
Siang itu Nadia sibuk menyiapkan souvernir dan Undangan untuk pernikahan nya .
Dia mengunjungi rumah teman-teman nya di alumni .
Selain itu dia mengirim pesan ke grup tersebut , Menjadi topik pembicaraan diantara mereka . Dennis memberi tau Yumna tentang hal itu .
” Apa ? Apa dia sudah gila .. bagaimana mungkin dia akan melakukan pernikahan 2x sekaligus ? Nadia itu , Dia pikir enak menjadi yang kedua .” Lontarnya gemas .
” Cinta itu memang bisa membuat seseorang menjadi gila . Aku juga mengalaminya. Biarlah pria itu sibuk dengan 2 istrinya , Supaya lebih cepat melupakanmu .” Lontar Dennis .
” Apa sih kok nyambung kesitu .”
” Kita dateng yuk . Pengen liat deh .” Ajak Dennis .
” Memang kita di undang , Aku tidak mau ..Aku kan belum bisa jalan .” Tolaknya sambil mendelik .
” Nadia kan mengundang lewat grup , Dia juga temanmu ..Masa dia tidak mengundang .”
” Aku sudah tidak berteman dengannya , Dia memusuhi ku sejak aku berpacaran dengan mas Rendy .”
” Jangan sebut namanya , Aku benci .”
” Cemburu sih harus kira-kira .. Dia sudah mau menikahi 2 wanita ..Apa dia masih sempat memikirkan aku ? Aku tak mau membahas ini lagi , Aku kewalahan kalo mesti menghadapi kecemburuan mu itu .”
” Haha dia marah , Biasa aja sih . Sayang serius amat .” Lontarnya sambil mencubit pipi istrinya manja .
Saat Dennis asik menggoda istrinya , Tiba-tiba terdengar suara bel .
Bibi bergegas menuju ke depan untuk membukakan pintu.
” Siapa yang datang ya , Tamu mu Mas ? ” Tanya Yumna .
” Aku gak tau . ”
Tak lama rupanya yang datang adalah Diana dan Jihan berikut bayinya .
” Hai , Gimana udah baikan ? ” Sapa Jihan sambil duduk menghampiri Yumna .
” Alhamdulillah , kalian datang .. Kenapa repot-repot membawa buah .”
” Kan menjenguk orang sakit , Kamu gimana Nis .. udah baikan ? ” Tanya Jihan kepadanya .
” Baik .”
” Oya kalian mau minum apa ? bi .. bawain kue ya .” Pinta Yumna .
” Teh saja bi .”
” Iya non.” Lontar bibi sambil menuju dapur .
” Pacar kalian tidak ikut ?” Tanya Dennis .
” Tidak , Memang nya jika mereka ikut , Kamu gak keberatan ? Secara kamu kan takut banget .” Ledek Jihan .
Sementara Diana hanya tersenyum kecil melihat keadaan itu .
” Aku kan sudah bilang , Suamiku sudah tak keberatan dengan keberadaan mereka .” Pangkas Yumna .
” Siapa bilang , Jika dia datang kemari , Aku tidak akan membiarkan mereka duduk atau masuk kedalam .” Lontar Dennis sengit .
Jihan dan Diana malah tersenyum melihat kelakuan Dennis .
” Ih dasar . Kamu tuh ya , Aku sudah sepenuhnya buat kamu .. Masih saja bersikap kayak gitu ..Maunya kamu apa lagi sih ? ” Gerutu Yumna .
” Ya tetep aja kesel kalo harus denger mereka Deket-deket sama kamu . ”
” Mas tau gak sih kamu itu beruntung 1hal , Aku bisa cinta sama kamu . Kalo enggak mungkin kita gak akan menjadi suami istri .”
” Siapa bilang , Aku bisa bikin kamu menjadi istriku kemarin . Walaupun caraku salah ..”
” Iya tapi kalo aku gak cinta sama kamu , Aku mungkin belum bisa memenuhi kewajiban ku sebagai istri kepada mu .”
” Hahaha Aku paksa aja lah ..”
Diana dan Jihan hanya tertegun melihat suami istri itu beradu argument .
” Hush .. Sudahlah , Kamu makin kesini nyebelin .”
” Sayang ih .”
Bibi datang membawa teh , Lalu terdengar suara bel lagi .
” Ini teh nya Non , Bibi bukain pintu dulu ya Non .”
Yumna masih menekuk wajah , Lain dengan Dennis yang masih pecicilan menggoda istrinya .
” Eh minum teh nya dong .”
” Iya .. ”
Tiba-tiba Bibi datang bersama Nadia , Kedatangan nya membuat wajah Diana mendelik .
” Non , Ada non Nadia .” Lontar bibi .
” Iya Bi .. Bibi bisa kembali ke dapur .” Suruh Yumna .
” Hai .” Sapa Nadia tanpa dosa .
” Apa yang membawa mu ke rumahku ?” Lontar Yumna .
Nadia duduk tanpa disuruh , Dia memasang wajah tersenyum .
Sementara Jihan sibuk mengelusi punggung Diana yang sepertinya meradang melihat tingkah Nadia yang tanpa dosa .
