
Keesokan harinya Paman bicara pada bibi jika sudah ada pembeli yang ingin membeli villa nya . reaksi bibi pasrah , dia tidak bisa mencegah suaminya untuk menjual salah satu aset miliknya.
Kemudian Paman menyerahkan uang tersebut kepada Dennis .
Yumna heran mengapa Paman mendapatkan uang dengan cepat . saat Paman pamit pulang dari rumah , Yumna memanggil Paman yang sudah membuka pintu mobil untuk segera pulang .
" Ada apa Na ? ” Tanya Paman .
” Paman kok udah ada uang buat mas Dennis ? jumlahnya kan lumayan banyak ?? ”
" Nak Rendy , kamu ingat mantan pacarmu ?? dia datang menemui paman dan meminjami Paman uang 4 miliar . jadi Paman gak jadi gadaikan tanah . ”
" Oya ? paman masih berhubungan baik dengan mas Rendy ?? ”
" Kami satu kontak . ayahnya kan teman Paman .. ya udah ya na .. Paman pamit . ” Katanya meninggalkan pertanyaan di hati Yumna .
" Ya Paman hati-hati . ”
" Assalamualaikum . ”
” Waalaikum salam . ”
Yumna kembali masuk dan mendapati suaminya sedang berdiri di depan pintu memperhatikan dia .
” Ada apa ?? ”
" Ini mas .. aku abis tanya keadaan Sinta .. ayo kita masuk ..”
" Iya . ”
Mereka berdua pun masuk , Yumna kepikiran soal Rendy ..
" Sayang , aku mau ambil berkas di rumah ayah .. aku tinggal sebentar ya . ”
" Ini kan udah malem mas .. apa gak bisa besok ?? ”
" Gak bisa , soalnya besok harus aku pelajari . kamu duluan tidur gih . ”
" Ya udah kamu hati-hati ya .. paka jaket . ”
" Iya ...”
Saat Dennis pergi Yumna meraih Hp nya dan mencari kontak Rendy .
Dia mengirim pesan untuk menanyakan kebenaran soal uang Paman .
15 menit kemudian , Yumna menerima pesan dari Rendy .
" Keluar lah .. aku di depan rumah mu .. ” Isi pesan Rendy .
" Kenapa sih mas Rendy kesini . kalo mas Dennis tau kan repot ..”
Yumna buru-buru pergi keluar sembari mengambil mantel .
Setibanya di luar *
” Kamu ngapain kesini mas ? ”
" Kan kamu mau tanya soal Paman .. daripada kita chat mending aku kesini temui kamu . ”
" Kamu tau suamiku akan bereaksi seperti apa kalo dia tau kamu disini ? ”
" Aku gak takut dan gak perduli dengan dia . ”
Yumna menghela nafas dan menggelengkan kepala mengahadapi Rendy .
" Apa ? kamu tau dari mana soal Paman ? ”
" Dari paman . aku chat dia .. saat kemarin kita ketemu . aku merasa ada sesuatu yang sedang kamu pikirkan . ya udah aku temui Paman tanya soal itu . ”
” Jadi kamu tulus atau enggak bantu paman ? ”
" Tulus lah , kamu tenang aja .. aku gak akan minta Paman yang macem-macem kok . ”
" Kalo gitu mending kamu sekarang pergi . terimakasih atas bantuan kamu . ”
" Kamu gak tanya aku kenapa aku bantu paman ? ”
" Kenapa ? ”
" Karena kamu sedih , kamu sedih memikirkan itu . ” Lontarnya menusuk hati Yumna .
" Pulanglah , jangan membuat Istrimu mengira yang tidak-tidak ..”
” Nadia memahami ku . dia tidak keberatan saat aku pamit untuk kemari menemui mu . ”
Yumna mulai gerah dengan ucapan Rendy .
