Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
ZahraTul Syita



Suasana rumah sederhana yang tidak terlalu besar itu terlihat sangat ramai, hari ini adalah hari ulang tahun adik Haikal, saat ini kue ulang tahun sudah di siapkan di atas meja, hanya tinggal menunggu Iqbal dan yang lain.


"Kak, kak Iqbal dan yang lain akan datang kan kak" tanya gadis kecil yang saat ini sedang mengenakan gaun berwarna pink.


"Iya dek, kamu yang sabar ya" ucap Haikal.


Anak-anak yang lain juga sudah memenuhi ruangan itu, Haikal melihat ke luar rumah berharap kalau Iqbal dan yang lain akan segera datang.


"Kak Iqbal dan kak Erik kok lama banget ya" ucap salah satu anak perempuan.


"Sabar ya, mungkin lagi kejebak macet dek" ucap Haikal.


Setelah menunggu cukup lama, mobil Iqbal dan Erik pun tiba di depan rumah sederhana itu, Iqbal terlihat membukakan pintu untuk sang istri.


Begitu pun dengan Erik, yang ternyata mengajak Tiara dan juga Emon sang adik.


"Kak, ini rumah nya siapa?" tanya Emon.


"Ayo masuk, nanti kamu juga tau dek" ajak Erik.


"Wah ada kak Iqbal juga" ucap Emon melihat ke arah Iqbal dan Zahra.


"Kak Iqbal" panggil Emon.


"Hay Emon, kamu apa kabar?" tanya Iqbal, mendekati Erik, Tiara dan Emon.


"Aku baik kak, ooh iya kak ini aku punya kaka cantik loh kaya kak Iqbal" ucap Emon.


Iqbal mengacak rambut bocah kecil itu, lalu mereka semua masuk ke dalam, karena mereka sudah menunggu di dalam.


"Assalamualaikum" ucap Iqbal dan yang lain.


"Waalaikumsalam kak" ucap semau yang ada di dalam situ.


"Maaf ya, kak Iqbal sama kak Erik telat" ucap Erik.


"Gak papa kak" ucap semau anak-anak yang ada di sana.


"Nah, karena sekarang kak Iqbal dan Kak Erik dan yang lain sudah datang, kita mulai tiup lilin nya ya)" ucap Haikal.


"Iya ka" ucap semau yang ada di sana.


Semau pun mulai bernyanyi tiup lilin di ruangan tamu yang tidak terlalu besar itu, Emon juga ikut bernyanyi di sana sambil bertepuk tangan.


Gadis kecil yang memakai gaun berwarna pink pun meniup lilin yang ada di atas kue, lalu semaunya bertepuk tangan.


"Selamat ulang tahun ya sayang" ucap Zahra memeluk gadis kecil itu.


"Makasih ya kak" ucap gadis kecil itu.


"Sayang selamat ya" ucap Tiara juga.


"Makasih ya kak" ucap ucap gadis itu lagi.


"Ini hadiah dari kaka, di terima ya sayang" ucap Zahra.


"Selamat ya, nama aku Emon" ucap Emon yang memberi selamat.


"Makasih ya, nama aku Mia" ucap gadis kecil itu.


"Senang bisa kenalan sama kamu Mia" ucap Emon.


"Ayo sekarang kita potong kue nya ya" ucap Haikal.


"Iya kak" ucap semau anak-anak yang ada di sana.


Haikal membantu sang adik memotong kue, dan Mia membagikan kue nya pada semau anak-anak yang ada di sana, begitu pun pada Emon.


"Aku dapat kue juga, padahal aku gak bawa hadiah" ucap Emon.


Membuat Erik dan Iqbal tertawa mendengar ucapan Emon barusan.


"Kaka udah bawah hadiah kok buat Emon, buat di kasih ke Mia" ucap Erik.


"Beneran kak, asik makasih ya, aku jadi bisa makan kue nya banyak nih" ucap Emon.


Zahra dan Tiara tersenyum melihat Emon, bocah kecil itu terlihat sangat lucu di mata kedua nya.


"Ra, Emon lucu ya" ucap Zahra.


"Iya Zah, aku juga suka kalau mau ngobrol sama Emon seruh, bahkan mama sering minta kak Erik untuk sering ngajak Emon ke rumah" ucap Tiara.


"Jadi udah dapat lampu hijau nih dari orang tua" ucap Zahra sambil tersenyum jahil.


"Kamu apaan sih Zah" ucap Tiara tersenyum malu.


"Tapi gak papa kak Erik kan orangnya baik Ra" ucap Zahra.


"Iya aku tau kok" ucap Tiara.


Iqbal dan Erik mendekati kedua wanita yang sedang asik berbincang itu, Iqbal menawarkan kue yang ada di atas meja buat sang istri.


Tapi bukan kue ulang tahun ya, kue yang khusus di siapa kan di atas meja.


"Boleh mas" ucap Zahra.


Iqbal lalu mengambil kue itu untuk sang istri, lalu Iqbal menuntun Zahra untuk duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan itu.


Emon terlihat bergabung bersama anak-anak yang lain, bocah kecil itu terlihat begitu heppy punya banyak teman baru.


Sedangkan Erik dan Tiara ikut bergabung Iqbal dan juga Zahra.


"Ra, kamu gak makan kue, enak loh" ucap Zahra sambil mengunyah kue nya.


"Aku udah nyicipin kok tadi Zah" ucap Tiara.


Iqbal, Erik, Zahra dan Tiara melihat anak-naak yang sedang bermain di ruangan itu, apa lagi Emon yang sangat antusias bermain dengan teman baru.


Bersambung...