YUMNA

YUMNA
Episode 136



Di ruangan Yumna .


*


*


” Janinnya baik-baik saja , Alhamdulillah kami sudah mengangkat peluru itu . Mungkin beberapa menit lagi dia akan siuman . " Lontar dokter lalu pergi meninggalkan kamar Yumna .


" Terimakasih dok . ” Lontar Ayah


" Syukurlah kamu selamat Nak . Kenapa kamu harus mengalami hal ini ? ” Keluh Bibi sembari menangis .


” Ayo kita keluar , Biarkan Dennis dengannya . " Kata Paman sembari membawa Sinta dan Bibi keluar .


” Sudah Nis , Yumna tidak apa-apa ..” Kata Ibu mengusap kepala putranya yang sedang memegang tangan istrinya .


” Aku tidak akan membiarkan Rinjani . ” Lontarnya .


” Jangan pikirkan dia . ”


” Istriku , Apa salah dia hingga harus menerima semua perlakuan ini . " Keluhnya .


” Sayang !! ” Kata ibu sedih .


” Yumna juga malah mendorong ku , Kenapa dia tidak membiarkan aku melindunginya . ”


” Dia akan jauh lebih sedih jika dia membiarkan kamu yang ditembak . Ayah tau bagaimana Yumna .. Tidak heran jika kamu atau Rendy tergila-gila padanya . " Kata ayah membuat Dennis memandang nya sinis .


” Haruskah ayah mengatakan hal seperti itu disaat keadaan seperti ini . ”


" Apa salahnya ? Kalian berdua , Raka dan Aditya juga dulu sangat menyukai Yumna ? ”


" Tapi aku yang mendapatkan dia , Apa ayah tidak tau jika aku sedang cemas dan marah ? ”


" Ayah !! ” Kata ibu kesal .


" Apa ayah salah ? ”


" Putra mu sedang sedih , Teganya membicarakan pria lain dihadapan putraku . " Kata ibu .


" Pelankan suaramu Bu .. ”


" Ayo kita keluar , Dennis pasti semakin marah jika kita bertengkar disini ..”


” Aku ingin melihat Yumna siuman . ”


" Ayolah . ” Kata Ibu menyeret Ayah keluar .


” Menantuku . ”


” Ayah ini bersikap seperti itu Mulu kalo di depan Dennis . Kamu tau dia itu seperti apa , Kalo udah masalah Yumna , Dia sangat sensitif . ”


" Ayah salah apa ? ” Katanya tanpa dosa .


” Kenapa ayah membahas pria lain dihadapan Dennis . ”


" Pecemburu amat sih . Putramu itu takut amat . ”


” Ibu kan sudah bilang jangan nyari ribut Mulu sama anak sendiri kenapa sih . Gak tau keadaan lagi sedih apa . ” Cecar ibu .


” Ibu dan putranya selalu mengomeliku . Padahal aku tidak melakukan kesalahan apapun . ”.


” Ya ampun dia masih saja merasa tidak bersalah . Ayah ini terbuat dari apa sih . ”


.


” Duduk dan berhenti ngomel , Malu sama orang . ” Kata ayah .


Di kantor polisi .


Rendy datang mengunjungi Jani , Tanpa sepengetahuan nya Nadia mengikuti .


Jani tiba bersama polisi ke ruang jenguk .


Jani langsung menghampiri Rendy dan menyentuh wajah mantan suaminya .


" Kenapa wajahmu ? " Tanyanya cemas .


Dengan spontan Rendy memalingkan wajahnya dari Rinjani .


" Jangan menyentuh ku dengan tangan kotor mu itu . Kamu jangan lupa jika kita sudah bukan lagi suami istri . Lagipula apa perdulimu aku terluka atau tidak ? Apa yang sudah kamu lakukan kepada Yumna itu lebih dari menghancurkanku . Kamu puas sekarang ? ”


" Jangan menyebut namanya dihadapan ku . ”


" Kamu datang kemari hanya untuk membicarakan dia ? Aku sudah tidak punya hati lagi Mas . Aku dan Nadia bertengkar hanya karena kamu .. Tidak masalah bagiku jika aku harus terima Nadia menjadi istri kedua mu .. Tapi aku muak jika kamu terus mengabaikan kami berdua karena wanita itu . ”


" Kita menikah belum lama bagaimana mungkin aku bisa melupakan Dia dengan mudah . Aku datang kemari untuk ini . ”


Rendy mengambil sebuah air mineral yang dia bawa tadi ,


" Kamu tau ini apa ? Air ini sudah aku tuang racun , Aku akan meminumnya di hadapan kamu Jani , Aku ingin kamu menyaksikan kematian ku .. Biar kamu puas . ” Lontarnya sembari membuka tutup botol tersebut .


" Tidak . ” Teriak Jani berusaha merampas botol tersebut .


Kegaduhan itu membuat polisi berdatangan .


" Ada apa ?." Tanya salah satu polisi .


