan senyum bahagia.
"Ayahh" panggil Zahra dan Iqbal.
Ayah melihat ke arah pasangan suami, istri yang sedang berjalan ke arah ruang tengah, sambil tersenyum.
"Sayang, kalian kok gak kasih tau ayah sama bunda sih mau datang" tanya ayah menyambut hangat putri dan menantunya.
"Kita pengen ngasi kejutan buat ayah sama bunda" ucap Iqbal.
"Kalian ini ya" ucap Ayah, memeluk putrinya dan sang menantu.
"Sayang kalian nginap kan?" tanya bunda.
"Iya bunda, aku sama Zahra nginap sampai abang Zaki pulang dari luar kota" ucap Iqbal.
"Bunda sama ayah jadi punya teman deh" ucap bunda.
Zahra mengajak sang suami pergi ke kamar untuk membersihkan diri, karena habis itu Zahra akan membantu sang bunda untuk memasak makan malam untuk mereka.
Bersambung....
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys...