YUMNA

YUMNA
Episode 186



Dennis masih menekuk wajah meski hari sudah malam .


Yumna juga heran dengan sikap dia yang marah karena hal sepele .


Tidak ingin terlalu lama didiamkan , Yumna berusaha membujuknya .


” Kamu enggak tidur ? Ini udah jam 2 pagi .. besok kan mesti ke kantor . ”


Dennis hanya memainkan Hp tanpa menggubrisnya .


Kali ini dia memang benar-benar mendiamkan Yumna .


” Kamu masih marah sama aku ? gara-gara dokter itu ? atau karena sikapku pada karyawanmu ? Sungguh mas maksud aku gak gitu . mereka panik mungkin liat aku hamil besar terus takut sama kamu .. ayolah mas , ini tuh bukan masalah besar . ”


” Kamu tuh ya selalu menganggap semua hal mudah . tadi dokter itu pasti memegang bagian tubuh kamu kan ? kenapa kamu gak menolak untuk diperiksa ? tanya kek apa gak ada dokter wanita di sana atau apa ? ”


” Oke aku minta maaf . ini aku udah berusaha sabar lho sama kamu .. jangan kayak gini lah . bentar lagi kamu mau punya anak .. masa masih cemburuan ? dokter cuma ngecek jantung aku dan tensi darahku doang .. udah . itu biasa , dia melakukan tugasnya sebagai dokter . ”


” Walau apapun yang kamu bilang , itu gak akan merubah suasana hatiku . ”


” Jadi kamu mau diemin aku sampe kapan . katanya aku gak boleh stres . tapi sikap kamu gini sama aku . ”


” Ya udah tidur aja sana . gak usah mikirin aku ..”


” Pantesan dulu waktu aku memegang tangan Aditya reaksi mu kayak gitu . ini cuman di periksa dokter di pegang tangan doang aja bete banget . ”


” Kenapa ? kamu seneng ? ”


” Bukan seneng sih mas aneh aja , kita udah tua .. masih aja sikapmu kayak bocah . ”


” Udah tidur sana .. aku belum ngantuk . ”


” Aku juga bisa lho diemin kamu , jangan sangka .. kalo perempuan udah diem , kamu bakal susah minta maaf . inget , kamu marah sama aku tapi ujung-ujungnya kamu yang minta maaf . ”


” Terus kamu bangga karena aku bucin sama kamu gini ? ”


” Bukan bangga , tapi bingung .. bingung aja . ”


” Kamu mau nya apa sih ? suami lagi gak enak hati malah di kecengin . ”


” Aku ngecengin kamu ? ya udah kalo kamu maunya gitu . aku gak akan ngomong lagi . ”


Yumna beranjak dari tempat tidur dan pergi ke luar .


” Kamu mau kemana ? ”


” Gak usah tanya .. aku mau tidur dimana gak ada kamu . ” Jawabnya lalu pergi .


Khawatir dengan hal itu , Dennis malah mengikuti . dia takut Yumna keluar rumah dan mencampakkannya .


" Dasar laki-laki .. gimana kalo aku kepincut laki-laki lain coba.” Gerutu Yumna lalu pergi ke kamar tamu .


Dia meraih selimut di lemari lalu berbaring .


” Sabar yumna, ini bukan yang pertama kali nya kamu menghadapi dia yang posesif . tidur dan lupakan . ” Katanya menyemangati diri sendiri .


Sementara Dennis mondar-mandir di depan pintu penuh kebingungan .


” Salah lagi , ini Yumna gak ada sabar-sabar nya ngadepin aku . wajar lah kalo aku kesel . ”


Keesokan harinya , Yumna masih mau memasak di bantu bibi untuk melayani suami yang cemburuan itu .


” Dia belum bangun bi ? " Tanya nya pada bibi .


” Tuan belum keluar kamar non . ”


” Wah .. cek gih bi , aku takut dia bunuh diri . ”


" Astaghfirullah non .. non lagi marahan ya ? ”


” Ih masa bibi gak tau sih ? Tuan di rumah ini kan ngeselin ya .. dia kembali berulah lagi bikin pening otak aja deh . ”


” Sabar ya non . ”


" Untung hati aku buatan Alloh , di kasih sabar terus . hehe ..”


Yumna menyiapkan sarapan lalu duduk menunggu suaminya .