” Aku kesini mau memberikan undangan langsung kepada kamu Na ..Aku akan menikah Sabtu ini .” Lontarnya sembari tersenyum dan menyerahkan Undangan .
” Kenapa kamu mengundang ku ? Bukankah kita sudah bukan menjadi teman saat Mas Rendy hadir diantara kita .. Kamu lupa ya .” Lontar Yumna .
” Ah tolong jangan bicara seperti itu , Kita berteman jauh sebelum kita mengenal mas Rendy .Yumna , perselisihan diantara kita sudah berakhir .. Jadi ayo kita berbaikan .” Pintanya sambil tersenyum .
” Kapan kita berbaikan .. Aku tidak akan melupakan perbuatan mu , Sikap mu , Semuanya . Jadi bagaimana aku bisa berbaikan dengan mu ?”
” Aku mengenal mu dengan Yumna si hati yang sangat baik .. Aku tau kamu pasti Memaafkan aku .”
” Hati baik bukan berarti berhati malaikat , Jadi pergi lah .. Temanku Diana seperti nya keberatan dengan kehadiran mu disini ..Aku tak mau dia pergi hanya karena mu .” Usir nya halus .
” Oh begitu , Jika dia mau memaafkan aku , Kamu mau kan menerima aku lagi .” Tanyanya .
" Cobalah bujuk dia .” Lontar Yumna .
” Hai Di , Semua manusia punya kesalahan . Aku meminta maaf dengan sepenuh hati ku .. Tolong beri aku kesempatan ya .” Pintanya .
” Enak sekali .. Aku bukan Yumna , Aku tidak mudah memaafkan seseorang begitu saja . Aku tak mau punya teman sepertimu .. Jadi lupakan saja .” Tolak Diana membuat Yang lain tersenyum .
” Baiklah , Tidak apa-apa jika kamu masih marah . Aku tau pasti tidak mudah bagimu melakukannya .. Jadi aku akan berjuang untuk kita bisa berteman .” Lontar Nadia yakin .
” Sudah , Jangan sibuk berjuang untuk kita .. Pikir kan rencana mu untuk menikahi Mas Rendy dengan menjadi istri kedua .. Apa kamu sudah gila ? ” Lontar Yumna .
” Aku sudah gila saat pertama kali bertemu dengan nya , Aku bahkan memusuhi mu kan ? Aku tidak tau apa yang aku pikirkan .. Tapi , Jika itu masih membuatku bahagia .. Aku mau berbagi .”
” Pertanyaan nya adalah , Memang Calon istri pertama nya mau membaginya dengan mu ? ” Lontar Diana sengit .
” Ini kan pernikahan politik , Ayah Rinjani dan ayahku bersedia bekerjasama dengan Perusahaan mas Rendy , Selain itu kami memberi saham untuk mereka .. Jadi dia harus terimalah .” Jawabnya santai sambil meminum teh Diana .
Diana semakin kesal dibuatnya , Tapi dia masih bisa menahan diri menghadapi kelakuan Nadia .
” Apa kamu harus melakukan ini ? Secara tidak langsung kalian membeli Mas Rendy .” Lontar Yumna lagi .
” Ayahnya yang menjual putranya , Aku dan Rinjani jatuh hati . Apa salahnya jika kami menginginkan itu .”
” Aku kasihan padamu .. Kenapa kalian perlakukan seorang manusia seperti itu ..Kamu menggunakan uang ayahmu Untuk mendapatkan semuanya ..Kadang aku heran dengan Orang-orang kaya ..Mereka perlakukan seseorang semaunya .. Apa kamu sudah tanyakan bagaimana perasaan Mas Rendy ? Apa dia bahagia menikahi kalian .. ” Lontar Diana .
” Tutup mulutmu ..Jangan munafik dihadapan ku .. Aku tau kok jika dulu kamu menderita seperti ku karena pacarmu mengejar Yumna .. Tadinya aku ingin berbaikan dengan ku , Tapi .. Sekarang aku pikir aku tidak perlu teman sepertimu .” Lontar Nadia kesal .
” Ya syukurlah , Aku juga tak mau punya teman seperti mu .. Menjengkelkan dan memuakkan .”
” Aku tidak mengundang mu , Yumna , Dennis , Dan Jihan jika kalian tak datang tak apa .. Aku tidak perduli meski undangan ku dibuang , Tapi aku masih ingin kita berteman .” Pintanya sembari beranjak lalu pergi .
Diana tersenyum sinis melihat kepergian Nadia .
” Aku gak paham , Kok ada ya orang kayak dia .. ”
” Sudah .. Jangan memasukan kebencian kedalam hatimu terlalu banyak .. Itu tak baik . Harusnya kita salut sama dia yang mau memperbaiki hubungan antara kita . " Lontar Yumna .
” Kamu termakan omongan dia ya Na , Terserah jika kalian mau datang . Aku harus pergi .” Lontar Diana .
” Di .. Jangan begitu ..Duduklah .” Pinta Yumna .
” Aku benci dia karena dia mengatakan hal yang tidak-tidak tentang mu .. apa salahnya ? .”
Yumna dan yang lainnya terdiam , mereka sadar jika Diana Begitu marah .
Mereka memilih diam daripada berbicara panjang lebar .