” Kalo kamu bantu pamanku mempunyai maksud tertentu , tolong hentikan itu . kita sudah sepakat , kamu terima Nadia dan berhenti bersikap seperti ini . ”
" Kamu pikir berhak meminta ku itu ? kamu tidak tau rasanya .. jadi jangan bicara keterlaluan seperti itu . ” Kata Rendy lagi .
" Jadi sekarang kamu mau apa ? kamu datang kesini untuk mendengar ucapan rasa terimakasih dariku ? tadi sudah kan .. jadi pergilah , sebentar lagi suamiku akan datang . ”
” Tidak , aku hanya ingin kamu merasa bahwa suamimu tidak sebanding denganku .. dia biarkan Paman menderita dan kacau . kamu jangan lupa cara Dennis menikahi kamu Na .. dia menekan Paman dan bibi .. sekarang kamu terima begitu saja ? ini gak adil buat Paman dan bibi .. selain jahat apa ada kata lain yang pantas buat suamimu ?? pecundang dan brengsek saja itu masih kurang buatnya . ”
" Hentikan mas !! ” Kata Yumna berusaha pelan .
” Kenapa ?? itu benar kan ?? kenapa kamu mudah sekali melupakan air mata Paman dan bibi saat Dennis menghalalkan segala cara untuk itu ?? tapi sudahlah , cinta membuat seseorang menjadi tidak waras kan . mungkin aku harus banyak belajar darinya untuk mendapatkan apapun yang aku inginkan walaupun caranya salah , toh kamu terima-terima aja .. ”
" Mas !! " Yumna kewalahan menghadapi Rendy .
” Kalo aku melakukan hal yang sama seperti dia , apa kamu bisa menerimaku sepertinya . ”
” Pergi . ”
Yumna pergi tanpa menoleh lagi , dia membuat Yumna semakin tidak karuan .
Sementara itu Rendy hanya tersenyum melihat Yumna kesal .
20 menit kemudian Rendy pulang ke rumah , saat dia sampai .. Nadia sedang menunggu nya .
” Mas kamu udah pulang . ” Katanya basa-basi sembari tersenyum .
” Udah Nad . ”
" Aku bikinin teh ya ? ”
Dengan berat hati dia berbalik dan tersenyum .
" Enggak . ” Jawabnya masih dengan senyuman .
” Aku boleh jujur ? ”
" Enggak . " Jawabnya lagi dengan senyuman yang lebar .
" Di hatiku masih ada Yumna . Kamu tau seberapa keras aku melupakan dia kan ?? aku tidak sanggup Nadia . ” Katanya sembari menjatuhkan badan ke sofa .
” Aku masih merindukan dia . ”
Nadia duduk di sampingnya dan berusaha tegar .
” Semua memang tidak ada yang mudah , tapi aku sabar kok .. Raka dan Aditya juga tidak mudah melupakan Yumna . ”
” Tapi sepertinya aku tidak akan berhasil . aku tidak akan diam lagi .. melihat dia sedih karena Dennis , aku benar-benar tidak rela .. sekarang aku tidak akan mengalah dengan takdir , itu memuakkan . ”
” Maksud kamu Mas ?? ” Tanya Nadia khawatir .
” Seperti dia , aku juga akan merenggut Yumna kembali . kamu mau terima dia jika aku berhasil ? ” Nadia menatap wajah suaminya penuh kecewa .
” Aku sudah tidak sanggup menahan perasaan ini , ini terlalu menyakitkan . maafkan aku yang tidak bisa melanjutkan upaya ku untuk melupakan dia . aku berubah pikiran . ”
Nadia beranjak dari duduknya tanpa mengatakan sepatah kata pun .
Dia berjalan tanpa arah , air matanya sudah di pelupuk mata ..
Sementara Rendy membiarkan nya , dia merasa Nadia butuh waktu sendiri untuk memutuskan .
Hujan turun sangat deras , Nadia datang ke rumah Jihan dengan keadaan badan yang basah kuyup .