” Non gak ke kamar ngecek tuan ? ”


” Ah udahlah semalam dia tidur pagi , mungkin dia masih ngantuk . gak apa-apa gak sih kalo aku makan duluan ? ”


” Terserah non aja . ”


Dia menatap piring dan meletakkan kembali centong nasi .


” Durhaka gak sih bi .. ah ya udahlah aku tunggu dia bangun aja . aku mau beresin kamar dulu . ”


" Biar bibi aja non . non duduk aja . ” kata bibi .


” Aku yang tidur , kok bibi yang beresin .. aku masih sanggup kok bi .. jangan mentang-mentang aku hamil kalian seenaknya mengira orang hamil itu justru harus banyak gerak . ya udah bi .. aku tinggal ya . ” Katanya lalu pergi meninggalkan meja makan .


" Kenapa suami istri itu berbanding terbalik , ya Allah lindungilah sepasang hamba mu itu . ” Kata bibi sembari menatap kepergian Yumna ke kamar tamu .


2 Jam sudah berlalu , Yumna selesai merapikan kamar . Dia bercermin dan terdiam .


” Apa aku masih menarik , Masih pantas di cemburui seperti itu ? ”


Lalu dia mengambil sisir dan menguraikan rambut ...


” Nenek , suamiku lagi marah lagi karena pria lain . kali ini aku gak akan mengalah darinya . tapi kalo di pikir-pikir kapan aku pernah mengalah darinya .. ” Katanya menatap cermin dan tersenyum .


Ide pun muncul di otaknya .


” Ya ampun kenapa baru kepikiran sih . ”


Yumna beranjak dari duduknya lalu pergi ke kamar tidur utama .


Saat membuka pintu , Dennis masih pulas tertidur .


Yumna menghampiri lemari dan memilih baju .


Rupanya dia ingin tampil secantik mungkin untuk membuat suaminya kembali kebakaran jenggot seperti dulu .


Dia tersenyum melihat baju merah yang agak sedikit seksi ,


5 menit kemudian , dia menatap cermin .


” Dengan perut besar apa aku pantas memakai ini ? tapi ini seksi sekali .. " Katanya bicara sendiri sambil bercermin .


” Ga apa-apa lah , sekali-kali bikin sensasi ya . ” Yumna meraih kosmetik dan mulai memoles wajah tidak seperti biasanya .


Kali ini dia memakai primer dan membuat halisnya semenarik mungkin . dia tidak berhenti tertawa sembari menutup mulutnya .


” Gak apa-apa , aku akan tunjukkan padanya kalo dia yang akan rugi karena mendiamkan aku . enak saja aku di anggurin kayak gelas kosong . ”


Kemudian Yumna mengambil lipstik merah dan sebuah parfum .


” Ini udah jam 9 , ni orang gak bakal bangun apa ? mana perut keroncongan . ” Katanya kesal lalu mengambil roti yang di bawa bibi ke kamar .


” Hanya untuk mengganjal .. ini bukan sarapan ya bi . ” Katanya takut bibi mengira jika dia makan sendiri tanpa menunggu suaminya .


" Iya non .. bibi permisi . ”


Yumna meraih selai dan memakan sehelai roti di sudut ruangan .


Saat dia menikmati roti , Yumna tidak sadar jika Dennis sudah bangun dan melihat dirinya .


” Sekarang dia ngapain ? pagi-pagi gini memakai dress seksi . jadi dia mau menggodaku lagi ?? ” Gerutu batin Dennis .


” Selamat pagi buat penghuni ruangan ini .. aku duluan ya . ”


” Eeh kamu mau kemana dengan baju seperti itu ? ”


" Mau ke Mall .. aku mau nyari kado buat nikahan Diana .. aku lupa kalo pernikahan Diana hanya tinggal beberapa Minggu lagi . ”


” Ganti baju .. kamu mau bikin aku kesal lagi ?? ”


" Kenapa ? ini oke kok .. terlihat seksi sekali ." Katanya seraya mengibaskan rambut dan menghampiri suaminya .


” Menggiurkan . ” batin Dennis .


” Ganti gak ? jangankan ke mall , keluar kamar aja aku gak izinin kamu memakai pakaian kayak gini . ”


” Kenapa ? jangan rese . aku udah dandan cantik dari pagi , masa gak jadi ke mall . ”


” kamu dandan kayak gini mau jadi pusat perhatian orang-orang ? kamu gak jaga perasaan aku banget sih . ” Katanya sembari beranjak dari tempat tidur dan meraih handuk ke kamar mandi .


Yumna tersenyum melihat suaminya yang sudah menghancurkan suasana hati pak suami .


