YUMNA

YUMNA
Episode 195



Keesokan harinya Paman bicara pada bibi jika sudah ada pembeli yang ingin membeli villa nya . reaksi bibi pasrah , dia tidak bisa mencegah suaminya untuk menjual salah satu aset miliknya.


Kemudian Paman menyerahkan uang tersebut kepada Dennis .


Yumna heran mengapa Paman mendapatkan uang dengan cepat . saat Paman pamit pulang dari rumah , Yumna memanggil Paman yang sudah membuka pintu mobil untuk segera pulang .


" Ada apa Na ? ” Tanya Paman .


” Paman kok udah ada uang buat mas Dennis ? jumlahnya kan lumayan banyak ?? ”


" Nak Rendy , kamu ingat mantan pacarmu ?? dia datang menemui paman dan meminjami Paman uang 4 miliar . jadi Paman gak jadi gadaikan tanah . ”


" Oya ? paman masih berhubungan baik dengan mas Rendy ?? ”


" Kami satu kontak . ayahnya kan teman Paman .. ya udah ya na .. Paman pamit . ” Katanya meninggalkan pertanyaan di hati Yumna .


" Ya Paman hati-hati . ”


" Assalamualaikum . ”


” Waalaikum salam . ”


Yumna kembali masuk dan mendapati suaminya sedang berdiri di depan pintu memperhatikan dia .


” Ada apa ?? ”


" Ini mas .. aku abis tanya keadaan Sinta .. ayo kita masuk ..”


" Iya . ”


Mereka berdua pun masuk , Yumna kepikiran soal Rendy ..


" Sayang , aku mau ambil berkas di rumah ayah .. aku tinggal sebentar ya . ”


" Ini kan udah malem mas .. apa gak bisa besok ?? ”


" Gak bisa , soalnya besok harus aku pelajari . kamu duluan tidur gih . ”


" Ya udah kamu hati-hati ya .. paka jaket . ”


" Iya ...”


Saat Dennis pergi Yumna meraih Hp nya dan mencari kontak Rendy .


Dia mengirim pesan untuk menanyakan kebenaran soal uang Paman .


15 menit kemudian , Yumna menerima pesan dari Rendy .


" Keluar lah .. aku di depan rumah mu .. ” Isi pesan Rendy .


" Kenapa sih mas Rendy kesini . kalo mas Dennis tau kan repot ..”


Yumna buru-buru pergi keluar sembari mengambil mantel .


Setibanya di luar *


” Kamu ngapain kesini mas ? ”


" Kan kamu mau tanya soal Paman .. daripada kita chat mending aku kesini temui kamu . ”


" Kamu tau suamiku akan bereaksi seperti apa kalo dia tau kamu disini ? ”


" Aku gak takut dan gak perduli dengan dia . ”


Yumna menghela nafas dan menggelengkan kepala mengahadapi Rendy .


" Apa ? kamu tau dari mana soal Paman ? ”


" Dari paman . aku chat dia .. saat kemarin kita ketemu . aku merasa ada sesuatu yang sedang kamu pikirkan . ya udah aku temui Paman tanya soal itu . ”


” Jadi kamu tulus atau enggak bantu paman ? ”


" Tulus lah , kamu tenang aja .. aku gak akan minta Paman yang macem-macem kok . ”


" Kalo gitu mending kamu sekarang pergi . terimakasih atas bantuan kamu . ”


" Kamu gak tanya aku kenapa aku bantu paman ? ”


" Kenapa ? ”


" Karena kamu sedih , kamu sedih memikirkan itu . ” Lontarnya menusuk hati Yumna .


" Pulanglah , jangan membuat Istrimu mengira yang tidak-tidak ..”


” Nadia memahami ku . dia tidak keberatan saat aku pamit untuk kemari menemui mu . ”


Yumna mulai gerah dengan ucapan Rendy .


