YUMNA

YUMNA
Episode 232



1 Minggu sudah berlalu, Yumna menata barang-barang di rumah nenek.


Dia juga mengirimkan cv ke beberapa perusahaan. Dia meminta sinta untuk merawat banyu jika nanti dia bekerja.


Tampaknya yumna sudah menerima keputusan ibu mertua . Dia mencoba menata masa depannya dengan baik.


" Kamu dimana ? " Tanya Dessy di balik telepon.


" Aku di rumah sakit. Ada apa des ?? "


" Aku dan juna di ruangan dennis. "


" Oh ya ? aku tadi menengok banyu dulu di rumah paman. 5 menit lagi sampe. "


Yumna membuka pintu ruangan dan mendapati mereka sedang duduk.


" Hai. "


" Apa lagi ini mbak ? " Tanya juna agak mendengus.


" Wajahmu agak terlihat sedih. " Timpal yumna meledek juna.


" Aku dengar kalian akan bercerai ?? " Tanya Dessy.


" Ya. persidangan nya 1 minggu lagi. "


" Yumna. " Panggil nya meringis.


" Maka dari itu aku harus menata hidupku dengan baik. aku sudah mengirimkan cv ke beberapa perusahaan di jakarta, tapi sampai sekarang belum juga ada yang berminat. "


" Kenapa harus bekerja, bukannya kamu punya bayi ? kalaupun kalian bercerai, Apa dennis tidak akan memberikan uang tunjangan perbulan ?? uang nya banyak ??? "


" Setelah aku menceraikan nya seperti ini, apa aku masih punya muka untuk meminta uang tunjangan padanya. "


" Ah aku lupa kalau harga dirimu sangat tinggi. " Ujar Dessy.


" Bagaimana kalo mbak ikut aku ? jadi model ?? " Ajak juna serius namun yumna hanya tersenyum menanggapinya.


" Model ? kamu jangan gila ? aku bisa apa ? "


" Aku serius. sambil nunggu dapat pekerjaan ,apa salahnya kalo mbak mencoba. "


" Aku harus berjalan lenggak lenggok seperti mu ? mana aku bisa ? "


" Belajar lah ? mudah kok. aku akan terjun langsung melatih mu. " Ujar juna meyakinkan.


" Tolong jun jangan aneh-aneh. "


" Mbak cantik, Aku rasa akan mudah untukmu. "


" Cantik ? Dessy juga cantik, Dia bahkan punya tubuh yang ideal. kenapa kamu tidak ajak dia ? Malah jadikan dia asisten mu. "


" Asisten apa ? sekarang dia jadi manager ku. aku menaikan derajat nya. " Cecar juna.


" Kemana manager mu ? "


" Di pecat, dia menggelapkan uangnya.. hahaha . " Ujar Dessy puas.


" Kok bisa jun ? "


" Tau lah mbak. sekarang aku udah keluar dari manajemen . aku mau membangun nya sendiri. capek tergantung pada kontrak mereka. "..


" Jadi sekarang kalian hanya berdua ? "


" Iya. Makanya kalo mbak mau gabung gak apa-apa. mbak bisa lebih leluasa sembari menjaga banyu. "


" Aku bisa apa jun ?? "


" Yee si mbak.. belajar dong. Siapa tau ada rezeki nya . "


" Gak kepikiran. "


" Kalo mbak kerja di sebuah perusahaan, Minimal 8 jam bekerja dalam sehari kan ? Dalam waktu selama itu mbak akan melepas banyu. sementara kalo mbak ikut aku, Mbak bisa leluasa menyambi bayimu. pekerjaan nya mudah kok cuman berjalan-jalan, Kalo engga pemotretan doang. " Jelas juna meyakinkan.


" Ah juna, jadi Model itu harus berpakaian seksi kan ? aku mana bisa ?? "


" Kenapa ?? "


" Suamiku tidak akan menyukai nya. " Jawab yumna.


" Bukannya kalian akan segera bercerai, kenapa masih memikirkan perasaan nya ?? "


" Juna ?? " Sela Dessy sebal.


" Aku tidak mau . "


" Oke. kalau mbak mau punya aturan sendiri gak apa-apa. kalau ada brand yang ingin memakai mbak, Mbak bisa memberikan syarat kepada mereka."


" Model seperti apa yang punya syarat ? sudahlah lebih baik Dessy saja. biar aku jadi manager. " Timpal yumna agak tersenyum.