Dia segera merapikan tempat tidur dan melipat selimut sembari menunggu suaminya selesai mandi .


Penasaran akan penampilan nya , Yumna memanggil bibi ke kamar .


" Aku aneh gak bi ? ”


” Cuma tanya itu ? " Kata bibi heran .


” Aku butuh masukan ? ”


” Sini bibi bisikin .. Nona sangat seksi dan menggoda . " Kata bibi membuat Yumna tersenyum .


Beberapa menit berlalu , Yumna pura-pura menyiapkan satu kemeja Dennis berikut dasi dan celana kantor nya . Tiba-tiba Dennis keluar dari kamar mandi , dia melihat Yumna nangkring di sudut ranjang menyilang kan kaki .


Dennis menelan ludah , dia tidak habis pikir mengapa Yumna melakukan itu .


” Kamu masih belum ganti baju ? ”


” Aku pengen pake baju ini ke Mall . ” Keluhnya memasang wajah sedih .


” Bunuh aku saja daripada kamu mau pergi dengan pakaian tidak layak pakai itu . ” Sahut Dennis mengeringkan badan dengan handuk .


" Jadi gak boleh nih Mas ? ”


” Menurut kamu ? udah deh kamu jangan deket-deket .. bikin deg-degan aja.”


” Ya udah deh , aku ganti ya .. tapi tolong bukain res seleting nya susah . ” Pintanya sembari memunggungi suaminya .


Dennis di buat tidak berdaya mencium aroma tubuh si istri yang sedari tadi terus mengoyak batinnya .


Dennis menyentuh punggung Yumna dan pelan-pelan menarik res seleting itu .


Setelah itu , dia melihat bagian punggung yang putih mulus dan seksi yang jarang sekali Yumna umbar padanya .


” Ya Alloh . ” Keluh batinnya kembali meronta .


” Makasih mas . ” Katanya lalu menghampiri lemari , dia pura-pura mencari baju .


” Hah ini mas Dennis diem aja ya .. bibi bohong katanya aku menggoda . ” Cecar batin yumna .


Setelah sibuk dengan batinnya , Tiba-tiba Dennis memegang tangan .


Dia sudah tidak mampu lagi , Dia meraih bibir mungil istrinya penuh nafsu .


Yumna melepaskan ciumannya dan berkata .


" Kita lagi marahan . ”


” Mau marahan atau enggak , aku punya hak menciumu . ” Katanya seraya kembali menciuminya .


Yumna menghempaskan tubuh suaminya lagi .


” Lupa ya kalo lagi ngambek . udah cepetan pake baju .. aku lapar . " Keluhnya memegang perut .


” Tadi aku liat kamu memakan roti . lapar gimana ? " Katanya kembali menciumi tubuh istrinya .


" Kamu kalah kan .. ini sudah selesai . cepat berhenti dan pake baju .. cari uang yang banyak . ” Pintanya berusaha melepaskan diri .


" Enggak mau , siapa suruh berdandan kayak gini coba . ”


” Ini kamu gak ada harga dirinya sih bukannya kamu lagi ngediemin aku ya . ”


” Marah ya marah , tapi kalo kucing di kasi tulang ya Laen lagi urusan . ”


” Hah .. jadi kamu masih keukeuh diemin aku ? ”


Dennis menciuminya sembari membawa Yumna ke tempat tidur dengan pelan .


” Ini kamu mau olahraga pagi-pagi gini . ”


” Ya .. kamu gak berhak menolak . Lagian aku udah puasa beberapa Minggu . ”


” Please deh Mas .. kamu baru mandi . ”


Dennis sudah tidak sanggup menjawab pertanyaan apapun dari Yumna , dia penuh nafsu untuk menggauli .


” Aku lapar , malah di per**sa . ”


" Ekspektasi ku berdandan kayak gini biar kamu uring-uringan kayak dulu . bukannya di sosor gini . ” Cecarnya .


” Bisa diem gak .. kamu selain bawel , musingin juga . ”


” Aku udah mandi Mas .. tolong hentikan . ”


" Tanggung sayang .. ”


Apa boleh buat , Yumna harus menanggung resiko nya ..


” Terimakasih untuk pagi yang indah ini , Rupanya menyenangkan melakukan nya saat keadaan hati sedang kesal . ” Lontarnya sembari nyengir bak kuda .


Terimakasih untuk yang setia baca , tolong tinggalkan jejak ya . 😉