Jihan kaget melihat dia yang lain dari biasanya .
” Kamu kenapa Nad ? " Tanya Jihan saat membuka pintu .
Jihan membawanya ke dalam , Nadia sudah menggigil Karena kehujanan .
Dia tidak mengatakan apapun pada Jihan ,
" Sebaiknya kamu ganti baju dulu , aku akan buatkan teh hangat ya . Untuk sementara pakai bajuku saja . ”
Jihan membawa Nadia ke kamar tamu , sembari memberikan pakaian dan handuk untuknya .
" Nad jangan bikin khawatir dong ? kenapa sih ?? cepat ganti .. nanti kita ngomong ya . ”
Jihan menutup pintu dan segera membuat teh panas ke dapur .
Raka pun menghampiri
" Si Nadia kenapa ? ”
" Gak tau Mas . kayaknya dia lagi ada masalah deh mas .”
" Sejak kapan kamu temenan sama dia ? ”
" Kok ngomong nya gitu ? kamu lupa dia teman SMA kita ?? ”
” Teman jauh maksud kamu ? ”
" Ya udahlah mas , mending kamu tidur aku mau urus Nadia . ” Pintanya sembari kembali ke kamar tamu .
" Aku di campakkan ?? " Keluh Raka .
15 menit kemudian raka penasaran dengan Nadia , dia memutuskan untuk menguping di balik pintu .
” Suamiku ingin mengejar Yumna lagi . dia meminta maaf karena sudah mengecewakan aku . padahal kemarin dia sudah baik dan berubah banyak . apa yang harus aku lakukan Han ? ”
" Kamu yakin dia bilang gitu ?? ”
" Iya . dia bahkan bertanya apa aku sanggup terima Yumna nanti jika dia sudah berhasil . aku hancur Jihan .. lebih baik aku mati saja . " Keluhnya memeluk Jihan .
" Tapi apa yang bikin dia ingin kembali pada Yumna ? ”
" Melihat Yumna sedih kemarin karena Dennis , membuat mas Rendy kesal . dia tidak rela Yumna terluka . ”
" Kamu yang sabar ya Nad . ”
" Bagaimana kalo Yumna berubah pikiran untuk meninggalkan Dennis ?? ”
" Tidak mungkin . sekarang minum dulu teh nya biar kamu baikkan . Istirahat .. besok kita sama-sama cari jalan keluar ya ? ”
" Aku boleh nginep disini ? aku gak bisa pulang ke rumah ayah . dia mungkin akan terus menyalahkan ku karena sudah menikahi mas Rendy . ”
" Ya ampun Nad , udah .. semua baik-baik aja kok . kamu harus tenang kita pikirin sama-sama ya ..”
" Thanks han . ”
" Oke . sekarang tidurlah . aku keluar ya . ”
Jihan keluar dari kamar dan mendapati suaminya lagi nongkrong di depan pintu .
" Kamu ngapain ?? " Katanya sembari mencubit perut Raka dan membawanya ke kamar .
Setibanya di kamar , Jihan melepaskan tangannya .
" Sakit tau . ”
" Kamu menguping ya ?? kasian Nadia , kok kayak inget aku dulu . ”
" Apaan .. mulai bahas itu . ”
" Rendy , Aditya dan kamu itu sama .. sama-sama tergila-gila dengan Yumna . lupa ? ”
" Tapi kan aku udah move on . ”
” Iya tapi kan gak sebentar waktu kamu buat move on .. harus nya kemarin Nadia gak bawa Rendy ketemu Yumna di resto . ”
" Ya udahlah , kenapa dia keberatan . dulu istri pertama si rendy aja sanggup terima dia jadi madu . kenapa sekarang giliran dia terima Yumna gak sanggup . ”
Jihan mencubit perut Raka semakin kencang .
" Aw sakit tau .. ”
" Kamu tuh kalo ngomong gak pake pikiran . ”