YUMNA

YUMNA
Episode 96



Siang itu Nadia sibuk menyiapkan souvernir dan Undangan untuk pernikahan nya .


Dia mengunjungi rumah teman-teman nya di alumni .


Selain itu dia mengirim pesan ke grup tersebut , Menjadi topik pembicaraan diantara mereka . Dennis memberi tau Yumna tentang hal itu .


” Apa ? Apa dia sudah gila .. bagaimana mungkin dia akan melakukan pernikahan 2x sekaligus ? Nadia itu , Dia pikir enak menjadi yang kedua .” Lontarnya gemas .


” Cinta itu memang bisa membuat seseorang menjadi gila . Aku juga mengalaminya. Biarlah pria itu sibuk dengan 2 istrinya , Supaya lebih cepat melupakanmu .” Lontar Dennis .


” Apa sih kok nyambung kesitu .”


” Kita dateng yuk . Pengen liat deh .” Ajak Dennis .


” Memang kita di undang , Aku tidak mau ..Aku kan belum bisa jalan .” Tolaknya sambil mendelik .


” Nadia kan mengundang lewat grup , Dia juga temanmu ..Masa dia tidak mengundang .”


” Aku sudah tidak berteman dengannya , Dia memusuhi ku sejak aku berpacaran dengan mas Rendy .”


” Jangan sebut namanya , Aku benci .”


” Cemburu sih harus kira-kira .. Dia sudah mau menikahi 2 wanita ..Apa dia masih sempat memikirkan aku ? Aku tak mau membahas ini lagi , Aku kewalahan kalo mesti menghadapi kecemburuan mu itu .”


” Haha dia marah , Biasa aja sih . Sayang serius amat .” Lontarnya sambil mencubit pipi istrinya manja .


Saat Dennis asik menggoda istrinya , Tiba-tiba terdengar suara bel .


Bibi bergegas menuju ke depan untuk membukakan pintu.


” Siapa yang datang ya , Tamu mu Mas ? ” Tanya Yumna .


” Aku gak tau . ”


Tak lama rupanya yang datang adalah Diana dan Jihan berikut bayinya .


” Hai , Gimana udah baikan ? ” Sapa Jihan sambil duduk menghampiri Yumna .


” Alhamdulillah , kalian datang .. Kenapa repot-repot membawa buah .”


” Kan menjenguk orang sakit , Kamu gimana Nis .. udah baikan ? ” Tanya Jihan kepadanya .


” Baik .”


” Oya kalian mau minum apa ? bi .. bawain kue ya .” Pinta Yumna .


” Teh saja bi .”


” Iya non.” Lontar bibi sambil menuju dapur .


” Pacar kalian tidak ikut ?” Tanya Dennis .


” Tidak , Memang nya jika mereka ikut , Kamu gak keberatan ? Secara kamu kan takut banget .” Ledek Jihan .


Sementara Diana hanya tersenyum kecil melihat keadaan itu .


” Aku kan sudah bilang , Suamiku sudah tak keberatan dengan keberadaan mereka .” Pangkas Yumna .


” Siapa bilang , Jika dia datang kemari , Aku tidak akan membiarkan mereka duduk atau masuk kedalam .” Lontar Dennis sengit .


Jihan dan Diana malah tersenyum melihat kelakuan Dennis .


” Ih dasar . Kamu tuh ya , Aku sudah sepenuhnya buat kamu .. Masih saja bersikap kayak gitu ..Maunya kamu apa lagi sih ? ” Gerutu Yumna .


” Ya tetep aja kesel kalo harus denger mereka Deket-deket sama kamu . ”


” Mas tau gak sih kamu itu beruntung 1hal , Aku bisa cinta sama kamu . Kalo enggak mungkin kita gak akan menjadi suami istri .”


” Siapa bilang , Aku bisa bikin kamu menjadi istriku kemarin . Walaupun caraku salah ..”


” Iya tapi kalo aku gak cinta sama kamu , Aku mungkin belum bisa memenuhi kewajiban ku sebagai istri kepada mu .”


” Hahaha Aku paksa aja lah ..”


Diana dan Jihan hanya tertegun melihat suami istri itu beradu argument .


” Hush .. Sudahlah , Kamu makin kesini nyebelin .”


” Sayang ih .”


Bibi datang membawa teh , Lalu terdengar suara bel lagi .


” Ini teh nya Non , Bibi bukain pintu dulu ya Non .”


Yumna masih menekuk wajah , Lain dengan Dennis yang masih pecicilan menggoda istrinya .


” Eh minum teh nya dong .”


” Iya .. ”


Tiba-tiba Bibi datang bersama Nadia , Kedatangan nya membuat wajah Diana mendelik .


” Non , Ada non Nadia .” Lontar bibi .


” Iya Bi .. Bibi bisa kembali ke dapur .” Suruh Yumna .


” Hai .” Sapa Nadia tanpa dosa .


” Apa yang membawa mu ke rumahku ?” Lontar Yumna .


Nadia duduk tanpa disuruh , Dia memasang wajah tersenyum .


Sementara Jihan sibuk mengelusi punggung Diana yang sepertinya meradang melihat tingkah Nadia yang tanpa dosa .


