
Dennis masih menekuk wajah meski hari sudah malam .
Yumna juga heran dengan sikap dia yang marah karena hal sepele .
Tidak ingin terlalu lama didiamkan , Yumna berusaha membujuknya .
” Kamu enggak tidur ? Ini udah jam 2 pagi .. besok kan mesti ke kantor . ”
Dennis hanya memainkan Hp tanpa menggubrisnya .
Kali ini dia memang benar-benar mendiamkan Yumna .
” Kamu masih marah sama aku ? gara-gara dokter itu ? atau karena sikapku pada karyawanmu ? Sungguh mas maksud aku gak gitu . mereka panik mungkin liat aku hamil besar terus takut sama kamu .. ayolah mas , ini tuh bukan masalah besar . ”
” Kamu tuh ya selalu menganggap semua hal mudah . tadi dokter itu pasti memegang bagian tubuh kamu kan ? kenapa kamu gak menolak untuk diperiksa ? tanya kek apa gak ada dokter wanita di sana atau apa ? ”
” Oke aku minta maaf . ini aku udah berusaha sabar lho sama kamu .. jangan kayak gini lah . bentar lagi kamu mau punya anak .. masa masih cemburuan ? dokter cuma ngecek jantung aku dan tensi darahku doang .. udah . itu biasa , dia melakukan tugasnya sebagai dokter . ”
” Walau apapun yang kamu bilang , itu gak akan merubah suasana hatiku . ”
” Jadi kamu mau diemin aku sampe kapan . katanya aku gak boleh stres . tapi sikap kamu gini sama aku . ”
” Ya udah tidur aja sana . gak usah mikirin aku ..”
” Pantesan dulu waktu aku memegang tangan Aditya reaksi mu kayak gitu . ini cuman di periksa dokter di pegang tangan doang aja bete banget . ”
” Kenapa ? kamu seneng ? ”
” Bukan seneng sih mas aneh aja , kita udah tua .. masih aja sikapmu kayak bocah . ”
” Udah tidur sana .. aku belum ngantuk . ”
” Aku juga bisa lho diemin kamu , jangan sangka .. kalo perempuan udah diem , kamu bakal susah minta maaf . inget , kamu marah sama aku tapi ujung-ujungnya kamu yang minta maaf . ”
” Terus kamu bangga karena aku bucin sama kamu gini ? ”
” Bukan bangga , tapi bingung .. bingung aja . ”
” Kamu mau nya apa sih ? suami lagi gak enak hati malah di kecengin . ”
” Aku ngecengin kamu ? ya udah kalo kamu maunya gitu . aku gak akan ngomong lagi . ”
Yumna beranjak dari tempat tidur dan pergi ke luar .
” Kamu mau kemana ? ”
” Gak usah tanya .. aku mau tidur dimana gak ada kamu . ” Jawabnya lalu pergi .
Khawatir dengan hal itu , Dennis malah mengikuti . dia takut Yumna keluar rumah dan mencampakkannya .
" Dasar laki-laki .. gimana kalo aku kepincut laki-laki lain coba.” Gerutu Yumna lalu pergi ke kamar tamu .
Dia meraih selimut di lemari lalu berbaring .
” Sabar yumna, ini bukan yang pertama kali nya kamu menghadapi dia yang posesif . tidur dan lupakan . ” Katanya menyemangati diri sendiri .
Sementara Dennis mondar-mandir di depan pintu penuh kebingungan .
” Salah lagi , ini Yumna gak ada sabar-sabar nya ngadepin aku . wajar lah kalo aku kesel . ”
Keesokan harinya , Yumna masih mau memasak di bantu bibi untuk melayani suami yang cemburuan itu .
” Dia belum bangun bi ? " Tanya nya pada bibi .
” Tuan belum keluar kamar non . ”
” Wah .. cek gih bi , aku takut dia bunuh diri . ”
" Astaghfirullah non .. non lagi marahan ya ? ”
” Ih masa bibi gak tau sih ? Tuan di rumah ini kan ngeselin ya .. dia kembali berulah lagi bikin pening otak aja deh . ”
” Sabar ya non . ”
" Untung hati aku buatan Alloh , di kasih sabar terus . hehe ..”
Yumna menyiapkan sarapan lalu duduk menunggu suaminya .
” Non gak ke kamar ngecek tuan ? ”
” Ah udahlah semalam dia tidur pagi , mungkin dia masih ngantuk . gak apa-apa gak sih kalo aku makan duluan ? ”
” Terserah non aja . ”
Dia menatap piring dan meletakkan kembali centong nasi .