" Pak tolong hentikan dia , Dia mau meminum racun itu . " Teriak Jani .


Tapi Rendy malah tersenyum dengan kecemasan Jani.


” Jangan maju ... Sudahlah Jani , aku tidak ingin hidup lagi . " Lontarnya sembari memegang botol plastik tersebut .


Polisi juga tidak bisa mengambil resiko untuk mengambil botol tersebut .


Mereka takut jika Rendy nekat meminumnya .


” Mas , Maafkan aku .. Tapi tolong jangan lakukan hal itu .. Aku tidak bisa melihat kamu mati . ”


" Kenapa ? Kamu juga hendak melenyapkan Yumna , Sekarang lebih baik aku mati saja dihadapan kamu . " Ancamnya .


" Tidak Mas , Berikan air mineral itu .. Jangan ... ” Teriak Jani lagi sembari menangis .


Jani begitu menyukai Rendy , Dia mengkhawatirkan Rendy .


Saat Rendy tidak memperdulikan Jani dan bersiap meneguk botol tersebut , Tiba-tiba Nadia datang dan merampas botol tersebut dari tangannya .


Nadia membanting botol tersebut dihadapan mereka .


" Hentikan mas ..” Katanya .


" Cukup .. Jika kamu sedih karena Yumna maka pergilah temui dia , Jangan berbuat hal menyedihkan seperti ini . Dan Kamu Jani , aku tidak tau kamu itu apa ? Kenapa kamu tidak berpikir dulu sebelum melakukan kekacauan ini ? Kamu pikir kamu siapa melakukan drama ini hah ? ” Teriak Nadia membuat semua polisi enggan melakukan sesuatu .


” Lancang sekali kamu menumpahkan botol ku , Kamu dan dia sama saja . Hanya mempersulitku ..” Bentak Rendy Kepada Nadia .


" Apa tidak cukup bagimu mas seharian bersedih , Apa Yumna memperdulikan kamu ? Jika kamu mati apa kamu bisa mendapatkan Yumna ? berhenti bersikap menyebalkan seperti ini .. Aku dan Rinjani seperti 2 benda yang tidak pernah kamu lihat . Jika kamu kira kami tidak tersiksa kamu salah Mas . Kamu salah jika mengira kami tidak hancur melihat penderitaan kamu ini .. Jadi berhentilah . Aku mohon .. Pergilah , Tapi jangan pernah berpikir untuk mengakhiri hidup seperti tadi , Itu akan sangat menyakitkan . ” Lontarnya menangis tak berdaya .


Rendy bergegas pergi tanpa mempedulikan 2 wanita yang sangat mencintainya itu .


Seperti Nadia , Jani juga menangis melihat kepergian Rendy yang sepertinya sudah sangat membencinya itu .


Tiba-tiba ” Plak ..plak .. ”


Nadia menapar Jani 2 kali.


” Semua Drama ini berawal darimu , Kamu dan aku memutuskan untuk terima keadaan suami kita walau hatinya bukan milik kita , Tapi apa ini Jani ? Kamu lebih mengerikan dari apa yang aku duga sebelumnya . Karenmu , Mas Rendy sedih dan hampir ingin bunuh diri .. Dia bahkan menginginkan Yumna lagi . Apa ini maumu ? Kenapa kamu tidak bisa mengendalikan diri ?? Penjahat seperti mu baiknya mati membusuk disini . ” Cecar Nadia lalu beranjak pergi meninggalkan Jani .


Jani sudah tidak mampu mengatakan apapun lagi , Dia menngis tersedu-sedu dihadapan polisi .


Polisi pun membawanya kembali ke sel .


Sementara itu Nadia mencari keberadaan Suaminya , Dia takut Rendy akan berbuat nekad lagi .


Dia terus menghubungi nomer Rendy , Tapi tidak ada jawaban darinya sama sekali .


Saat dia berjalan menelusuri jalan , Dia menemukan Rendy sedang duduk di persimpangan jalan raya .


” Mas .. Jangan lakukan lagi .” Katanya sembari duduk mendekati suaminya .


” Apa gunanya hidup ini ? Aku sudah tidak mampu Nadia , Istriku sendiri menembaki wanita yang aku cintai . Jantungku terasa berhenti berdegup .. ” Keluhnya .


Nadia memeluk suaminya yang sudah putus asa .


” Apa kamu mau aku membantumu untuk mendapatkan Yumna lagi ? Apa kamu mau aku jadikan dia istrimu juga ? Katakan saja jika iya , Aku akan membantumu Mas . ”


” Dia tidak pernah menginginkan aku .. ”


" Jika Dennis bisa melakukan hal kotor untuk mendapatkan Yumna , Maka apa salahnya untuk kita mencoba melakukan itu . Aku akan membantumu mendapatkan dia kembali . ”


Rendy malah semakin menangis mendengar ucapan istri keduanya itu .


Mereka berpelukan , Nadia begitu menguatkan suaminya .