Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
Semuanya Posesif



Rasa pusing dan mual yang di rasakan Zahra sudah semakin berkurang, saat ini Zahra sedang menyiapkan pakaian kantor sang suami.


Hari ini Iqbal akan kembali bekerja seperti biasa, dan itu atas permintaan dari sang istri. Biar bagaiman pun Iqbal saat ini memiliki tanggung jawab penting di kantor.


"Sayang kamu beneran gak papa, atau aku gak ke kantor aja ya" ucap Iqbal melihat sang istri.


"Mas, aku gak papa kok, lagian di rumah juga akan ada bunda yang nemenin aku" ucap Zahra tersenyum ke arah sang suami.


"Ya sudah, tapi nanti telpon aku kalau kamu pusing atau mual lagi ya" ucap Iqbal.


"Iya suamiku" ucap Zahra.


Iqbal pun masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Zahra keluar dari kamar mencari keberadaan sang bunda di dapur.


"Bunda" panggil Zahra melihat sang bunda sedang sibuk dengan peralatan masak.


"Sayang, ayo duduk dulu ya" ucap bunda.


"Padahal aku baru mau bantuin bunda" ucap Zahra.


"Jangan dulu nak, kamu ini harus banyak istirahat ingat apa kata dokter loh" ucap Bunda kembali melanjutkan membuat sarapan.


Sedangkan Zahra hanya menggeleng kepala melihat semua orang yang ada di rumah sangat posesif padanya, apa lagi sang suami.


Zahra melihat sang ayah yang sudah siap dengan baju kantornya itu, sedang berjalan ke arah meja makan.


"Sayang" panggil Ayah.


"Ayah" ucap Zahra.


"Bunda, ayah, Zahra ke kamar dulu ya mau liat mas Iqbal" ucap Zahra yang mendapat anggukan kepala dari ayah dan bunda.


Zahra kembali ke kamar, dan bertepatan dengan Iqbal yang juga baru saja keluar dari kamar mandi.


Iqbal mengambil baju yang sudah di siapkan sang istri, terlihat Zahra juga sedang menyiapkan sepatu yang akan di kenakan oleh sang suami.


"Sayang biar aku saja" ucap Iqbal.


"Gak papa mas, ini cuma kerjaan kecil kok" ucap Zahra tersenyum.


Setelah siap pasangan suami dan Istri itu pun keluar dari kamar, menuju lantai bawa lalu berjalan ke ruang makan.


Di meja makan sudah ada abang Zaki, ayah dan juga bunda yang menunggu mereka, Iqbal dan Zahra pun duduk di kursi biasa.


"Dek masi mual?" tanya abang Zaki.


"Udah gak sering kok bang" jawab Zahra.


Semuanya pun memulai sarapan, karena setelah itu para pria harus pergi untuk bekerja dan hanya bunda juga Zahra di rumah.


☘☘☘☘


Tiara yang akan berangkat ke kampus pun menemui sang mama yang ada di taman belakang, biasa pagi-pagi gini mama Tiara suka berkebun.


"Ada apa sayang" tanya mama Tiara.


"Ma, hari ini aku pulang telat ya, mau ke rumah Zahra mau jenguk Zahra" ucap Tiara.


"Zahra kenapa sayang" tanya mama Tiara.


"Zahra lagi hamil ma, mungkin karena kehamilannya masi mudah ma Zahra sering mual" ucap Tiara.


"Salam mama sama bunda dan juga Zahra ya sayang" ucap mama Tiara.


"Oke siap ma, Tiara berangkat ke kampus dulu ya ma" ucap Tiara.


"Iya sayang hati-hati ya" ucap mama Tiara.


"Iya ma, Assalamualaikum" ucap Tiara.


"Waalaikumsalam sayang" jawab mama Tiara.


Tiara pergi ke kampusnya dengan mengendarai mobil miliknya, mobil yang di kendarai oleh Tiara membela jalan raya.


Hampir setengah jam mobil Tiara memasuki gerbang kampus, Tiara melihat mobil Erik sudah terparkir di sana.


Tiara pun keluar dari dalam mobil dan berjalan ke arah di mana fakultas nya berada, tiba-tiba Erik memanggil Tiara dari kejauhan.


"Ra, tunggu Ra" panggil Erik.


Membuat langkah Tiar terhenti dan melihat ke arah Erik yang berlari ke arahnya sambil tersenyum.


"Ada apa" tanya Tiara.


"Siang ini bisa ikut aku sama Aldo gak?" tanya Erik.


"Mau ke mana?" tanya Tiara.


"Mau bagikan buku-buku buat anak jalan, tapi kalau kamu sibuk gak papa kok biar aku sama Aldo aja" ucap Erik.


"Yah maaf ya Rik, aku udah janji mau ke rumah Zahra siang ini" ucap Tiara gak enak.


"Ya udah gak papa lain kali aja" ucap Erik.


"Iya, nanti kalau kamu mau ketemu mereka lagi kasih tau aku ya, aku juga punya sesuatu buat mereka" ucap Tiara.


"Oke, kalau gitu aku cari Aldo dulu ya" ucap Erik.


"Iya aku juga mau ke kelas" ucap Tiara.


Erik dan Tiara pun berpencar, Erik pergi mencari sang sahabat, sedangkan Tiara pergi ke dalam kelasnya.


Tiara sangat ingin ikut membantu Erik dan Aldo memberikan buku-buku buat anak-anak jalanan, tapi dia sudah terlanjur berjanji untuk datang melihat keadaan Zahra sang sahabat, dan Tiara merasa gak enak kalau tidak datang...


Bersambung....