” Durhaka gak sih bi .. ah ya udahlah aku tunggu dia bangun aja . aku mau beresin kamar dulu . ”
" Biar bibi aja non . non duduk aja . ” kata bibi .
” Aku yang tidur , kok bibi yang beresin .. aku masih sanggup kok bi .. jangan mentang-mentang aku hamil kalian seenaknya mengira orang hamil itu justru harus banyak gerak . ya udah bi .. aku tinggal ya . ” Katanya lalu pergi meninggalkan meja makan .
" Kenapa suami istri itu berbanding terbalik , ya Allah lindungilah sepasang hamba mu itu . ” Kata bibi sembari menatap kepergian Yumna ke kamar tamu .
2 Jam sudah berlalu , Yumna selesai merapikan kamar . Dia bercermin dan terdiam .
” Apa aku masih menarik , Masih pantas di cemburui seperti itu ? ”
Lalu dia mengambil sisir dan menguraikan rambut ...
” Nenek , suamiku lagi marah lagi karena pria lain . kali ini aku gak akan mengalah darinya . tapi kalo di pikir-pikir kapan aku pernah mengalah darinya .. ” Katanya menatap cermin dan tersenyum .
Ide pun muncul di otaknya .
” Ya ampun kenapa baru kepikiran sih . ”
Yumna beranjak dari duduknya lalu pergi ke kamar tidur utama .
Saat membuka pintu , Dennis masih pulas tertidur .
Yumna menghampiri lemari dan memilih baju .
Rupanya dia ingin tampil secantik mungkin untuk membuat suaminya kembali kebakaran jenggot seperti dulu .
Dia tersenyum melihat baju merah yang agak sedikit seksi ,
5 menit kemudian , dia menatap cermin .
” Dengan perut besar apa aku pantas memakai ini ? tapi ini seksi sekali .. " Katanya bicara sendiri sambil bercermin .
” Ga apa-apa lah , sekali-kali bikin sensasi ya . ” Yumna meraih kosmetik dan mulai memoles wajah tidak seperti biasanya .
Kali ini dia memakai primer dan membuat halisnya semenarik mungkin . dia tidak berhenti tertawa sembari menutup mulutnya .
” Gak apa-apa , aku akan tunjukkan padanya kalo dia yang akan rugi karena mendiamkan aku . enak saja aku di anggurin kayak gelas kosong . ”
Kemudian Yumna mengambil lipstik merah dan sebuah parfum .
” Ini udah jam 9 , ni orang gak bakal bangun apa ? mana perut keroncongan . ” Katanya kesal lalu mengambil roti yang di bawa bibi ke kamar .
” Hanya untuk mengganjal .. ini bukan sarapan ya bi . ” Katanya takut bibi mengira jika dia makan sendiri tanpa menunggu suaminya .
" Iya non .. bibi permisi . ”
Yumna meraih selai dan memakan sehelai roti di sudut ruangan .
Saat dia menikmati roti , Yumna tidak sadar jika Dennis sudah bangun dan melihat dirinya .
” Sekarang dia ngapain ? pagi-pagi gini memakai dress seksi . jadi dia mau menggodaku lagi ?? ” Gerutu batin Dennis .
” Selamat pagi buat penghuni ruangan ini .. aku duluan ya . ”
” Eeh kamu mau kemana dengan baju seperti itu ? ”
" Mau ke Mall .. aku mau nyari kado buat nikahan Diana .. aku lupa kalo pernikahan Diana hanya tinggal beberapa Minggu lagi . ”
” Ganti baju .. kamu mau bikin aku kesal lagi ?? ”
" Kenapa ? ini oke kok .. terlihat seksi sekali ." Katanya seraya mengibaskan rambut dan menghampiri suaminya .
” Menggiurkan . ” batin Dennis .
” Ganti gak ? jangankan ke mall , keluar kamar aja aku gak izinin kamu memakai pakaian kayak gini . ”
” Kenapa ? jangan rese . aku udah dandan cantik dari pagi , masa gak jadi ke mall . ”
” kamu dandan kayak gini mau jadi pusat perhatian orang-orang ? kamu gak jaga perasaan aku banget sih . ” Katanya sembari beranjak dari tempat tidur dan meraih handuk ke kamar mandi .
Yumna tersenyum melihat suaminya yang sudah menghancurkan suasana hati pak suami .