” Kalo kamu bantu pamanku mempunyai maksud tertentu , tolong hentikan itu . kita sudah sepakat , kamu terima Nadia dan berhenti bersikap seperti ini . ”


" Kamu pikir berhak meminta ku itu ? kamu tidak tau rasanya .. jadi jangan bicara keterlaluan seperti itu . ” Kata Rendy lagi .


" Jadi sekarang kamu mau apa ? kamu datang kesini untuk mendengar ucapan rasa terimakasih dariku ? tadi sudah kan .. jadi pergilah , sebentar lagi suamiku akan datang . ”


” Tidak , aku hanya ingin kamu merasa bahwa suamimu tidak sebanding denganku .. dia biarkan Paman menderita dan kacau . kamu jangan lupa cara Dennis menikahi kamu Na .. dia menekan Paman dan bibi .. sekarang kamu terima begitu saja ? ini gak adil buat Paman dan bibi .. selain jahat apa ada kata lain yang pantas buat suamimu ?? pecundang dan brengsek saja itu masih kurang buatnya . ”


" Hentikan mas !! ” Kata Yumna berusaha pelan .


” Kenapa ?? itu benar kan ?? kenapa kamu mudah sekali melupakan air mata Paman dan bibi saat Dennis menghalalkan segala cara untuk itu ?? tapi sudahlah , cinta membuat seseorang menjadi tidak waras kan . mungkin aku harus banyak belajar darinya untuk mendapatkan apapun yang aku inginkan walaupun caranya salah , toh kamu terima-terima aja .. ”


" Mas !! " Yumna kewalahan menghadapi Rendy .


” Kalo aku melakukan hal yang sama seperti dia , apa kamu bisa menerimaku sepertinya . ”


” Pergi . ”


Yumna pergi tanpa menoleh lagi , dia membuat Yumna semakin tidak karuan .


Sementara itu Rendy hanya tersenyum melihat Yumna kesal .


20 menit kemudian Rendy pulang ke rumah , saat dia sampai .. Nadia sedang menunggu nya .


” Mas kamu udah pulang . ” Katanya basa-basi sembari tersenyum .


” Udah Nad . ”


" Aku bikinin teh ya ? ”


Dengan berat hati dia berbalik dan tersenyum .


" Enggak . ” Jawabnya masih dengan senyuman .


” Aku boleh jujur ? ”


" Enggak . " Jawabnya lagi dengan senyuman yang lebar .


" Di hatiku masih ada Yumna . Kamu tau seberapa keras aku melupakan dia kan ?? aku tidak sanggup Nadia . ” Katanya sembari menjatuhkan badan ke sofa .


” Aku masih merindukan dia . ”


Nadia duduk di sampingnya dan berusaha tegar .


” Semua memang tidak ada yang mudah , tapi aku sabar kok .. Raka dan Aditya juga tidak mudah melupakan Yumna . ”


” Tapi sepertinya aku tidak akan berhasil . aku tidak akan diam lagi .. melihat dia sedih karena Dennis , aku benar-benar tidak rela .. sekarang aku tidak akan mengalah dengan takdir , itu memuakkan . ”


” Maksud kamu Mas ?? ” Tanya Nadia khawatir .


” Seperti dia , aku juga akan merenggut Yumna kembali . kamu mau terima dia jika aku berhasil ? ” Nadia menatap wajah suaminya penuh kecewa .


” Aku sudah tidak sanggup menahan perasaan ini , ini terlalu menyakitkan . maafkan aku yang tidak bisa melanjutkan upaya ku untuk melupakan dia . aku berubah pikiran . ”


Nadia beranjak dari duduknya tanpa mengatakan sepatah kata pun .


Dia berjalan tanpa arah , air matanya sudah di pelupuk mata ..


Sementara Rendy membiarkan nya , dia merasa Nadia butuh waktu sendiri untuk memutuskan .


Hujan turun sangat deras , Nadia datang ke rumah Jihan dengan keadaan badan yang basah kuyup .