Juna dan Dessy saling memandang mendengar ucapan yumna.


" Dia itu kurang cantik. Yang lebih cocok itu mbak. " Ledek juna.


" Ih kamu jun sembarangan. gini-gini aku pernah di rebutin cowok lho. " Balasnya tak terima.


" Gak tau deh, nanti aku pikirin lagi. "


" Aku serius. "


" Thanks. "


Dessy mengambil poto yumna yang sedang menatap suaminya dengan sedih .


" Sabar ya. " Ujar Dessy kepadanya.


" Aku ingin mencari uang yang banyak untuk menyewa pengacara bagus supaya memberatkan hukuman jani. Dia harus membayarnya. " Ujarnya penuh dendam.


" Gunakan uang suamimu. dia jelas tidak akan keberatan. "


" Hmmm. Aku menggunakan seluruh tabungan ku dari mas dennis. Makanya sekarang aku tidak ada uang untuk bekal ku dengan banyu."


" Kalau begitu terima saja tawaran ku. " pinta juna lagi.


" Aku heran sama kamu jun kenapa kamu yakin banget kalo aku bisa menjadi model ? "


" Firasat. entah mengapa aku merasa mbak akan lebih dariku nanti. "


Yumna tersenyum mendengar ucapan juna " Mana bisa aku mengalahkan model sekelas dan semahal dirimu . "


" Entah. mbak dengar kan aku saja. "


" Bocah ini. aku mencium bau-bau permodusan nih. " Kata Dessy membingungkan.


" Maksud mu ? jelas kan dengan baik. "


" Kamu mau mendekati yumna kan karena sekarang dia mau bercerai ? kamu masih suka yumna ?? " Lontar Dessy membuat juna melotot.


" Anjir. kalo ngomong... "


" Juna sudah ku anggap adikku, Bicara yang bener. " Timpal yumna.


" Iya. emang nih perempuan, cantik doang, otak nya gak ada mbak. "


" Sekarang mengakui ya kalo aku cantik. siapa tau aja kamu masih ngarep. "


" Idih tuh mulut minta di lakban. Enggak kok mbak suer, Aku gak gitu. " Jelas juna.


" Udah-udah ayo pulang. jam 9 kamu ada pemotretan. "


" Ya udah sana. ntar telat. "


" Mbak, pikirin lagi ya. aku janji bakal bantu mbak. " Pinta juna tulus.


" Iya juna. udah sana. "


" Kami pamit. oya kami taruh buah di sana, Jangan lupa makan.. jangan stres. " Ujar Dessy.


" Iya.. makasih lho sampe repot bawa makanan juga . "


" Mbak harus sehat untuk banyu .. kalau perlu apa-apa, hubungi aku. aku siap kapanpun. " Pinta juna lagi.


" Kita bukan saudara kandung tapi kenapa kamu membuatku merasa seperti punya adik laki-laki yang lucu dan menggemaskan seperti ini . "


" Aku serius. "


" Ya . Aku akan menghubungi mu nanti kalau perlu. "


" Jangan sungkan Na. dia punya uang banyak . sekali-kali kuras uangnya . " Ledek Dessy lagi.


" Kamu des, hehe.. boleh juga. Ngomong-ngomong kalian cocok. kenapa tidak bersama ? " Ujar yumna membuat keduanya kembali saling memandang .


" Dia itu bocah kecil, mana mungkin aku memacarinya. " Jelas Dessy agak ketawa.


" Usia tidak akan menjadi penghalang, kalau suka ya suka aja sih. "


Mereka tak lagi menjawab perkataan yumna , Suasana menjadi agak kaku antara juna dan Dessy.


" Ya udah kita pamit,lain waktu kami datang lagi. "


" Makasih untuk support yang kalian berikan. "


" Tidak ada apa-apa nya dibanding dengan apa yang kamu berikan untukku sewaktu aku tak punya apapun. Kamu memberiku tempat tinggal dan uang untuk menyambung hidup. kamu lupa ? " Ujar Dessy.


" Hanya memberi tumpangan dan meminjamkan uang. waktu itu sikapku juga tidak terlalu baik kepadamu. "


" Apapun itu di dunia ini aku tak punya teman sebaik dirimu. dan aku cukup tau balas budi. "


" Ah kamu des, bikin aku terharu. udah sana katanya mau pulang, dari tadi gak pulang-pulang. mendengar ucapanmu akan membuat air mataku keluar. belakangan ini aku mengirit air mataku. dia terus mengalir tiada henti. jadi sekarang pulang dari pada membuat air mataku habis kan. "


" Oke. jaga dirimu. dan ingat.. kamu gak sendiri. " Ujar Dessy lagi.