Dia segera merapikan tempat tidur dan melipat selimut sembari menunggu suaminya selesai mandi .
Penasaran akan penampilan nya , Yumna memanggil bibi ke kamar .
" Aku aneh gak bi ? ”
” Cuma tanya itu ? " Kata bibi heran .
” Aku butuh masukan ? ”
” Sini bibi bisikin .. Nona sangat seksi dan menggoda . " Kata bibi membuat Yumna tersenyum .
Beberapa menit berlalu , Yumna pura-pura menyiapkan satu kemeja Dennis berikut dasi dan celana kantor nya . Tiba-tiba Dennis keluar dari kamar mandi , dia melihat Yumna nangkring di sudut ranjang menyilang kan kaki .
Dennis menelan ludah , dia tidak habis pikir mengapa Yumna melakukan itu .
” Kamu masih belum ganti baju ? ”
” Aku pengen pake baju ini ke Mall . ” Keluhnya memasang wajah sedih .
” Bunuh aku saja daripada kamu mau pergi dengan pakaian tidak layak pakai itu . ” Sahut Dennis mengeringkan badan dengan handuk .
" Jadi gak boleh nih Mas ? ”
” Menurut kamu ? udah deh kamu jangan deket-deket .. bikin deg-degan aja.”
” Ya udah deh , aku ganti ya .. tapi tolong bukain res seleting nya susah . ” Pintanya sembari memunggungi suaminya .
Dennis di buat tidak berdaya mencium aroma tubuh si istri yang sedari tadi terus mengoyak batinnya .
Dennis menyentuh punggung Yumna dan pelan-pelan menarik res seleting itu .
Setelah itu , dia melihat bagian punggung yang putih mulus dan seksi yang jarang sekali Yumna umbar padanya .
” Ya Alloh . ” Keluh batinnya kembali meronta .
” Makasih mas . ” Katanya lalu menghampiri lemari , dia pura-pura mencari baju .
” Hah ini mas Dennis diem aja ya .. bibi bohong katanya aku menggoda . ” Cecar batin yumna .
Setelah sibuk dengan batinnya , Tiba-tiba Dennis memegang tangan .
Dia sudah tidak mampu lagi , Dia meraih bibir mungil istrinya penuh nafsu .
Yumna melepaskan ciumannya dan berkata .
" Kita lagi marahan . ”
” Mau marahan atau enggak , aku punya hak menciumu . ” Katanya seraya kembali menciuminya .
Yumna menghempaskan tubuh suaminya lagi .
” Lupa ya kalo lagi ngambek . udah cepetan pake baju .. aku lapar . " Keluhnya memegang perut .
” Tadi aku liat kamu memakan roti . lapar gimana ? " Katanya kembali menciumi tubuh istrinya .
" Kamu kalah kan .. ini sudah selesai . cepat berhenti dan pake baju .. cari uang yang banyak . ” Pintanya berusaha melepaskan diri .
" Enggak mau , siapa suruh berdandan kayak gini coba . ”
” Ini kamu gak ada harga dirinya sih bukannya kamu lagi ngediemin aku ya . ”
” Marah ya marah , tapi kalo kucing di kasi tulang ya Laen lagi urusan . ”
” Hah .. jadi kamu masih keukeuh diemin aku ? ”
Dennis menciuminya sembari membawa Yumna ke tempat tidur dengan pelan .
” Ini kamu mau olahraga pagi-pagi gini . ”
” Ya .. kamu gak berhak menolak . Lagian aku udah puasa beberapa Minggu . ”
” Please deh Mas .. kamu baru mandi . ”
Dennis sudah tidak sanggup menjawab pertanyaan apapun dari Yumna , dia penuh nafsu untuk menggauli .
” Aku lapar , malah di per**sa . ”
" Ekspektasi ku berdandan kayak gini biar kamu uring-uringan kayak dulu . bukannya di sosor gini . ” Cecarnya .
” Bisa diem gak .. kamu selain bawel , musingin juga . ”
” Aku udah mandi Mas .. tolong hentikan . ”
" Tanggung sayang .. ”
Apa boleh buat , Yumna harus menanggung resiko nya ..
” Terimakasih untuk pagi yang indah ini , Rupanya menyenangkan melakukan nya saat keadaan hati sedang kesal . ” Lontarnya sembari nyengir bak kuda .
Terimakasih untuk yang setia baca , tolong tinggalkan jejak ya . 😉