Jihan kaget melihat dia yang lain dari biasanya .


” Kamu kenapa Nad ? " Tanya Jihan saat membuka pintu .


Jihan membawanya ke dalam , Nadia sudah menggigil Karena kehujanan .


Dia tidak mengatakan apapun pada Jihan ,


" Sebaiknya kamu ganti baju dulu , aku akan buatkan teh hangat ya . Untuk sementara pakai bajuku saja . ”


Jihan membawa Nadia ke kamar tamu , sembari memberikan pakaian dan handuk untuknya .


" Nad jangan bikin khawatir dong ? kenapa sih ?? cepat ganti .. nanti kita ngomong ya . ”


Jihan menutup pintu dan segera membuat teh panas ke dapur .


Raka pun menghampiri


" Si Nadia kenapa ? ”


" Gak tau Mas . kayaknya dia lagi ada masalah deh mas .”


" Sejak kapan kamu temenan sama dia ? ”


" Kok ngomong nya gitu ? kamu lupa dia teman SMA kita ?? ”


” Teman jauh maksud kamu ? ”


" Ya udahlah mas , mending kamu tidur aku mau urus Nadia . ” Pintanya sembari kembali ke kamar tamu .


" Aku di campakkan ?? " Keluh Raka .


15 menit kemudian raka penasaran dengan Nadia , dia memutuskan untuk menguping di balik pintu .


” Suamiku ingin mengejar Yumna lagi . dia meminta maaf karena sudah mengecewakan aku . padahal kemarin dia sudah baik dan berubah banyak . apa yang harus aku lakukan Han ? ”


" Kamu yakin dia bilang gitu ?? ”


" Iya . dia bahkan bertanya apa aku sanggup terima Yumna nanti jika dia sudah berhasil . aku hancur Jihan .. lebih baik aku mati saja . " Keluhnya memeluk Jihan .


" Tapi apa yang bikin dia ingin kembali pada Yumna ? ”


" Melihat Yumna sedih kemarin karena Dennis , membuat mas Rendy kesal . dia tidak rela Yumna terluka . ”


" Kamu yang sabar ya Nad . ”


" Bagaimana kalo Yumna berubah pikiran untuk meninggalkan Dennis ?? ”


" Tidak mungkin . sekarang minum dulu teh nya biar kamu baikkan . Istirahat .. besok kita sama-sama cari jalan keluar ya ? ”


" Aku boleh nginep disini ? aku gak bisa pulang ke rumah ayah . dia mungkin akan terus menyalahkan ku karena sudah menikahi mas Rendy . ”


" Ya ampun Nad , udah .. semua baik-baik aja kok . kamu harus tenang kita pikirin sama-sama ya ..”


" Thanks han . ”


" Oke . sekarang tidurlah . aku keluar ya . ”


Jihan keluar dari kamar dan mendapati suaminya lagi nongkrong di depan pintu .


" Kamu ngapain ?? " Katanya sembari mencubit perut Raka dan membawanya ke kamar .


Setibanya di kamar , Jihan melepaskan tangannya .


" Sakit tau . ”


" Kamu menguping ya ?? kasian Nadia , kok kayak inget aku dulu . ”


" Apaan .. mulai bahas itu . ”


" Rendy , Aditya dan kamu itu sama .. sama-sama tergila-gila dengan Yumna . lupa ? ”


" Tapi kan aku udah move on . ”


” Iya tapi kan gak sebentar waktu kamu buat move on .. harus nya kemarin Nadia gak bawa Rendy ketemu Yumna di resto . ”


" Ya udahlah , kenapa dia keberatan . dulu istri pertama si rendy aja sanggup terima dia jadi madu . kenapa sekarang giliran dia terima Yumna gak sanggup . ”


Jihan mencubit perut Raka semakin kencang .


" Aw sakit tau .. ”


" Kamu tuh kalo ngomong gak pake pikiran . ”