" Ah juna, Bawa dia. kenapa dia terus membuat ucapan-ucapan yang mengandung bawang. "


" Siap. "


Juna menyeret Dessy keluar ruangan dengan paksa.


" Dah. "


" Cepat, Katamu aku ada pemotretan. " Cecar juna sembari menyeret.


" Pelan-pelan. aku ini bukan kambing . "


Juna melepaskan tangannya " Kenapa malah menangis. "


" Kenapa dia harus menerima kemalangan. Dia tidak pernah mengganggu orang kan ?? aku mau mencari pengacara yang bagus untuk membantu yumna memenjarakan jani. "


" Susah payah kamu menabung, Sewa pengacara itu mahal. "


" Gak apa-apa meski uangku habis. "


" Hmmm tidak aku sangka kalau kamu punya sisi sebaik ini. "


" Dulu aku gila uang, sampai-sampai aku menipunya untuk uang dari dennis,Tapi sekarang karena yumna aku menjadi tau kalau uang bukan segalanya."


" Manisnya. apa aku buka perasaan ku yang pernah membara untuk mbak yumna ya ? siapa tau kalau bersama ku dia akan bahagia. " Ujar juna membuat Dessy memukulnya.


" Malang sekali dia harus punya pendamping seperti mu. gila perempuan dan nyebelin. "


" Hahahaha... "


Setelah mereka pergi, Yumna membilas badan dennis dengan air hangat menggunakan handuk kecil.


" Kapan kamu mau bangun sayang. ayah mengurus perusahaan sendiri. kasian dia, Meski belum pulih benar harus mengurus segalanya sendiri. Ayah juga lelah mengurus kantor cabang, Masa kamu gak kasian. " Ujarnya sembari mengelap.


" Setampan ini, Siapa yang rela melepaskan nya ? aku ini bodoh atau apa ?? Kamu dengar tadi mas ucapan juna ?? dia menawari ku menjadi model. lucu sekali.. aku tidak yakin akan ajakannya. tapi sepertinya aku akan mencoba. "


Tiba-tiba Jihan dan diana datang tanpa memberinya kabar.


" Hai. "


" Kalian ?? "


" Kamu lagi menggantikan baju dennis ya ? "


" Iya tapi udah selesai kok. "


" Yumna.. " Ujarnya menatap penuh sedih.


" Kenapa gak chat kalo kesini, untung aku ada. "


" Sorry. tadi gak sempet. gimana keadaan dennis ?? "


" Belum ada perubahan. dokter bilang luka nya mengalami infeksi. "


" Sabar ya na. "


" Tidak apa-apa. dennis akan pulih dan kembali padamu. " Ujar jihan menguatkan.


" Persidangan 1 minggu lagi. kalau suamiku belum sadar. rumah tangga ku benar-benar tidak akan tertolong lagi. "


" Yumna, Kita tau kok kalau kamu kuat. kamu gak sendiri. " Kata diana lagi.


" Kamu udah sarapan ? "


" Belum, Nanti saja. "


" Gak bisa. Sini, Aku bawa makanan untuk kamu, udah aku duga kamu pasti membiarkan perutmu kelaparan. "


" Kalau tidak lapar, Bagaimana ? "


" Bukan tidak lapar, Aku akan menyuapi mu.. buka mulut. " Pinta diana.


" Aku bukan bayi. "


" Buka mulut mu. "


Yumna memakan suapan darinya sembari berkaca-kaca.


" Jika aku bisa mengangkat kepedihan mu. aku sungguh akan melakukannya. tapi apa daya ?? yang bisa kami lakukan hanyalah berada disisimu ? " ujar diana tulus sembari terus menyuapi sahabat nya itu.


" Ini lebih dari apapun. kalau tak ada kalian, aku tidak tau. "


" Kamu akan lebih kuat . percaya padaku. " Sela jihan menambahi.


Yumna mengunyah makanan sembari terisak mendengar ketulusan semua orang hari ini .


" Aku tidak tau kalau aku punya orang-orang seperti kalian. aku janji, Aku akan baik-baik saja . " Timpalnya.


Jihan dan diana segera memeluk nya mendengar yumna yang menggemaskan.