” Aku kesini mau memberikan undangan langsung kepada kamu Na ..Aku akan menikah Sabtu ini .” Lontarnya sembari tersenyum dan menyerahkan Undangan .


” Kenapa kamu mengundang ku ? Bukankah kita sudah bukan menjadi teman saat Mas Rendy hadir diantara kita .. Kamu lupa ya .” Lontar Yumna .


” Ah tolong jangan bicara seperti itu , Kita berteman jauh sebelum kita mengenal mas Rendy .Yumna , perselisihan diantara kita sudah berakhir .. Jadi ayo kita berbaikan .” Pintanya sambil tersenyum .


” Kapan kita berbaikan .. Aku tidak akan melupakan perbuatan mu , Sikap mu , Semuanya . Jadi bagaimana aku bisa berbaikan dengan mu ?”


” Aku mengenal mu dengan Yumna si hati yang sangat baik .. Aku tau kamu pasti Memaafkan aku .”


” Hati baik bukan berarti berhati malaikat , Jadi pergi lah .. Temanku Diana seperti nya keberatan dengan kehadiran mu disini ..Aku tak mau dia pergi hanya karena mu .” Usir nya halus .


” Oh begitu , Jika dia mau memaafkan aku , Kamu mau kan menerima aku lagi .” Tanyanya .


" Cobalah bujuk dia .” Lontar Yumna .


” Hai Di , Semua manusia punya kesalahan . Aku meminta maaf dengan sepenuh hati ku .. Tolong beri aku kesempatan ya .” Pintanya .


” Enak sekali .. Aku bukan Yumna , Aku tidak mudah memaafkan seseorang begitu saja . Aku tak mau punya teman sepertimu .. Jadi lupakan saja .” Tolak Diana membuat Yang lain tersenyum .


” Baiklah , Tidak apa-apa jika kamu masih marah . Aku tau pasti tidak mudah bagimu melakukannya .. Jadi aku akan berjuang untuk kita bisa berteman .” Lontar Nadia yakin .


” Sudah , Jangan sibuk berjuang untuk kita .. Pikir kan rencana mu untuk menikahi Mas Rendy dengan menjadi istri kedua .. Apa kamu sudah gila ? ” Lontar Yumna .


” Aku sudah gila saat pertama kali bertemu dengan nya , Aku bahkan memusuhi mu kan ? Aku tidak tau apa yang aku pikirkan .. Tapi , Jika itu masih membuatku bahagia .. Aku mau berbagi .”


” Pertanyaan nya adalah , Memang Calon istri pertama nya mau membaginya dengan mu ? ” Lontar Diana sengit .


” Ini kan pernikahan politik , Ayah Rinjani dan ayahku bersedia bekerjasama dengan Perusahaan mas Rendy , Selain itu kami memberi saham untuk mereka .. Jadi dia harus terimalah .” Jawabnya santai sambil meminum teh Diana .


Diana semakin kesal dibuatnya , Tapi dia masih bisa menahan diri menghadapi kelakuan Nadia .


” Apa kamu harus melakukan ini ? Secara tidak langsung kalian membeli Mas Rendy .” Lontar Yumna lagi .


” Ayahnya yang menjual putranya , Aku dan Rinjani jatuh hati . Apa salahnya jika kami menginginkan itu .”


” Aku kasihan padamu .. Kenapa kalian perlakukan seorang manusia seperti itu ..Kamu menggunakan uang ayahmu Untuk mendapatkan semuanya ..Kadang aku heran dengan Orang-orang kaya ..Mereka perlakukan seseorang semaunya .. Apa kamu sudah tanyakan bagaimana perasaan Mas Rendy ? Apa dia bahagia menikahi kalian .. ” Lontar Diana .


” Tutup mulutmu ..Jangan munafik dihadapan ku .. Aku tau kok jika dulu kamu menderita seperti ku karena pacarmu mengejar Yumna .. Tadinya aku ingin berbaikan dengan ku , Tapi .. Sekarang aku pikir aku tidak perlu teman sepertimu .” Lontar Nadia kesal .


” Ya syukurlah , Aku juga tak mau punya teman seperti mu .. Menjengkelkan dan memuakkan .”


” Aku tidak mengundang mu , Yumna , Dennis , Dan Jihan jika kalian tak datang tak apa .. Aku tidak perduli meski undangan ku dibuang , Tapi aku masih ingin kita berteman .” Pintanya sembari beranjak lalu pergi .


Diana tersenyum sinis melihat kepergian Nadia .


” Aku gak paham , Kok ada ya orang kayak dia .. ”


” Sudah .. Jangan memasukan kebencian kedalam hatimu terlalu banyak .. Itu tak baik . Harusnya kita salut sama dia yang mau memperbaiki hubungan antara kita . " Lontar Yumna .


” Kamu termakan omongan dia ya Na , Terserah jika kalian mau datang . Aku harus pergi .” Lontar Diana .


” Di .. Jangan begitu ..Duduklah .” Pinta Yumna .


” Aku benci dia karena dia mengatakan hal yang tidak-tidak tentang mu .. apa salahnya ? .”


Yumna dan yang lainnya terdiam , mereka sadar jika Diana Begitu marah .


Mereka memilih diam daripada berbicara panjang lebar .